Kepala BNN Peringatkan: Narkoba Ancam Masa Depan Bangsa, Diduga Ibu-Ibu Dijadikan Kurir Sindikat Internasional

- Penulis

Jumat, 27 Juni 2025 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Badan Narkotika Nasional (BNN) menyampaikan peringatan serius terhadap ancaman narkoba yang kini menyasar elemen paling mendasar dalam struktur sosial masyarakat: para ibu. Kepala BNN, Komjen Pol. Marthinus Hukom, menyatakan keprihatinan mendalam atas fenomena meningkatnya kasus ibu-ibu yang direkrut oleh sindikat narkoba internasional untuk menjadi kurir. Fenomena ini dinilai bukan hanya sebagai masalah hukum, melainkan juga ancaman besar terhadap moralitas dan masa depan generasi muda Indonesia.

“Karena kalau dibayangkan narkoba sudah menyasar para ibu-ibu, bagaimana kita bisa menggantungkan harapan kepada masa depan generasi muda kita ini? Padahal kita tahu sendiri bahwa ibu-ibu adalah basis pendidikan moral kita,” ujar Marthinus dalam keterangan persnya, Kamis (26/6/2025).

Marthinus menyebutkan bahwa peran ibu dalam keluarga tidak tergantikan. Mereka adalah fondasi moral, guru pertama bagi anak-anak, dan penjaga nilai-nilai kebaikan di rumah. Jika ibu sebagai agen pendidikan moral justru terjerat dalam praktik kejahatan narkoba, maka dampaknya bisa berantai dan destruktif terhadap tatanan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BNN mengungkapkan bahwa sindikat narkoba kini tidak hanya menyasar kalangan muda atau pelajar, tetapi juga mulai menargetkan kelompok yang dianggap lebih ‘tak terduga’ oleh aparat penegak hukum: ibu rumah tangga. Beberapa di antaranya terjebak karena tekanan ekonomi, tetapi banyak juga yang dimanfaatkan oleh sindikat karena dianggap tidak mencurigakan.

“Ini tidak boleh dianggap sepele. Saya dan BNN mengajak semua stakeholder aparat, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, dan seluruh lapisan bangsa untuk bersatu melihat fenomena ini sebagai masalah besar yang harus ditangani bersama,” tegasnya.

READ  Anggota Pengurus FABEM Aceh Kecam Penghilangan Empat Pulau dari Wilayah Aceh: Ini Menyulut Api Perdamaian Presiden Harus Turun Tangan

Lebih lanjut, Marthinus mendorong peningkatan literasi bahaya narkoba mulai dari lingkungan rumah. Menurutnya, edukasi harus dimulai dari lingkup terkecil: keluarga. Para orang tua, terutama ibu, perlu dibekali pemahaman tentang modus-modus sindikat narkoba dan bagaimana mereka bisa menjadi target.

Fenomena ini juga menambah panjang daftar kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan berbagai kalangan. Sebelumnya, sejumlah artis, pelajar, bahkan pejabat publik, telah terjerat dalam kasus serupa, memperlihatkan betapa luas dan sistematis jangkauan sindikat narkoba di Indonesia.

Dalam catatan BNN, kerja sama antarnegara juga semakin penting. Banyak sindikat narkoba internasional yang menjadikan Indonesia sebagai pasar dan jalur distribusi. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga nasional dan internasional dalam penindakan, serta penguatan hukum terhadap bandar besar, menjadi krusial.

Upaya penindakan BNN akan terus dilakukan, namun Marthinus menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan represif. Perlu ada gerakan moral dan sosial untuk memperkuat ketahanan keluarga serta membentengi generasi muda dari pengaruh destruktif zat adiktif ini.

“Kalau kita biarkan ini terus terjadi, berarti kita sedang menggadaikan masa depan bangsa,” pungkas Marthinus.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi
Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Berikan Pertolongan Pertama Kepada Warga Yang Terkena Parang Saat Kerja
17 Tahun LBH BALINKRAS: Dari Pendampingan Rakyat Kecil hingga Menjaga Marwah Keadilan di Tengah Tantangan Zaman
252 Siswa SDN Ciherang Sukabumi Tak Terima MBG Lebih Lima Bulan, Disebutkan Alasan Over Kuota
321 WNA Digulung di Hayam Wuruk, Polri Bongkar Dugaan Sindikat Judi Online dan Penipuan Daring Internasional Bernilai Miliaran Rupiah
TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Jadi Bukti Nyata Soliditas TNI-Polri dan Rakyat Kompak Bangun Kampung Tanah Rubuh
Kodaeral XIV Sorong Gelar Persami Korps Kadet Republik Indonesia Gelombang V
Penampungan Bak Air Bersih Capai Tahap Pengecoran Beton, Progres Signifikan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:11 WIB

Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:07 WIB

Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Berikan Pertolongan Pertama Kepada Warga Yang Terkena Parang Saat Kerja

Senin, 11 Mei 2026 - 14:16 WIB

17 Tahun LBH BALINKRAS: Dari Pendampingan Rakyat Kecil hingga Menjaga Marwah Keadilan di Tengah Tantangan Zaman

Senin, 11 Mei 2026 - 11:01 WIB

252 Siswa SDN Ciherang Sukabumi Tak Terima MBG Lebih Lima Bulan, Disebutkan Alasan Over Kuota

Senin, 11 Mei 2026 - 03:06 WIB

321 WNA Digulung di Hayam Wuruk, Polri Bongkar Dugaan Sindikat Judi Online dan Penipuan Daring Internasional Bernilai Miliaran Rupiah

Berita Terbaru

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati saat menyampaikan paparan pada Rapat Koordinasi Percepatan Perolehan SLHS dan Peningkatan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di SPPG Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan

Badan Gizi Nasional

BGN Tegaskan Relawan SPPG Wajib Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:57 WIB