Rakyat Jatim Menggugat: Gelombang Tuntutan Turunkan Gubernur Jawa Timur Menggema,Ini Tuntutan Aktivis

- Penulis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 04:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURARAKYAT.info||Surabaya-Gelombang kekecewaan masyarakat Jawa Timur terhadap kepemimpinan gubernur semakin menguat. Pada Rabu, 3 September 2025, sejumlah elemen masyarakat yang menamakan diri sebagai Rakyat Jawa Timur menyuarakan tuntutan keras dengan seruan yang tak main-main: “Turunkan Gubernur Jawa Timur.”

Seruan ini bukan tanpa alasan. Menurut kordinator Aksi Cak Soleh, ada tiga persoalan mendasar yang mencerminkan kegagalan kepemimpinan di tingkat provinsi, bahkan memunculkan dugaan praktik penyalahgunaan wewenang yang merugikan rakyat.Kamis (21/8/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertama, persoalan mengenai pengampunan pajak kendaraan bermotor serta pajak bumi dan bangunan (PBB) yang dianggap tidak transparan dan tidak berpihak pada masyarakat kecil. Alih-alih meringankan beban, kebijakan perpajakan yang tidak jelas arah dan realisasinya justru dituding semakin memberatkan rakyat di tengah kondisi ekonomi yang kian sulit.

Kedua, masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan kasus korupsi terstruktur di Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dugaan praktik korupsi ini bahkan disebut-sebut melibatkan pejabat tinggi hingga level gubernur. Jika benar adanya, hal ini menjadi tamparan keras terhadap upaya pemberantasan korupsi dan mencoreng wajah demokrasi di Jawa Timur.

Ketiga, publik menyoroti maraknya praktik pungutan liar (pungli) di lembaga pendidikan SMA dan SMK yang berada di bawah naungan Pemprov Jawa Timur. Dugaan praktik pungli ini, jika tidak segera diberantas, dikhawatirkan akan merusak sendi-sendi pendidikan sekaligus mengorbankan masa depan generasi muda Jawa Timur.

READ  Yakub F Ismail: Kala Niat Baik Berbuah Petaka, Belajar dari Kasus 'Es Gabus'

Seruan “Rakyat Jatim Menggugat” ini lahir dari akumulasi rasa kecewa masyarakat yang merasa tidak lagi mendapatkan keadilan, baik dalam sektor perpajakan, tata kelola pemerintahan, maupun layanan pendidikan. Mereka menilai, jika permasalahan ini tidak segera diusut, maka kredibilitas pemerintah daerah akan semakin runtuh.

Aksi ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Timur tidak tinggal diam melihat dugaan penyimpangan yang terjadi. Mereka menuntut adanya langkah tegas dari aparat hukum, transparansi dari pemerintah daerah, serta keberpihakan nyata kepada rakyat kecil.

Dengan lantang,Cak Soleh menegaskan bahwa suara rakyat adalah amanah yang tidak boleh diabaikan. Seruan untuk menurunkan gubernur Jawa Timur menjadi simbol perlawanan terhadap praktik korupsi, pungli, dan kebijakan yang dinilai menyengsarakan rakyat.

Gelombang tuntutan ini diperkirakan akan terus bergulir, seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang merasa terpinggirkan. Jika tidak ditanggapi serius, bukan tidak mungkin aksi ini akan menjelma menjadi gerakan besar yang mengguncang kursi kekuasaan di Jawa Timur.

 

(Hilman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi Berakhir Tanpa Hasil, PC PMII Pasuruan Gugat Kepemimpinan PKC Jatim dan Soroti Kedekatan dengan Penguasa
Dinilai Abaikan Amanat Reformasi, BEM Pasuruan Raya Tolak Keras Pengesahan Revisi UU Polri
Ormas Aksi Bela Rakyat Serahkan Berkas Hak Angket ke DPRD, Usulkan Pemakzulan Wali Kota Sukabumi
Keponakan Pahlawan Nasional Marsinah, Prajurit TNI AD Wahyu Tetap Tegar Bertugas di Papua Meski Ditinggal Sang Ayah
Sesat Pikir “Public Trust”, Ketika Penegakan Hukum Tereduksi Menjadi Sekadar Pencitraan
Empat Bulan Buron, Oknum Kiai Cabul Cicantayan Belum Ditangkap: Publik Pertanyakan Nyali dan Keseriusan APH
APMP Jatim Serahkan Dokumen Bukti Tambahan Dugaan Korupsi RSUD Dr Soetomo ke Kejari Surabaya, Minta Proses Hukum Transparan 
Diduga Gelanggang Judi Sabung Ayam di Teporo Kian Terang-terangan, Kepercayaan Publik terhadap Penegak Hukum Dipertaruhkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:49 WIB

Aksi Berakhir Tanpa Hasil, PC PMII Pasuruan Gugat Kepemimpinan PKC Jatim dan Soroti Kedekatan dengan Penguasa

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:06 WIB

Dinilai Abaikan Amanat Reformasi, BEM Pasuruan Raya Tolak Keras Pengesahan Revisi UU Polri

Selasa, 9 Juni 2026 - 00:26 WIB

Ormas Aksi Bela Rakyat Serahkan Berkas Hak Angket ke DPRD, Usulkan Pemakzulan Wali Kota Sukabumi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:20 WIB

Keponakan Pahlawan Nasional Marsinah, Prajurit TNI AD Wahyu Tetap Tegar Bertugas di Papua Meski Ditinggal Sang Ayah

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:10 WIB

Sesat Pikir “Public Trust”, Ketika Penegakan Hukum Tereduksi Menjadi Sekadar Pencitraan

Berita Terbaru