SUARARAKYAT.info||Sukabumi- Warga Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, kini dilanda keresahan akibat maraknya aksi pencurian yang terjadi dalam sebulan terakhir. Aksi kejahatan tersebut merambah tiga kedusunan, yakni Dusun Gunung Batu, Dusun Kubang, dan Dusun Bantarjati, dengan berbagai korban yang sudah jatuh, mulai dari kehilangan handphone, ternak kambing, hingga sepeda motor.
Anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Lili yang akrab disapa Ebot, menuturkan bahwa keresahan warga sudah mencapai puncaknya. Ia menegaskan perlunya tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH), khususnya kepolisian, agar keamanan masyarakat bisa segera dipulihkan.
“Beberapa korban sudah melapor kepada kami. Dari keterangan warga, pelaku pencurian diduga bernama Wandi dan Apid, yang berasal dari Kampung Gunung Batu. Warga semakin takut karena ada kabar mereka beraksi sambil membawa senjata tajam,” ujar Lili, Sabtu (27/9/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam catatan warga, kasus pencurian sudah berlangsung lebih dari sebulan. Beberapa laporan menyebutkan, di Kampung Cigolenang seorang warga kehilangan satu unit telepon genggam, di Dusun Kubang juga raib satu telepon genggam, di Dusun Sampalan seekor kambing hilang, dan yang terbaru satu unit kendaraan bermotor digasak pelaku di Dusun Gunung Batu. Meski sempat dikejar warga, para pelaku selalu berhasil kabur.
Mai, anggota Linmas Dusun Bantarjati, juga membenarkan bahwa aksi pencurian di wilayahnya semakin merajalela. Sebagai bentuk antisipasi, warga dari tiga kedusunan kembali mengaktifkan ronda malam dan membuat portal jalan dengan sistem tutup-buka untuk memantau lalu lintas orang yang keluar masuk kampung.
“Kami juga berkoordinasi antar-dusun. Bila ada orang mencurigakan, warga diminta segera melapor agar bisa diamankan. Semua ini dilakukan karena masyarakat sudah sangat resah dan takut. Kami ingin kampung ini kembali aman,” tutur Mai.
Lebih lanjut, Mai menambahkan bahwa para pelaku diduga merupakan residivis yang kerap keluar-masuk penjara. Hal itu membuat mereka cukup lihai dalam menghindari kejaran warga. “Beberapa kali sebenarnya hampir tertangkap, tapi mereka selalu berhasil kabur. Kami berharap aparat kepolisian segera turun tangan dan menangkap para pelaku,” tegasnya.
Situasi yang mencekam ini menimbulkan keresahan mendalam di tengah masyarakat. Selain kerugian materi, warga kini juga merasa terancam secara psikologis karena khawatir menjadi korban berikutnya. Para tokoh masyarakat dan perangkat desa kompak menyerukan agar kepolisian segera melakukan patroli intensif, menyelidiki, serta mengamankan pelaku yang sudah meresahkan.
Masyarakat berharap tindakan cepat dari aparat bisa segera mengembalikan rasa aman di Desa Sindangresmi.
(Ade G)














