SUARARAKYAT.info||Jakarta – Suasana penuh khidmat dan semangat kebangsaan mewarnai acara Jakarta Menyala Forum Diskusi Kebangsaan Interaktif yang digelar pada Sabtu (30/8/2025) di Gedung Joang 45, Cikini, Jakarta. Acara ini sekaligus menjadi rangkaian refleksi dalam memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Acara dibuka dengan parade pataka Sang Saka Merah Putih, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan secara serentak. Dr. Bernard BBBBBI Siagian SH., Makp, tampil membuka forum dengan sambutan penuh energi yang langsung disambut antusias para simpatisan dan relawan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Rumah Besar Prabowo Gibran 08, LBH Pers Prima Presisi Polri, DPP Gakorpan, serta PPWI.
Hadir sebagai keynote speaker, Kristianto Manullang SH., MH., seorang pengacara muda yang dikenal vokal, bersama tokoh nasional lainnya seperti Dr. Moses Robert Waimuri SH., M.Th (Ketua Aliansi Papua Bersatu NKRI Harga Mati), pejuang keadilan Bunda Tiur Simamora, LMNRRRI, KPPPRI, hingga Rusman Pinem SSos, Ketua Gerakan Solidaritas Nasional Suara Rakyat untuk Keadilan Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sorotan Kasus Terkini: Tragedi Affan Kurniawan
Dalam paparannya, Kristianto Manullang mengajak seluruh peserta forum untuk membuka diskusi dengan doa lintas agama. Ia menekankan agar masyarakat tidak mudah diadu domba oleh politik praktis yang hanya memicu kegaduhan. Pesan utamanya adalah sabar, ikhtiar, dan tawakal, sambil tetap menjalankan fungsi kontrol sosial sesuai amanat UU Pers No. 14/1999 dan UU KIP tentang keterbukaan informasi publik.
Kristianto kemudian menyinggung peristiwa tragis yang mengguncang Jakarta pada 28–29 Agustus 2025. Seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (20), warga Palmerah, tewas tertabrak dan terlindas kendaraan taktis Brimob saat tengah mengantar pesanan makanan di tengah kerumunan demonstrasi. Kejadian itu menyulut amarah publik dan memicu aksi besar-besaran yang berujung kerusuhan, penjarahan, dan kerusakan fasilitas umum.
Data menunjukkan 31 aparat kepolisian ikut menjadi korban, sebagian mengalami luka serius hingga koma di ICCU. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs. Asep Edi Suherli SIK MSi bersama Kadiv Propam Polri Irjen Pol Drs. Abdul Karim SIK MSi telah menemui keluarga korban, menyampaikan permintaan maaf resmi, serta memastikan proses hukum terhadap anggota Brimob yang lalai menjalankan SOP.
Presiden RI, Jenderal (Purn.) H. Prabowo Subianto, juga hadir langsung ke rumah duka. Selain menyampaikan belasungkawa, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk memberi perhatian khusus kepada keluarga korban, termasuk bantuan secara pribadi dan institusional.
Evaluasi Besar-Besaran Pemerintah
Forum ini juga menyoroti langkah-langkah korektif yang tengah dilakukan pemerintahan Prabowo dalam delapan bulan kepemimpinannya. Sejumlah terobosan telah dijalankan, di antaranya pemangkasan anggaran perjalanan dinas dan rapat yang dianggap tidak efisien, pengetatan pengawasan BUMN melalui BPI Danantara, hingga penghapusan tantiem miliaran rupiah yang sebelumnya menjadi bonus bagi komisaris dan direksi.
Selain itu, Presiden Prabowo meluncurkan program ASTACITA Sekolah Rakyat, yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu. Sebanyak 100 sekolah telah dibangun sebagai tahap uji coba, dengan target penyebaran merata di seluruh Indonesia. Program ini diklaim terstruktur, sistematis, dan komprehensif demi meningkatkan akses pendidikan.
Di sektor ekonomi rakyat, pemerintah mendorong Program Koperasi Desa Merah Putih, serta ikut menyehatkan perusahaan strategis seperti PT Sritex yang sedang menghadapi tantangan.
Para narasumber sepakat bahwa momentum HUT ke-80 RI harus dijadikan refleksi bersama. Kerusuhan yang menelan korban jiwa dan kerugian hingga ratusan miliar rupiah akibat perusakan fasilitas umum, kantor DPRD, Polsek, hingga gedung pemerintahan, menjadi pelajaran penting agar seluruh pihak menahan diri dan tidak terjebak provokasi.
Kristianto Manullang mengingatkan para elit politik untuk lebih berhati-hati dalam bertutur kata, mengingat sebelumnya sempat muncul kontroversi ucapan seorang anggota DPR yang menyebut rakyat dengan istilah kasar. “Jangan ada lagi statement kampungan yang melukai hati nurani rakyat. Ingat, kedaulatan ada di tangan rakyat,” tegasnya.
Mengutip pesan Bung Karno, “JAS MERAH Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah,” forum ini menekankan pentingnya membangun Indonesia dengan politik yang santun, berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
Di akhir forum, Agip Supendi SH., MH menyerukan agar seluruh elemen bangsa merapatkan barisan demi menjaga keutuhan NKRI. “Jangan mudah diobok-obok oleh politik asing. Satukan hati, rapatkan barisan, demi NKRI harga mati,” ujarnya disambut pekikan Merdeka! dari peserta.
(Bernard)














