Suararakyat.info.Jakarta – Buah lokal kembali menjadi sorotan dalam lanskap pertanian nasional. Data terbaru menunjukkan bahwa pisang menjadi buah paling banyak diproduksi di Indonesia, dengan capaian fantastis sebesar 9,69 juta ton. Angka ini jauh mengungguli produksi buah-buahan lainnya seperti mangga, salak, nanas, jeruk siam, dan durian, yang juga mencatat volume signifikan namun masih di bawah dominasi pisang.
Pencapaian ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari pertumbuhan nyata sektor hortikultura yang semakin kuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan petani. Produksi buah lokal yang stabil dan terus meningkat membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mewujudkan kemandirian pangan dan ekspor hasil pertanian.
Sektor hortikultura sendiri menjadi salah satu penopang utama dalam pembangunan pertanian nasional. Tak hanya menyediakan bahan pangan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sumber pendapatan utama bagi jutaan petani di berbagai daerah. Buah-buahan seperti pisang, mangga, dan nanas tidak hanya laris di pasar domestik, tetapi juga mulai menembus pasar ekspor berkat kualitas dan cita rasanya yang khas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut para pengamat pertanian, keberhasilan Indonesia dalam produksi hortikultura perlu terus didorong melalui berbagai strategi, termasuk penguatan kelembagaan petani, pendampingan teknologi budidaya, hingga pengembangan pasar dalam dan luar negeri. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menegaskan komitmennya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing hortikultura sebagai bagian dari agenda besar ketahanan pangan nasional.
Namun, keberhasilan sektor ini tidak hanya bergantung pada peran pemerintah semata. Kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi buah lokal juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan rantai produksi. Dengan membeli dan menikmati buah hasil pertanian lokal, masyarakat secara langsung turut serta mendukung petani, menjaga stabilitas harga, serta memperkuat ekonomi desa.
“Buah lokal kita tidak kalah dari buah impor. Bahkan, pisang dan mangga kita banyak disukai karena rasa yang lebih manis dan alami. Ini potensi besar untuk terus dikembangkan,” ujar Sari Rahmawati, seorang pelaku usaha agribisnis hortikultura di Jawa Timur.(14/6/2025)
Kini, dengan semangat untuk mencintai produk dalam negeri, kampanye konsumsi buah lokal terus digalakkan. Dari meja makan hingga pasar modern, buah-buahan Indonesia hadir sebagai pilihan utama yang sehat, segar, dan menyejahterakan.
Mari bangga konsumsi buah lokal. Dukung petani kita, dan jadikan buah nusantara sebagai identitas pangan sehat Indonesia.
(Red)














