Proyek Sanitasi Bernilai Miliaran di Kota Sukabumi Diduga Tumpang Tindih, Minim Pengawasan, dan Dipertanyakan Manfaatnya Bagi Warga

- Penulis

Senin, 29 September 2025 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Sukabumi – Proyek infrastruktur sanitasi dan jaringan air minum di Kota Sukabumi kembali menuai sorotan. Proyek dengan nilai kontrak fantastis, yakni Rp1.472.833.558,00 itu, diduga dikerjakan di titik yang sama dengan pembangunan sebelumnya sehingga menimbulkan kecurigaan adanya tumpang tindih perencanaan.Senin (29/9/2025)

Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, disebut sebagai Pekerjaan Perluasan Jaringan Air Minum Kelurahan Babakan dengan nomor kontrak 045/SPMK.PLP-PP/APBD-DPUTR/VII/2025, berlokasi di Kelurahan Babakan kota Sukabumi. Proyek ini dikerjakan selama 160 hari kalender dengan sumber dana berasal dari DAK (Dana Alokasi Khusus). Adapun pelaksana kegiatan tercatat adalah CV. Rileq Kontruksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski menelan biaya miliaran rupiah, pantauan awak media di lapangan menunjukkan lemahnya pengawasan. Hampir tidak terlihat adanya petugas pengawas dari dinas terkait yang turun langsung memantau jalannya pekerjaan. Salah seorang pekerja yang ditemui di lokasi bahkan mengaku tidak tahu siapa pengawas proyek tersebut.

“Saya tidak tahu pengawasnya siapa, yang jelas saya hanya pekerja saja, Pak,” ungkapnya singkat kepada wartawan.

Ditempat terpisah Ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kepala Bidang PSDA Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, Reynaldi, beralasan bahwa pemilihan lokasi proyek sudah sesuai dengan pertimbangan teknis terkait debit air. Menurutnya, proyek tersebut diajukan oleh kontraktor dan nantinya akan dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

READ  Proyek Pembangunan Yayasan Pendidikan Tarbiyyatul Athfal di Desa Cibodas Diduga Langgar Undang-Undang KIP

“Karena saat ini lokasi tidak ada yang sesuai dan pas dengan debit airnya, dan hanya pemborong ini yang saat ini mengajukan. Untuk ke depan nanti akan dikelola oleh KSM,” jelas Reynaldi.

Namun, jawaban tersebut tidak memuaskan publik. Pasalnya, proyek serupa juga sudah pernah dibangun di titik yang sama pada tahun sebelumnya, termasuk pembangunan septic tank dan jaringan pipa di bawah menara air. Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah proyek bernilai miliaran rupiah itu benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, atau sekadar pengulangan pekerjaan untuk menghabiskan anggaran?

“Kalau pembangunan selalu dilakukan di titik yang sama, yang untung siapa? Jangan-jangan masyarakat hanya jadi penonton, sementara uang negara habis begitu saja,” sindir salah satu warga.

Dengan kontrak mencapai hampir Rp1,5 miliar, publik berhak tahu ke mana aliran dana tersebut, serta memastikan apakah benar manfaatnya bisa dirasakan oleh warga Kelurahan Babakan. Jika tidak ada transparansi dan pengawasan ketat, proyek ini berpotensi menambah panjang daftar praktik pembangunan yang hanya menguntungkan segelintir pihak tanpa menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Bersambung…. 

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MIO Desak Walikota Bertindak: Dualisme KNPI Sukabumi Dinilai Rawan Konflik, Pemerintah Diminta Segera Ambil Keputusan Tegas
Distribusi Dana Zakat Disorot: Kesehatan dan Dakwah Jadi Perbincangan Publik di Sukabumi
Pekerjaan Jembatan Kamandoran Karangtengah Mulai Dikerjakan, Bimob Polda Jabar Pantau Langsung Progres 
Ketua SMSI Sukabumi Raya Semprot Oknum Wartawan yang Intimidasi Kurir GTL di Cicurug
Dapur MBG Cisaat Tanpa Ahli Gizi: Dugaan Kelalaian Sistemik, Pernyataan Mitra Picu Polemik Baru
Curi Start Tanpa Izin, Proyek Tower 50 Meter di Bojonggenteng Sukabumi Diduga Langgar Aturan dan Abaikan Keselamatan Warga
Potret Kemiskinan yang Terlupakan: Jeritan Sunyi dari Rumah Rapuh di Pelosok Sukabumi
Truk Mogok Semalaman, Jalur Vital di Sukabumi Lumpuh Total Saat Jam Sibuk Pagi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 01:27 WIB

MIO Desak Walikota Bertindak: Dualisme KNPI Sukabumi Dinilai Rawan Konflik, Pemerintah Diminta Segera Ambil Keputusan Tegas

Senin, 20 April 2026 - 04:08 WIB

Distribusi Dana Zakat Disorot: Kesehatan dan Dakwah Jadi Perbincangan Publik di Sukabumi

Minggu, 19 April 2026 - 23:15 WIB

Pekerjaan Jembatan Kamandoran Karangtengah Mulai Dikerjakan, Bimob Polda Jabar Pantau Langsung Progres 

Minggu, 19 April 2026 - 22:20 WIB

Ketua SMSI Sukabumi Raya Semprot Oknum Wartawan yang Intimidasi Kurir GTL di Cicurug

Sabtu, 18 April 2026 - 13:47 WIB

Dapur MBG Cisaat Tanpa Ahli Gizi: Dugaan Kelalaian Sistemik, Pernyataan Mitra Picu Polemik Baru

Berita Terbaru

Berita Daerah

Percepatan Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV Capai 45 Persen

Selasa, 21 Apr 2026 - 04:34 WIB