Suararakyat.info PEKANBARU – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, masyarakat Riau menggelar acara penyampaian Maklumat Pengusulan Daerah Istimewa Riau di halaman Balai Adat Tennas Effendi, LAMR Provinsi Riau. Acara ini menjadi momentum penting dalam perjuangan panjang masyarakat Riau untuk mendapatkan pengakuan sebagai daerah istimewa.
Tokoh Budaya Riau sekaligus Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Bengkalis, Datuk Seri Syaukani Al Karim, menjadi pembicara pertama yang menyampaikan orasi. Dalam pidatonya, beliau menegaskan bahwa masyarakat Riau telah memperjuangkan status istimewa sejak lama.
“Sejak tahun 1950, tujuh tahun sebelum Provinsi Riau berdiri, masyarakat Swa-Praja Siak telah mengusulkan status Daerah Istimewa. Usulan ini patut diterima, sebab Riau tidak datang ke pangkuan Republik Indonesia dengan tangan kosong, melainkan menyumbangkan seluruh sumber daya yang dimilikinya,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat dihubungi media, Datuk Seri Syaukani membenarkan keterlibatannya dalam acara tersebut dan menyatakan bahwa status istimewa akan menjadi modal penting bagi pembangunan Riau ke depan.
“Saya berharap semua pihak dapat mendukung usulan ini, demi masa depan generasi Riau,” ujarnya.
Selain Datuk Seri Syaukani, sejumlah tokoh lainnya juga menyampaikan orasi, di antaranya:
Drs. Auni M. Noor (Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Riau)
KH. Abdurrahman Qoharuddin (Ketua FKUB Riau)
Ir. Fahrunnas MA Jabbar (Wakil Ketua DMDI Riau)
Afrizal, DS (Wakil Ketua MUI Riau)
Drh. Chaidir, MM (Ketua FKPMR Provinsi Riau)
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, termasuk para bangsawan dan tokoh adat Riau, antara lain:
Sultan Pelalawan, H. Tengku Besar Kamaroeddin
Raja Gunung Sahilan XII, Tengku Muhammad Nizar
Timbalan Mangkubumi Kesultanan Siak, Tengku Muhammad Toha
Ketua Perhimpunan Kekerabatan Kerajaan Inderagiri, H. Raja Maizir Mit
Datuk Abdul Malik, Datuok Ajo Dubalai Andiko 44 Muara Takus
Dari unsur pemerintahan, hadir Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi Riau Zulkifli Syukur, serta perwakilan dari Korem 031/Wira Bima, Polda Riau, dan Kejaksaan Tinggi Riau. Hadir pula perwakilan dari berbagai organisasi kemasyarakatan, keagamaan, dan kewanitaan.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan Maklumat Pengusulan Daerah Istimewa Riau oleh Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, Ketua Umum DPH LAMR Provinsi Riau. Kemudian, dilakukan pembukaan selubung Deklarasi Daerah Istimewa Riau oleh Ketua Umum MKA LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri H. Raja Marjohan. Prosesi Tepuk Tepung Tawar menandai kehikmatan acara, yang ditutup dengan doa oleh Prof. Muchtar Samad.
Semua elemen yang hadir sepakat, bahwa Riau layak dan patut diberikan status sebagai Daerah Istimewa oleh Pemerintah Republik Indonesia.*(Dody)














