SUARARAKYAT.info||Sukabumi – Rasa duka mendalam menyelimuti warga Kampung Padangenyang, RT 06 RW 03, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, setelah seorang anak bernama Raya meninggal dunia akibat sakit yang diderita. Kabar duka ini cepat menyebar dan mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk dari pT Perkebunan Nusantara 1 (PTPN ) Regional 2.sabtu (23/8/2025)
Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, pihak PTPN 1 regional 2 langsung turun tangan memberikan bantuan berupa paket sembako serta sejumlah uang tunai kepada keluarga almarhum.
Kedatangan rombongan PTPN 1 regional 2 disambut dengan penuh rasa haru dan antusias oleh pihak keluarga, masyarakat sekitar, serta Kepala Desa Cianaga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sangat prihatin dengan musibah yang menimpa keluarga almarhum saudara Raya. Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir dan tidak terulang kembali di Kabupaten Sukabumi. Kami mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini,” ungkap salah satu perwakilan pihak perkebunan ptpn 1.

Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Iyus, selaku Kepala Perkebunan Cibungur. Menurutnya, kabar meninggalnya almarhum Raya akibat sakit yang disebabkan oleh infeksi cacing membuat pihaknya merasa miris. “Dengan bantuan kecil yang kami serahkan, baik dari PTPN 1 Regional 2 maupun Perkebunan Cibungur, harapannya bisa sedikit meringankan beban keluarga almarhum,” ujarnya.
Warga sekitar pun menyampaikan apresiasi atas kepedulian pihak perkebunan terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. Mereka berharap perhatian serupa terus diberikan, bukan hanya ketika ada peristiwa duka, tetapi juga dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat pedesaan.
Tragedi yang menimpa almarhum Raya menjadi pengingat pentingnya perhatian pada kesehatan anak-anak, terutama di wilayah pedesaan yang rentan dengan penyakit akibat kurangnya sanitasi dan gizi. Diharapkan dengan adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta, kejadian serupa tidak lagi terjadi di masa mendatang.
(Yahya)














