Cep Toto dan Mimpi dari Pesisir: Aktivis Muda Perantau yang Ingin Bangkitkan Pariwisata Pantai Jayanti Bersama Rakyat

- Penulis

Senin, 9 Juni 2025 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Cianjur– Ketika angin laut bertiup membawa kabar dari ombak yang tak pernah diam, seorang aktivis muda berdiri di bibir Pantai Jayanti dengan tekad yang tak kalah kuat dari karang. Namanya Cep Toto. Ia bukan pejabat, bukan juga pengusaha. Ia hanya aktivis muda biasa, seorang perantau yang meninggalkan tanah kelahirannya dengan satu mimpi besar: menjadikan Pantai Jayanti sebagai destinasi pariwisata unggulan Jawa Barat, namun tanpa mengorbankan rakyat dan lingkungan.

Cep Toto lahir dan besar di garut,dan kini merantau di sebuah kecamatan di ujung selatan Kabupaten Cianjur yang berbatasan langsung dengan Laut Selatan.ia merantau ke cianjur untuk mencari ilmu dan pengalaman hidup. Namun hati dan pikirannya tak pernah benar-benar lepas dari tanah pesisir tempat ia merantau. Dalam setiap debur ombak Jayanti, dalam setiap tatap nelayan yang kembali dari laut, ia melihat potensi yang luar biasa bukan hanya soal keindahan alam, tetapi tentang bagaimana masyarakat bisa berdaya di tengah geliat pariwisata yang seringkali timpang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya bukan siapa-siapa. Tapi saya percaya, kalau kita mau bersinergi anak muda, masyarakat, dan pemerintah kita bisa bangun Jayanti ini jadi daerah tujuan wisata yang dikenal luas, tapi tetap berpihak ke rakyat kecil,” ujar Cep Toto dalam sebuah wawancara di sebuah saung sederhana tak jauh dari bibir pantai.

Bagi Cep Toto, pariwisata bukan hanya soal mendatangkan turis dan uang. Lebih dari itu, pariwisata adalah alat untuk membangun masa depan masyarakat. Ia bermimpi bahwa setiap warga Cidamar dan sekitarnya bisa mendapatkan manfaat langsung dari hadirnya wisatawan entah itu lewat homestay, warung makanan khas, kerajinan tangan, jasa pemandu lokal, atau pertunjukan seni tradisional.

“Saya tidak ingin Jayanti jadi pantai yang indah tapi warganya tetap sederhana. Kita harus ubah itu. Kita harus jadi tuan rumah di tanah sendiri,” tegasnya.

Semangatnya bukan sekadar wacana.Cep Toto ingin memulai menggagas kegiatan gotong royong membersihkan area pantai, membentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis), hingga mengajak warga muda untuk membuat konten media sosial yang mempromosikan Jayanti dengan cara yang otentik. Bukan dengan visual glamor yang menipu, tetapi dengan cerita nyata: kehidupan nelayan, budaya lokal, dan keindahan pantai yang masih alami.

READ  Pangdam III/Siliwangi Hadiri Bakti Sosial Manunggal TNI dan Rakyat di Subang

Dukungan pun mulai datang. Beberapa tokoh masyarakat menyambut langkah Cep Toto dengan antusias. Bahkan, sejumlah wisatawan yang datang dari Bandung, Sukabumi, hingga Jakarta, mengaku tertarik datang setelah melihat konten-konten sederhana namun jujur tentang Pantai Jayanti.

“Yang dibutuhkan itu bukan hotel mewah. Tapi akses jalan yang layak, kebersihan, dan keramahan masyarakat. Kalau itu bisa dijaga, turis akan datang dengan sendirinya,” jelas Cep Toto sambil menunjuk jalan sempit berdebu yang menuju pantai.

Ia menyadari, membangun pariwisata itu bukan perkara sehari dua hari. Tapi ia yakin, jika semua pihak mau duduk bersama, Jayanti bisa menjadi contoh pembangunan wisata berbasis rakyat yang ramah lingkungan dan adil secara ekonomi.

Kini, Cep Toto tak lagi hanya sekadar aktivis muda perantau. Ia telah menjadi simbol semangat baru di pesisir Cianjur Selatan. Simbol perlawanan terhadap pola pembangunan yang elitis dan eksploitatif. Dan simbol harapan, bahwa perubahan bisa dimulai dari mimpi sederhana seorang anak kampung yang datang membawa cinta.

Pantai Jayanti tidak butuh investor besar yang datang membawa janji-janji kosong. Yang dibutuhkan adalah orang-orang seperti Cep Toto yang mencintai tanahnya, memahami warganya, dan mau bekerja dari bawah, bersama-sama.

Untuk siapa pun yang membaca cerita ini, jika suatu hari nanti menjejakkan kaki di pasir hangat Jayanti, tengoklah sekitar. Lihat nelayan yang berada didermaga kecil, anak-anak yang bermain di pesisir pantai , dan senyum tulus dari para ibu yang menawarkan makanan khas pantai . Di sana, di tengah mereka, mungkin ada Cep Toto yang lain. Yang sedang menenun mimpi, di antara ombak dan angin.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!
DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati
Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku
Tol Bocimi Melaju, Jalan Kabupaten Terluka: Ayi Permana Desak Tanggung Jawab
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:28 WIB

Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:44 WIB

Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:19 WIB

Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:01 WIB

Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!

Berita Terbaru