Suararakyat.info.Bogor – Suasana Taman Ekspresi di kawasan Sempur, Kota Bogor, akhir pekan ini terlihat semarak dan penuh semangat kebudayaan. Dalam kegiatan sosial masyarakat yang berlangsung di ruang terbuka hijau tersebut, tampil memukau seni bela diri tradisional Indonesia yang sudah melegenda, yakni Pencak Silat dari perguruan Persatuan Gerak Badan (PGB) Bangau Putih.minggu (27/7/2025)
Kegiatan ini diprakarsai oleh PGB Bangau Putih Grup Lawang Gintung, salah satu cabang aktif dari perguruan yang telah berdiri sejak lama dan dikenal karena menggabungkan unsur bela diri Tiongkok (khususnya Shaolin) dengan seni gerak silat Nusantara, terutama budaya silat Sunda. Pimpinan grup ini di wilayah Bogor Selatan adalah Daniel Manuhuak, tokoh pencak silat berdarah Ambon yang turut berperan besar dalam membina generasi muda Bogor dalam dunia beladiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penampilan para pesilat muda baik putra maupun putri yang tampil pada kegiatan tersebut menyedot perhatian banyak pengunjung taman. Mereka berasal dari berbagai usia, mulai dari anak-anak usia dini hingga remaja. Rangkaian demonstrasi dimulai dengan sesi pemanasan, kemudian dilanjutkan dengan berbagai bentuk gerakan khas silat PGB Bangau Putih seperti keterampilan dasar, gerak pendek, teknik, hingga ambilan.
Bukan sekadar unjuk kebolehan, para anggota yang tampil juga merupakan atlet berprestasi. Dalam beberapa tahun terakhir, PGB Bangau Putih Bogor, khususnya dari grup Lawang Gintung, telah berhasil mengharumkan nama perguruan melalui berbagai ajang kejuaraan. Di antaranya, mereka sukses meraih lima medali perak dan tiga medali perunggu dalam ajang Piala Kemenpora serta Bogor Championship tahun 2024 yang diselenggarakan di Kota Bogor.
Daniel Manuhuak menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan seni bela diri asli Indonesia kepada masyarakat luas. “Kami ingin menunjukkan bahwa pencak silat bukan hanya olahraga atau bela diri semata, tapi juga warisan budaya yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Daniel menambahkan bahwa kegiatan seperti ini juga menjadi bentuk edukasi kepada generasi muda agar mencintai budaya sendiri serta menjauhi perilaku negatif. Latihan rutin perguruan ini dilakukan di beberapa titik di Kota Bogor, seperti di kawasan Lawang Gintung (Bogor Selatan), Arcadomas–perumahan BSI (Bogor Timur), dan SDN Catulampa 5 Bogor. Selain itu, perguruan PGB Bangau Putih juga telah memiliki jaringan latihan nasional dan internasional, termasuk di negara-negara seperti Prancis dan Amerika Serikat.
PGB Bangau Putih sendiri merupakan perguruan pencak silat yang didirikan oleh tokoh legendaris Subur Rahardja atau Liem Sin Tjoei. Ciri khas perguruan ini adalah kemampuannya menggabungkan gerak dasar bela diri Shaolin dengan seni silat lokal Indonesia, menciptakan gaya yang khas dan unik namun tetap mengakar pada filosofi kebudayaan Nusantara.
Dengan semangat kolaboratif dan niat luhur untuk melestarikan budaya bangsa, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa seni bela diri seperti pencak silat masih sangat relevan di tengah kehidupan modern. Semoga kegiatan serupa terus bergulir dan menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Indonesia.
(Yusdin Senoputra)














