Suararakyat.info.Jambi – Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, terus dipacu menjadi salah satu sentra produksi pangan strategis nasional. Kementerian Pertanian RI di bawah kepemimpinan Menteri Andi Amran Sulaiman menaruh perhatian besar terhadap potensi besar daerah yang berada di dataran tinggi ini. Langkah konkret pun telah diambil, mulai dari optimalisasi lahan pertanian hingga pembangunan infrastruktur irigasi guna mendukung swasembada dan ketahanan pangan nasional.selasa (29/7/2025)
Dalam kunjungan kerjanya ke Kerinci baru-baru ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan optimalisasi 12.000 hektare lahan pertanian di Kerinci. Lahan tersebut akan ditingkatkan produktivitasnya melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian, dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Selain itu, petani juga akan mendapat bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern serta perbaikan dan pembangunan infrastruktur irigasi yang memadai.
“Kerinci punya potensi luar biasa. Tanahnya subur, airnya melimpah, dan petaninya semangat. Ini adalah modal penting bagi Indonesia untuk mengejar swasembada beras yang berkelanjutan,” ujar Menteri Amran. “Kami targetkan lahan seluas 12.000 hektare bisa dioptimalkan, dan hasilnya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal Jambi, tapi juga bisa kita ekspor ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia dalam dua sampai tiga tahun ke depan.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menanggulangi ancaman krisis pangan global serta menstabilkan harga beras di pasar domestik. Dengan dukungan program nasional, Kabupaten Kerinci diharapkan mampu meningkatkan volume produksi beras secara signifikan, yang pada akhirnya memperkuat posisi Indonesia sebagai negara swasembada pangan.
Bupati Kerinci menyambut baik perhatian pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, selama ini sektor pertanian memang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Kerinci, namun masih terkendala akses permodalan, teknologi, dan infrastruktur. Dengan adanya bantuan dari Kementan, para petani diharapkan mampu meningkatkan hasil panen serta efisiensi produksi.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian. Ini adalah momentum besar bagi petani Kerinci. Kami siap mendukung penuh kebijakan ini dan bekerja sama lintas sektor demi tercapainya target swasembada dan ekspor beras dari Kerinci,” ujar Bupati.
Sebagai daerah yang dikenal dengan panorama alamnya yang indah serta kekayaan hasil bumi, Kerinci kini tengah bertransformasi menjadi daerah agraris modern. Selain beras, sektor pertanian lainnya seperti hortikultura, kopi, dan tanaman pangan lainnya juga mendapat perhatian untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Pemerintah juga berencana mendorong terbentuknya korporasi petani dan koperasi pangan untuk memperkuat tata niaga, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta memperluas akses pasar. Dengan demikian, petani tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga sebagai pelaku ekonomi yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
Apabila program ini berhasil, Kerinci berpotensi menjadi model nasional dalam pembangunan pertanian berbasis kawasan, sekaligus menunjukkan bahwa daerah di luar Pulau Jawa pun mampu menjadi poros ketahanan pangan nasional dan bahkan global. Pemerintah menargetkan dalam waktu 2–3 tahun ke depan, ekspor perdana beras Kerinci ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia dapat direalisasikan.
Dengan dukungan penuh dari semua pihak, bukan tidak mungkin Kerinci akan mencatatkan sejarah baru sebagai lumbung pangan strategis Indonesia di wilayah barat. Pemerintah, petani, dan masyarakat kini bersatu dalam satu tekad: menjadikan Kerinci bukan hanya swasembada, tetapi juga berdaulat dan berdaya ekspor.
(Red)














