Nelayan Jayanti Desak Pemerintah Bangun Kolam Labuh: Tragedi 61 Perahu Karam Jadi Peringatan Pahit

- Penulis

Senin, 8 September 2025 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Cianjur – Luka mendalam masih dirasakan para nelayan di Pantai Jayanti, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur. Sekitar satu bulan lalu, tepatnya Juli 2025, musibah besar menimpa ratusan nelayan setelah 61 perahu karam dan 4 lainnya hilang di tengah laut. Peristiwa ini menjadi tragedi pahit yang menyisakan kerugian besar, baik secara ekonomi maupun psikologis bagi masyarakat pesisir.

Rasa luka dan pahit belum hilang, lagi lagi terjadi musibah tiga kapal nelayan diterjang angin yang besar sehingga kapal karam saat hendak melaut, peristiwa tersebut terjadi pada hari senin (8/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wawan Sumantri, Humas Rukun Nelayan Jayanti, menuturkan bahwa selama ini para nelayan di Jayanti menghadapi keterbatasan fasilitas penyimpanan perahu. Dari seribuan lebih perahu yang ada, hanya sekitar 300 unit yang bisa ditampung di tempat penginapan perahu yang tersedia. Selebihnya, ribuan perahu terpaksa disimpan di laut terbuka, hanya mengandalkan jangkar dan tali tambang sebagai penahan.

“Ini kondisi yang sangat berisiko. Kami, mewakili seluruh nelayan Jayanti, berharap pemerintah segera membangun dermaga dan kolam labuh untuk perahu nelayan. Musibah kemarin sudah cukup menjadi pelajaran betapa mendesaknya fasilitas ini,” ungkap Wawan saat diwawancarai wartawan.

Menurutnya, tanpa adanya kolam labuh yang memadai, keselamatan dan keberlangsungan hidup nelayan selalu berada di ujung tanduk. Ia menambahkan, setiap kali cuaca buruk datang, para nelayan dipenuhi rasa cemas karena perahu mereka rawan karam. Padahal, perahu adalah aset utama nelayan untuk mencari nafkah.

READ  Tragedi Buruh Nias di Kebun Sawit Ilegal: Saat Hukum Tajam ke Bawah dan Tumpul ke Atas ? 

Doni, Kepala UPTD KKP Cilaut Ereun, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat WhatsApp, menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut. “Saya turut prihatin atas terjadinya musibah ini. Ke depan saya berharap para nelayan lebih berhati-hati, dan semoga segera ada penggantian dengan infrastruktur yang lebih baik,” tulisnya singkat.

Desakan serupa datang dari Ketua Rukun Nelayan setempat yang akrab disapa Cacu atau Pak Uwong. Ia menegaskan bahwa pembangunan kolam labuh bukan sekadar kebutuhan, tetapi sudah menjadi keharusan mendesak demi menyelamatkan nyawa dan penghidupan ribuan nelayan di Jayanti. “Pemerintah harus lebih cepat bergerak. Kalau tidak segera dibangun kolam labuh, tragedi seperti ini akan terus berulang, dan nelayan yang jadi korban,” tegasnya.

Musibah karamnya puluhan perahu di Pantai Jayanti menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah maupun pusat. Nelayan berharap peristiwa itu tidak hanya menjadi catatan musibah belaka, tetapi titik balik untuk menghadirkan solusi nyata berupa pembangunan dermaga dan kolam labuh permanen. Tanpa itu, keselamatan dan kesejahteraan ribuan nelayan Jayanti akan selalu berada dalam ancaman.

(Cep Toto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!
DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati
Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku
Tol Bocimi Melaju, Jalan Kabupaten Terluka: Ayi Permana Desak Tanggung Jawab
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:28 WIB

Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:44 WIB

Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:19 WIB

Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:01 WIB

Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!

Berita Terbaru