Suararakyat.info.Garut- Dengan penuh rasa syukur dan kehangatan hati, sekelompok warga yang dipimpin oleh Irvan kembali bersua dalam sebuah pertemuan spiritual yang berlangsung di Kampung Cikendi, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Pertemuan ini bukanlah sekadar ajang temu kangen, namun merupakan momentum yang sarat makna, bernuansa keimanan dan kerinduan akan tali silaturahmi yang erat dalam bingkai kecintaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Berlokasi di bawah kaki Gunung Putri yang sejuk dan damai, tempat ini diyakini telah ditandai oleh kasih dan sayang Ilahi. Di sanalah para orang tua dan saudara-saudara seiman kembali duduk bersama dalam suasana kebersamaan yang khidmat dan penuh makna. Irvan, sebagai salah satu penggagas kegiatan ini, menuturkan bahwa pertemuan ini bukan hanya sebatas pertemuan fisik, melainkan juga menjadi wahana untuk menyelaraskan hati dan pikiran dalam jalan menuju Sang Khalik, Pemilik Mutlak segala sesuatu.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa bertemu kembali. Semua ini atas izin dan kehendak-Nya,” ujar Irvan penuh haru. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mempererat kembali jalinan persaudaraan, saling bertukar pengalaman, dan saling menopang dalam satu cita-cita mulia yaitu bertuhan, menuhankan, dan mencintai Tuhan Yang Maha Kuasa.(21/7/2025)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam suasana penuh keteduhan dan kekhusyukan, para peserta berkumpul untuk mendengarkan berbagai wejangan serta petunjuk dari apa yang disebut Irvan sebagai “sumber suara-Nya”. Mereka meyakini bahwa dalam perjalanan spiritual yang sejati, setiap insan dituntut untuk senantiasa menuntut ilmu dan belajar tidak hanya secara lahiriah, namun juga secara batiniah melalui petunjuk dan aturan yang diturunkan oleh Tuhan sendiri.
Adapun tiga prinsip utama yang menjadi titik tekan dalam pertemuan ini adalah:
1. Bertuhan kepada Pemilik Mutlak-Nya, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa.
2. Menuhankan kepada Pemilik Mutlak-Nya, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa.
3. Mencintai kepada Pemilik Mutlak-Nya, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ketiga prinsip tersebut diyakini sebagai landasan utama untuk mencapai derajat keimanan yang tinggi. Dengan bertuhan, menuhankan, dan mencintai Tuhan secara sungguh-sungguh, maka kehidupan manusia akan terarah dan penuh makna. Cita-cita dan harapan yang mereka bangun pun bukan semata-mata duniawi, tetapi lebih kepada pencapaian ruhani yang hakiki menjadi hamba yang dicintai oleh Tuhannya.

Irvan menyampaikan harapannya agar pertemuan ini tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi mampu memberi dampak nyata dalam peningkatan akhlak dan keteladanan, khususnya bagi diri sendiri, kemudian keluarga, dan masyarakat luas pada umumnya. Ia menekankan pentingnya menjadikan diri sebagai pribadi yang terus memperbaiki diri, mengembangkan cinta kasih dalam kehidupan, serta menebar nilai-nilai ketuhanan dalam setiap langkah.
“Semoga dengan pertemuan ini, kita semua diberi tambahan keimanan, dijadikan hamba yang berakhlak mulia, dan mampu menjadi suri teladan. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga bagi keluarga, tetangga, dan masyarakat di sekitar kita,” tuturnya penuh keyakinan.
Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar silaturahmi ini dapat terus terjalin di masa mendatang. Para peserta tampak saling berpelukan dan bertukar senyum, seolah menegaskan bahwa kehadiran mereka hari itu bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan spiritual yang lebih dalam lagi.
Garut hari itu tidak hanya menjadi saksi sebuah pertemuan manusia, tetapi juga sebuah pertemuan hati yang kembali kepada fitrahkepada Tuhan yang Esa, tempat segala sesuatu bersumber dan berakhir.
Aamiin yaa Rabbal ‘Aalamiin.
(Cep)














