Miris! Seorang Guru SD di Jakarta Timur Kehilangan Motor Diduga Diperas Oknum Polisi,Ketua Gakorpan Angkat Bicara

- Penulis

Jumat, 12 September 2025 - 23:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Jakarta – Suara pilu datang dari seorang guru sekolah dasar di Jakarta Timur yang mengalami dugaan praktik pemerasan oleh oknum aparat kepolisian. Kisah ini mencuat setelah Dr. Bernard BBBBI Siagian, S.H., M.Ak.P, selaku Ketua DPP Gerakan Anti Korupsi Pejabat Negara (GAKORPAN), menyuarakan jeritan hati korban kepada publik.

Guru berinisial AS, yang sehari-hari mengajar olahraga di SDN 11 Jakarta Timur, harus menanggung beban berat setelah sepeda motor Suzuki miliknya dengan nomor polisi B 6149 ZNR disita oleh oknum anggota reserse Ranmor Polres Metro Bekasi. Ironisnya, motor yang menjadi sarana utama AS untuk berangkat mengajar dari Bogor ke Jakarta itu tidak bisa ditebus kembali, kecuali dengan membayar sejumlah uang yang ditaksir mencapai Rp6 juta.

Kasus ini diduga bermula ketika motor tersebut ditangkap di kawasan Sumarecon, Bekasi. Namun, alih-alih diproses sesuai prosedur hukum, motor tersebut justru digunakan oleh oknum polisi berinisial Pt, Fl, dan Bm. Korban bahkan dipulangkan tanpa menerima surat penangkapan maupun tanda bukti resmi penyitaan kendaraan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi ini membuat AS merasa terpukul. Sebagai seorang pendidik dengan penghasilan terbatas, ia tidak memiliki kemampuan finansial untuk menebus kembali kendaraannya. Padahal, motor itu adalah satu-satunya alat transportasi yang membantunya menempuh perjalanan jauh demi mendidik murid-muridnya.

Dr. Bernard Siagian menegaskan bahwa tindakan seperti ini bukan hanya mencoreng wajah institusi kepolisian, tetapi juga memperparah krisis kepercayaan publik terhadap Polri. Ia mengingatkan bahwa kepolisian seharusnya mengedepankan prinsip Presisi: prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan adanya dugaan praktik yang jauh dari profesional, proporsional, serta humanis.

READ  Belasan Siswa MA Sabilal Muhtadin Ujian di Teras Tanpa Alas, Pengakuan Siswi dan Keterangan Guru Berbeda, Hak Anak Jadi Sorotan Publik

“Peristiwa ini benar-benar miris, karena menyangkut seorang guru yang mengabdi untuk bangsa. Bayangkan, motor yang menjadi penopang hidupnya justru dirampas oleh oknum yang seharusnya melindungi rakyat. Kami meminta Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Drs. Asep Edi Suherly, S.I.K., M.Si., turun tangan langsung untuk mengusut tuntas kasus ini,” ujar Bernard.

Kasus ini pun kembali mengingatkan publik pada pentingnya integritas aparat kepolisian, terlebih dalam momentum The Hoegeng Award 2025 yang digadang-gadang sebagai simbol penegakan nilai-nilai kejujuran dan profesionalitas di tubuh Polri. Bernard menambahkan, jika tidak ada tindakan tegas, maka cita-cita besar Polri menuju “Indonesia Emas 2045” dan predikat sebagai “Macan Asia” akan semakin sulit tercapai.

Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari Kapolda Metro Jaya untuk membuktikan bahwa Polri masih layak dipercaya rakyat. “Salam ASTA CITA, Presisi Polri untuk Indonesia,” pungkas Bernard, bersama dengan seruan solidaritas dari LBH Pers Presisi Polri, Gerakan Solidaritas Nasional, dan Rumah Besar Relawan PG.08.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terduga oknum yang di sebut sebut oleh korban belum terkonfirmasi.dan akan terus berupaya mendalami perihal adanya kasus dugaan tersebut

Bersambung… 

(Dr.Bernard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kementerian Desa Dorong Transformasi Ekonomi Kampung Lewat Program TEKAD di Papua Barat Daya
Fasilitas Medis Belum Berjalan Optimal, Ombudsman Minta Pemkab Sorong Lakukan Evaluasi Total RSUD JP Wanane
Kontingen Papua Barat Daya Tampil Gemilang di Kejuaraan Shorinji Kempo Unhas Cup XVIII
Mahasiswa Unamin Gelar Demo Reformasi Jilid II, DPR Kota Sorong Diberi Ultimatum 5 Hari
Proyek Sumur Bor APBD Sukabumi 2026 Disorot, Biaya Borong Hanya Rp18 Juta per Titik Padahal Pagu Hingga Ratusan Juta
Dirjen Imigrasi Lakukan Penyegaran Kepemimpinan, Tegaskan Komitmen Reformasi dan Integritas Pelayanan Publik
Kawal Kemerdekaan Pers: PPWI Siapkan Gugatan Praperadilan Lawan Kapolri Hingga Kasat Reskrim Pekanbaru
Dr. Fachrul Razi: Revisi UU Pemerintahan Aceh Minus Penguatan Kewenangan Aceh, Berpotensi Sia-Sia!
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:48 WIB

Kementerian Desa Dorong Transformasi Ekonomi Kampung Lewat Program TEKAD di Papua Barat Daya

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:01 WIB

Fasilitas Medis Belum Berjalan Optimal, Ombudsman Minta Pemkab Sorong Lakukan Evaluasi Total RSUD JP Wanane

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:54 WIB

Kontingen Papua Barat Daya Tampil Gemilang di Kejuaraan Shorinji Kempo Unhas Cup XVIII

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:16 WIB

Mahasiswa Unamin Gelar Demo Reformasi Jilid II, DPR Kota Sorong Diberi Ultimatum 5 Hari

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:36 WIB

Proyek Sumur Bor APBD Sukabumi 2026 Disorot, Biaya Borong Hanya Rp18 Juta per Titik Padahal Pagu Hingga Ratusan Juta

Berita Terbaru

Kabupaten Kepulauan Meranti

Hari bayangkara ke 80 kampung tangguh anti narkoba banglas barat di nilai polda riau

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:11 WIB