Suararakyat.info.Pasuruan-Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pasuruan Raya menunjukkan langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah dengan menggelar silaturrahmi sekaligus audiensi bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pasuruan pada Selasa,(24/6/2025).Bertempat di Kantor Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan, kegiatan ini menjadi panggung penting bagi mahasiswa untuk menyuarakan kegelisahan, sekaligus menawarkan gagasan terhadap persoalan kebangsaan, ideologi, dan ketahanan sosial di tengah masyarakat yang makin kompleks.
Pertemuan ini dihadiri oleh pengurus Aliansi BEM dari berbagai kampus yang tergabung dalam lingkup Pasuruan Raya, serta Kepala Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan, Drs. Eddy Supriyanto, MM. Kehadiran mahasiswa dalam forum tersebut bukan sebatas seremoni, namun sarat muatan kritis dan strategis.
Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya, Muhammad Ubaidillah Abdi, dalam sambutannya menegaskan bahwa peran mahasiswa tak boleh terkungkung hanya dalam kritik dari luar sistem. Mahasiswa, kata dia, harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas ideologi bangsa dan memperkuat ketahanan sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Silaturrahmi ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah upaya konkret kami untuk ikut merawat nilai-nilai kebangsaan dari level bawah. Mahasiswa harus terlibat aktif, tidak hanya mengkritik, tetapi juga hadir dengan solusi,” tegas Ubaidillah Abdi.
Dalam sesi diskusi, perwakilan mahasiswa satu per satu melontarkan pertanyaan tajam dan menggugah. Rizqiyah, misalnya, menyoal penyebaran paham radikal di kalangan pelajar dan mahasiswa. Ia mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam memetakan dan menanggulangi potensi infiltrasi ideologi ekstrem di ruang-ruang pendidikan.

Sementara itu, Nur Muhammad Iqbal menyoroti pentingnya literasi kebangsaan di lingkungan kampus yang menurutnya masih minim. “Perlu ada pendekatan kreatif dan sistematis untuk membumikan Pancasila dan nilai-nilai kebhinekaan di kalangan mahasiswa,” ujarnya.
Tak kalah penting, Achmad Khozin mengusulkan program kolaboratif antara mahasiswa dan Bakesbangpol guna meredam bibit intoleransi yang mulai tumbuh di tengah masyarakat. Sementara M Qomaruddin menyoroti tantangan kontemporer yang dihadapi negara, seperti radikalisme digital, ancaman disintegrasi sosial, dan degradasi partisipasi demokrasi. Ia juga mempertanyakan bagaimana Bakesbangpol bisa bersinergi dengan lembaga lain, termasuk masyarakat sipil, untuk memperkuat ketahanan demokrasi dari akar rumput.
Di sisi lain, M Faisal Harun dan Akhmad Mercy Amir mendorong Bakesbangpol agar lebih membuka ruang partisipasi mahasiswa dalam program-program resmi pemerintah seperti Forum Dialog Kebangsaan dan Sekolah Demokrasi, serta meminta perhatian serius atas pengembangan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di Kabupaten Pasuruan.
Menanggapi berbagai pertanyaan dan kritik tersebut, Drs. Eddy Supriyanto, MM, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan, menyambut baik semangat kritis mahasiswa. Ia mengapresiasi keberanian dan ketajaman analisis para mahasiswa, serta menyatakan kesiapan institusinya untuk berkolaborasi lebih jauh.
“Kami sangat terbuka terhadap keterlibatan mahasiswa. Ini momentum penting untuk membangun sinergi yang sehat antara pemerintah dan generasi muda. Kami tidak hanya siap mendengar, tapi juga mengajak mahasiswa menjadi bagian dari solusi,” ujar Eddy Supriyanto.
Lebih lanjut, Eddy menegaskan bahwa Bakesbangpol akan memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang bertujuan memperkuat literasi kebangsaan, meningkatkan toleransi, serta menjaga harmoni sosial di tengah perbedaan yang ada.
Silaturrahmi ini menandai awal dari babak baru hubungan antara mahasiswa dan pemerintah daerah. Mahasiswa tidak lagi sekadar menjadi kelompok tekanan dari luar, melainkan mitra kritis dan strategis dalam pembangunan ideologi dan sosial di tingkat lokal. Di tengah ancaman radikalisme, apatisme politik, dan krisis identitas kebangsaan, gerakan ini menjadi sinyal bahwa generasi muda Pasuruan masih punya semangat untuk menjaga api kebangsaan tetap menyala.
(Hs)














