Ketua MUI Cigombong Tegaskan Dugaan Transaksi Obat Golongan G Harus Ditangani Serius

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026 - 06:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Boogor – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, M. Zaenal Muhtadin, S.Ag, menegaskan keprihatinannya terkait adanya dugaan transaksi obat-obatan golongan G yang diduga beredar di wilayah Kecamatan Cigombong. Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga merupakan penyakit masyarakat yang berpotensi merusak moral dan masa depan generasi bangsa.

M Zaenal menekankan bahwa peredaran obat-obatan keras tanpa izin, khususnya obat golongan G, dapat membawa dampak serius bagi masyarakat, terutama kalangan remaja dan generasi muda. Ia menilai penyalahgunaan obat-obatan tersebut sering kali menjadi pintu masuk terhadap berbagai bentuk kriminalitas dan degradasi moral di tengah masyarakat.

“Segala perihal penyakit masyarakat harus kita tangani bersama agar tidak merusak generasi bangsa. Ini bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi tanggung jawab kita semua,” tegas M. Zaenal Muhtadin saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (15/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Zaenal menjelaskan bahwa MUI Kecamatan Cigombong tidak akan tinggal diam menyikapi dugaan tersebut. Namun demikian, ia menegaskan bahwa setiap langkah penanganan harus dilakukan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan melalui mekanisme yang tepat.

READ  Penasehat FORJIS Asep Suherman,S.H Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Koramil 0513/JLC Jalan Cagak, Kodim 0605 Subang

“Untuk penanganan yang sesuai aturan, kami akan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk langkah selanjutnya,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, aparat desa, hingga orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, peran keluarga dan masyarakat sangat penting dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang di tingkat akar rumput.

Zaenal berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti setiap informasi dan laporan yang berkembang di masyarakat secara profesional dan transparan. Ia menilai penegakan hukum yang tegas dan adil akan memberikan efek jera sekaligus menciptakan rasa aman bagi warga.

Sebagai lembaga keagamaan, MUI Cigombong juga berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan moral dan edukasi keagamaan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa pendekatan keagamaan harus berjalan seiring dengan penegakan hukum agar upaya pemberantasan penyakit masyarakat dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati. Edukasi moral dan keagamaan harus terus kita kuatkan, agar generasi muda tidak mudah terjerumus pada penyalahgunaan obat-obatan,” pungkasnya.

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lima Tahun Terlantar Tanpa Penanganan, Noval Warga Parakansalak Diduga Alami Gangguan Jiwa di Tengah Pusat Pemerintahan, Pemdes dan Puskesmas Disorot 
Tradisi yang Tak Lekang Waktu: Menyusuri Kehidupan dan Kearifan Lokal Kampung Naga di Tasikmalaya
Gelap Berkepanjangan di Jalur Parungkuda–Pakuwon, Warga Desak Perbaikan PJU dan Tambahan Lampu Baru
Banjir Limpahan Proyek Tol Bocimi Rendam Sawah Warga di Nagrak, Suara Protes Warga Menguat
SOP Mengalahkan Kemanusiaan, Dugaan Pelayanan RS Betha Medika Cisaat Picu Kemarahan Keluarga Pasien
MIO Desak Walikota Bertindak: Dualisme KNPI Sukabumi Dinilai Rawan Konflik, Pemerintah Diminta Segera Ambil Keputusan Tegas
Distribusi Dana Zakat Disorot: Kesehatan dan Dakwah Jadi Perbincangan Publik di Sukabumi
Pekerjaan Jembatan Kamandoran Karangtengah Mulai Dikerjakan, Bimob Polda Jabar Pantau Langsung Progres 
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:51 WIB

Lima Tahun Terlantar Tanpa Penanganan, Noval Warga Parakansalak Diduga Alami Gangguan Jiwa di Tengah Pusat Pemerintahan, Pemdes dan Puskesmas Disorot 

Jumat, 24 April 2026 - 08:17 WIB

Tradisi yang Tak Lekang Waktu: Menyusuri Kehidupan dan Kearifan Lokal Kampung Naga di Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 - 02:26 WIB

Gelap Berkepanjangan di Jalur Parungkuda–Pakuwon, Warga Desak Perbaikan PJU dan Tambahan Lampu Baru

Jumat, 24 April 2026 - 02:14 WIB

Banjir Limpahan Proyek Tol Bocimi Rendam Sawah Warga di Nagrak, Suara Protes Warga Menguat

Rabu, 22 April 2026 - 00:39 WIB

SOP Mengalahkan Kemanusiaan, Dugaan Pelayanan RS Betha Medika Cisaat Picu Kemarahan Keluarga Pasien

Berita Terbaru