SUARARAKYAT.info||Tanggerang-Prospek kuliner di Indonesia semakin menggeliat bahkan menjadi alternatif keluarga untuk tempat mengobrol sambil makan dan melepas penat setelah seharian sibuk dikantor.
Tak pelak kehadiran Restoran Ayam Kampung Pinang cabang ke-9, dijalan KH.Hasyim Ashari, No 1 Cipondoh, Tanggerang, pada Kamis (14/08), menjadi solusi yang tepat untuk memanjakan lidah dan mengisi perut yang kosong karena khusus di Cipondoh buka dari pagi sampai malam (9.00 pagi-10.00 malam).
Restoran yang sudah berdiri sejak 25 tahun yang lalu selalu diburu pecinta ayam kampung goreng dengan bumbu khas rempah-rempah asli Indonesia.Restoran Ayam Kampung Pinang ini mengusung konsep keluarga dengan menu spesial Goreng Ayam Kampung paket komplit harga ramah dikantong Rp 27.OOO.Selain menu spesial restoran ini juga menyajikan pecinta kuliner makanan pendamping seperti pepes tahu dan sate usus/kulit yang menggoda selera.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut DR. Efry Jhonly, SH, MH, MKn owner Restoran Ayam Kampung Pinang menyebut pembukaan cabang ke-9 ini selain profit yang menjanjikan kemudian animo masyarakat Indonesia akan makanan tradisional seperti ayam kampung goreng dengan bumbu khasnya selalu rame dikunjungi warga setiap harinya karena cita rasa cocok di lidah, bahkan sempat tembus 700-1000 potong/sehari.Disisi lain mempertimbangkan bisnis/usaha kuliner ini tidak akan pernah mati.
“Kenapa kita mengangkat ayam kampung karena bagaimanapun juga ayam kampung merupakan simbol dari pada suatu indentitas negeri.Selama ini kan kentuncky sehingga kita berusaha mengangkat ayam kampung ini ke tengah-tengah kota.’Jadi Ayam Kampung Masuk Kota’, ini konsep kita”.Insaallah mudah-mudahan ini awal dari kebangkitan produk lokal, hal seperti kita lestarikan,”ujar H.Efry Jhonly kepada suararakyat.info, di Tanggerang, Kamis (14/08/2025).
Sementara itu Mutia Rahmawati selaku pimpinan/pengelola Restoran Ayam Kampung Pinang cabang ke-9 bilang akan membawa strategi khusus tapi berbeda dengan restoran yang sudah buka sebelumnya masih konvensioanal.
“Kalau disini Restoran Ayam Kampung Pinang Cipondoh cabang ke-9 satu-satunya franchise semua bahan baku dari pusat disini tinggal penyajian kebetulan orang pusat juga selalu hadir artinya tidak dilepas. Strategi yang digunakan untuk menarik pengunjung yaitu jemput bola seperti memaksimalkan sosial media, mengundang ibu-ibu pengajian/anak-anak sekolah dan ibu-ibu arisan jadi marketnya disini cukup luas,”terangnya.
Ditempat yang sama Satriani Yudha Mahardika menambahkan selain menu utama Ayam Kampung Goreng Pinang, ada makanan pendamping seperti pepes tahu, sate usus/ampela/kulit.
“Makanan pendamping ini macamnya tidak terlalu banyak untuk menghindari otentik dari Ayam Kampung Pinang itu sendiri.Yang pasti kemasannya berbeda dengan yang di tenda-tenda.Untuk di ruko baru pertama kali dibuka di Cipondoh dengan target penjualan 300 potong/hari,”imbuhnya
Tak ketinggalan Hasyim Ashari owner utama Restoran Ayam Kampung Pinang menyatakan bisnis Ayam Kampung Pinang ini supaya bisa bertahan harus mempunyai ciri khas.
“Soal kempetitor tidak perlu kwatir karena selain memiliki rasa khas dari bumbu rempah-rempah asli Indonesia juga menjaga pasokan bahan baku dari lima suplier yang kualitas dan kuantitas sangat higienis dan halal,”tandasnya.
(han)














