SUARARAKYAT.info|| Jakarta– Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) membuka peluang besar untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam pembangunan desa. Menteri Desa PDTT, Yandri Susanto, menyambut langsung Delegasi China Investment Association Overseas Investment Union (CIAOIU) di Jakarta dan memaparkan 12 rencana aksi pembangunan desa yang tengah diprioritaskan pemerintah.
Dalam pertemuan tersebut, Mendes Yandri menekankan pentingnya kerja sama global untuk mempercepat transformasi desa, terutama dalam menghadapi tantangan era digital dan persaingan ekonomi dunia. Menurutnya, desa harus menjadi pusat pertumbuhan baru yang mampu menopang ketahanan pangan, energi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Kolaborasi ini bukan hanya tentang investasi, tetapi juga tentang pertukaran teknologi, inovasi, dan pengalaman. Kami ingin desa-desa di Indonesia tidak tertinggal, melainkan mampu bersaing melalui digitalisasi, hilirisasi produk, serta peningkatan kapasitas masyarakat desa,” ujar Yandri dalam sambutannya.jumat (19/9/2025)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun 12 rencana aksi pembangunan desa yang dipaparkan mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, pembangunan infrastruktur dasar, transformasi digital desa, pengembangan desa wisata, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, hingga pemberdayaan perempuan dan pemuda desa.
Delegasi CIAOIU menyambut positif paparan tersebut. Mereka menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan desa berbasis investasi berkelanjutan. Perwakilan CIAOIU menegaskan komitmen untuk menjajaki peluang kerja sama yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga membawa dampak sosial bagi masyarakat desa.
Kerja sama internasional ini diharapkan dapat menghadirkan model pembangunan desa yang lebih inklusif dan modern. Melalui pendekatan hilirisasi, produk unggulan desa dapat memiliki nilai tambah sebelum masuk ke pasar, sementara digitalisasi desa akan mempercepat keterhubungan masyarakat dengan dunia global.
Dengan dukungan investasi asing yang tepat sasaran, desa diharapkan tidak lagi menjadi wilayah yang tertinggal, melainkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah Indonesia semakin serius membuka ruang kolaborasi lintas negara demi mewujudkan desentralisasi pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
(*one)














