Menjemput Asa di Ujung Negeri: Freddy dan Sanggitha Bawa Harapan Baru untuk Layanan Kanker Daerah

- Penulis

Sabtu, 17 Mei 2025 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Di tengah keterbatasan akses layanan kesehatan di daerah, dua dokter muda Freddy Linardo dari Tarakan, Kalimantan Utara, dan Sanggitha Yuningtyas dari Lombok, Nusa Tenggara Barat memilih jalan yang tak mudah: menjadi pionir dalam membangun layanan kanker di tempat asal mereka. Mereka kini tergabung dalam batch pertama Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit (Hospital Based) di RS Kanker Dharmais, Jakarta.

Bukan tanpa alasan mereka memilih fokus pada onkologi. Pengalaman melihat masyarakat di kampung halaman yang terlambat mendapatkan diagnosis atau perawatan kanker telah menjadi panggilan hati. Banyak dari mereka yang tak memahami gejala awal, tak punya cukup akses ke fasilitas medis, atau harus menempuh perjalanan panjang demi pengobatan yang layak.

“Saya sering melihat pasien datang dengan stadium lanjut karena sebelumnya tak tahu harus ke mana,” ujar Freddy, mengenang praktiknya di Tarakan. Hal serupa dirasakan Sanggitha di Lombok. “Kami butuh dokter spesialis yang bisa hadir langsung, dekat dengan masyarakat, bukan hanya di kota besar,” tambahnya.(16/5/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program Hospital Based di RS Kanker Dharmais memberikan mereka ruang untuk belajar langsung dari para pakar, dengan pendekatan yang terintegrasi antara pendidikan dan pelayanan. Empat bulan sudah mereka ditempa di rumah sakit rujukan nasional ini belajar tidak hanya tentang ilmu kedokteran, tapi juga tentang empati, ketangguhan, dan komitmen.

READ  Dinkes Kota Sorong beri Bantuan Kepada Bayi Penderita Hidrosepalus dan Jantung Bocor

“Setiap hari kami diingatkan, bahwa ilmu ini bukan untuk kami simpan, tapi untuk dibawa pulang,” tutur Sanggitha. Mereka ingin menjadi lebih dari sekadar dokter spesialis. Mereka ingin menjadi agen perubahan.

Tentu, jalan ini penuh tantangan. Rindu kampung halaman, tekanan studi yang tinggi, dan tuntutan profesionalisme menjadi keseharian mereka. Namun, dukungan keluarga, rekan sesama peserta PPDS, serta bimbingan dari para konsulen menjadi bahan bakar semangat mereka.

Freddy dan Sanggitha adalah potret generasi dokter muda yang tak hanya pintar, tetapi juga punya visi sosial yang kuat. Mereka tidak hanya ingin menjadi ahli dalam bidangnya, tetapi juga menjadi jembatan harapan bagi masyarakat di daerah terpencil yang selama ini termarjinalkan dalam layanan kanker.

Dengan semangat yang tak padam, mereka terus melangkah. Karena bagi mereka, pulang bukan sekadar kembali melainkan membawa perubahan.

Sumber: Kemenkes RI

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa
Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Untuk Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa
Tragedi Tambrauw, Nakes Papua Barat Daya Desak Jaminan Keamanan dan Usut Tuntas Pelaku
RS Ananda Babelan Terancam Dilaporkan Terkait Dugaan Pemberian Obat Kadaluwarsa
Orang Tua Pasien Pertanyakan Obat Expired di RS Ananda Babelan
Relawan Sehati Sejahtera Bantu Warga Sukamaju Tertolak Perhatian Desa
Apresiasi Kinerja Nakes, RSUD Sele Be Solu Beri Penghargaan Kepada Tenaga Kesehatan
Bahas Isu Strategis, Dinkes Bengkalis Gelar Forum PD Renja 2027
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 10:21 WIB

Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa

Selasa, 7 April 2026 - 09:35 WIB

Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Untuk Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:57 WIB

Tragedi Tambrauw, Nakes Papua Barat Daya Desak Jaminan Keamanan dan Usut Tuntas Pelaku

Senin, 16 Maret 2026 - 07:59 WIB

RS Ananda Babelan Terancam Dilaporkan Terkait Dugaan Pemberian Obat Kadaluwarsa

Minggu, 15 Maret 2026 - 11:02 WIB

Orang Tua Pasien Pertanyakan Obat Expired di RS Ananda Babelan

Berita Terbaru