Prof Sumaryoto: Kerja Sama TNI Dengan Perguruan Tinggi Equal, Memberikan Kemanfaatan

- Penulis

Jumat, 13 Juni 2025 - 03:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Kerjasama antara institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Perguruan Tinggi yang diinisiasi oleh pemerintah pusat menuai polemik.Padahal Memorandum of Understanding (MOU) ini tidak akan mengintervensi ruang akademik/kebebasan berpikir dikampus apalagi militerisasi.

Menurut Prof Sumaryoto sebenarnya jika bicara akademik tidak seperti itu, itu pemahaman yang sempit.Namanya kerja sama jelas tertuang dalam nota kesepahaman yang secara detail dibuat derivasi nya dalam perjanjian kerja sama ( PKS ).

“Masing-masing perguruan tinggi kalau memang ada format kerjasama akan melihat apa saja yang menjadi poin-poin kerjasama, nanti bisa disepakati/mufakati bersama, kemudian tidak serta merta kerja sama dengan TNI/militer adalah militerisasi, itu pemahaman yang sempit, kecuali melakukan yang sifatnya diluar nalar akademik atau diluar forum kerjasama,”ujar Prof Sumaryoto Rektor Unindra kepada suararakyat.info, di Jakarta, Jumat (13/06/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prof Sumaryoto menyebut bentuk kerja sama secara hukum dilindungi, dengan pihak siapa saja , baik dalam dan luar negeri.Karena polanya sudah jelas bahwa kerja sama ini adalah terkait dengan pembangunan IT, ini juga perlu untuk perbaikan-perbaikan dan pengembangan teknologi, lalu dengan siapa lagi kalau bukan dengan perguruan tinggi.

READ  BPKN Sebut Pelaku Usaha Wajib Tanggung Jawab, Konsumen Bisa Tempuh Class Action

“Intinya saling memberikan kemanfaatan.Yang penting disepakati kedua belah pihak,”imbuhnya.

Diketahui dalam hal kerja sama tambah Prof Sumaryoto adalah equal kedudukannya sama, ada hak dan kewajiban.Jadi tidak ada yang namanya mengendalikan dan dikendalikan.

“Namanya MOU artinya equal antara pihak pertama dan kedua kedudukannya sama,”terangnya

Disinggung terkait siswa/anak masuk ke barak militer menurut Prof Sumaryoto sesuatu yang kurang tepat kalau hanya mengambil putusan sesaat untuk mengatasi disiplin anak. Sementara hal tersebut sebagai imbas dari beberapa faktor semisal tekanan ekonomi, orang tua yang bermasalah muaranya sama yaitu kenakalan, tapi penyebabnya lain-lain.

“Jadi tidak bisa secara represif masuk barak.Seperti penyakit harus diagnosa dulu penyebab panas tidak sama, semisal anak nakal terapinya harus tepat.

Yang paling penting adalah akar masalahnya harus dipecahkan secara tuntas ,”tandasnya

 

( s handoko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Safari Jurnalistik PWI Menuai Kecaman Dari berbagai Jurnalis yang Ada di kabupaten Bogor Dinilai Ciderai Kemerdekaan Pers.
Tingkatkan Keimanan Dan Ketakwaan, Koarmada III Ikuti Kauseri Agama Terpusat Koarmada RI Oleh Kodaeral VII Melalui Virtual
65 Tahun Menanti Kepastian SHM, Warga Cirendeu Desak Pemkot Tangsel dan ATR/BPN Hadir Berikan Solusi Agraria
Firman Wijaya Tegaskan Pentingnya Keadilan Kontraktual bagi Keberlanjutan Proyek Konstruksi Nasional
Tim Mangewang Polresta Sorong Kota Ringkus Pelaku Curas, Kapolresta Tegaskan Komitmen Berantas Kejahatan Jalanan
Panglima Koarmada III Gelar Penghijauan Markas Guna Wujudkan Lingkungan ASRI
Posbakumadin Luncurkan Panduan Advokasi Pertanahan, Soroti Dugaan Cacat Administrasi dalam Penerbitan Sertifikat Tanah
Kapolda PBD Resmi Diperkenalkan Lewat Gala Dinner, Perkuat Kolaborasi Lewat Sinergi Bersama Forkopimda dan Masyarakat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:17 WIB

Safari Jurnalistik PWI Menuai Kecaman Dari berbagai Jurnalis yang Ada di kabupaten Bogor Dinilai Ciderai Kemerdekaan Pers.

Kamis, 9 Juli 2026 - 03:33 WIB

Tingkatkan Keimanan Dan Ketakwaan, Koarmada III Ikuti Kauseri Agama Terpusat Koarmada RI Oleh Kodaeral VII Melalui Virtual

Kamis, 9 Juli 2026 - 02:48 WIB

65 Tahun Menanti Kepastian SHM, Warga Cirendeu Desak Pemkot Tangsel dan ATR/BPN Hadir Berikan Solusi Agraria

Kamis, 9 Juli 2026 - 02:11 WIB

Firman Wijaya Tegaskan Pentingnya Keadilan Kontraktual bagi Keberlanjutan Proyek Konstruksi Nasional

Rabu, 8 Juli 2026 - 02:09 WIB

Tim Mangewang Polresta Sorong Kota Ringkus Pelaku Curas, Kapolresta Tegaskan Komitmen Berantas Kejahatan Jalanan

Berita Terbaru

Pemerintah

Rapat Paripurna ke-9 DPRD Kabupaten Sukabumi Tahun Sidang 2026

Kamis, 9 Jul 2026 - 14:58 WIB