Suararakyat.info.Jakarta– Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kerja sama perdagangan berkelanjutan dan mendorong kemitraan ekonomi hijau dengan Selandia Baru. Hal ini disampaikannya dalam pertemuan bilateral yang digelar sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dagang Indonesia dengan negara-negara mitra strategis di kawasan Pasifik.
Dalam sambutannya, Dyah Roro Esti menyampaikan bahwa kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Selandia Baru memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama dalam bidang energi terbarukan, perdagangan karbon, produk-produk ramah lingkungan, serta pertanian berkelanjutan. Kedua negara disebutnya memiliki kesamaan visi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya inklusif, tetapi juga selaras dengan tujuan pelestarian lingkungan global.
“Kami melihat Selandia Baru sebagai mitra yang sejalan dalam agenda transisi menuju ekonomi hijau. Indonesia membuka diri untuk menjajaki peluang kolaborasi di sektor perdagangan berbasis energi bersih, investasi hijau, serta pengembangan kapasitas SDM di bidang teknologi ramah lingkungan,” ujar Dyah Roro Esti.(2/7/2025)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan tersebut juga menjadi wadah diskusi strategis tentang peluang ekspor produk-produk unggulan Indonesia ke Selandia Baru, termasuk komoditas pertanian organik, produk perikanan berkelanjutan, dan barang-barang hasil industri kreatif yang telah menerapkan prinsip circular economy.
Selandia Baru sendiri menyambut positif ajakan tersebut. Dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Perdagangan dan Perusahaan Selandia Baru, disampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh peningkatan perdagangan hijau dengan Indonesia. Mereka juga membuka peluang kolaborasi dalam riset dan pengembangan teknologi ramah lingkungan serta pertukaran pengetahuan antar pelaku usaha kedua negara.
Langkah ini sejalan dengan prioritas nasional Indonesia dalam mempercepat implementasi agenda pembangunan rendah karbon, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta komitmen Indonesia dalam Perjanjian Paris.
Sebagai tindak lanjut konkret, Kemendag RI tengah merancang forum bisnis bilateral bertema “Green Trade and Investment Dialogue” yang rencananya akan digelar akhir tahun ini di Jakarta, menghadirkan delegasi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan lembaga riset dari kedua negara.
Upaya ini diharapkan dapat memberikan landasan kuat bagi pertumbuhan perdagangan yang tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, namun juga memperkuat ketahanan ekologi di tengah tantangan perubahan iklim global.
(Hs)














