SUARARAKYAT.info||Jakarta — Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2025 di Jakarta dengan agenda besar membahas arah kebijakan dan strategi pelaksanaan program nasional pemberdayaan desa. Raker ini dibuka secara resmi oleh Menteri Desa PDTT, Yandri Susanto, bersama Wakil Menteri Desa, Ahmad Riza Patria, yang dihadiri seluruh pejabat Eselon I dan II, kepala unit pelaksana teknis, serta perwakilan daerah.Jumat (10/10/2025)
Dalam arahannya, Mendes Yandri Susanto menegaskan pentingnya sinergi lintas unit kerja di lingkungan Kemendes PDTT guna memperkuat implementasi program strategis nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebuah gerakan nasional yang dirancang untuk mengonsolidasikan kekuatan ekonomi desa melalui sistem koperasi yang mandiri, berdaulat, dan berkeadilan.
“Program Koperasi Desa Merah Putih adalah bentuk nyata komitmen kita untuk menghadirkan kemandirian ekonomi di tingkat desa. Kita ingin agar koperasi tidak lagi sekadar simbol, tetapi menjadi penggerak utama roda ekonomi masyarakat desa,” tegas Yandri dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Yandri mengingatkan bahwa keberhasilan KDMP tidak hanya bergantung pada desain kebijakan, tetapi juga pada kesungguhan seluruh jajaran dalam mengawal implementasinya hingga ke desa-desa. Ia meminta setiap direktorat dan badan di lingkungan Kemendes PDTT untuk memperkuat kolaborasi, baik secara internal maupun dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha rakyat.
Sementara itu, Wamendes Ahmad Riza Patria menekankan pentingnya inovasi dalam pendekatan pembangunan desa. Menurutnya, era digital menuntut Kemendes PDTT mampu memanfaatkan teknologi untuk mempercepat pelayanan dan memperluas dampak program pemberdayaan masyarakat.
“Desa-desa kita kini harus berpacu dengan perubahan zaman. Dengan inovasi dan digitalisasi, kita dapat memastikan ekonomi desa tumbuh lebih cepat dan berdaya saing,” ujar Riza.
Raker Kemendes PDTT Tahun 2025 ini juga membahas tiga agenda utama, yakni:
1. Evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2025 serta penyusunan arah kebijakan menghadapi tahun 2026.
2. Strategi pelaksanaan Program TEKAD (Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu dan Digital) sebagai langkah konkret memperkuat daya saing ekonomi desa.
3. Persiapan pelaksanaan Hari Desa 2026, yang direncanakan menjadi momentum nasional untuk menampilkan capaian, inovasi, dan praktik baik dari berbagai desa di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Mendes Yandri juga menekankan pentingnya memperkuat fungsi pengawasan, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap program desa agar pembangunan benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.
Raker ini diharapkan menjadi forum konsolidasi dan sinkronisasi lintas sektor untuk memperkuat arah pembangunan desa menuju kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
“Kita ingin desa menjadi subjek, bukan objek pembangunan. Desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang berakar dari gotong royong dan kemandirian,” pungkas Yandri.
Dengan semangat “Desa Tumbuh, Indonesia Maju”, Kemendes PDTT berkomitmen menjadikan tahun 2025 sebagai tonggak penting dalam mempercepat transformasi ekonomi desa melalui gerakan Koperasi Desa Merah Putih dan digitalisasi ekonomi rakyat.
(Swd)














