Secara Resmi Pemerintah Bentuk Satgas Khusus, Tindak Tegas Premanisme dan Ormas Meresahkan

- Penulis

Selasa, 6 Mei 2025 - 23:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Pemerintah Indonesia resmi membentuk Satuan Tugas Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Meresahkan sebagai bentuk komitmen untuk menegakkan hukum dan menjaga keamanan masyarakat. Pembentukan Satgas ini diumumkan pada Selasa malam, 6 Mei 2025, oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Budi Gunawan.

Dalam keterangannya, Budi Gunawan menyampaikan bahwa masyarakat diimbau untuk turut serta dalam upaya pemberantasan premanisme dengan melaporkan segala bentuk tindakan yang mencurigakan. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila menemukan aktivitas pemerasan, pungutan liar, intimidasi, atau tindakan premanisme lainnya yang dilakukan oleh individu maupun kelompok,” ujar Budi.

Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan rasa aman masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Ormas-ormas yang kerap bertindak di luar batas hukum, menimbulkan keresahan, atau bahkan menghambat proses pembangunan, kini menjadi perhatian utama Satgas ini.

Satgas Terpadu akan terdiri dari unsur kepolisian, TNI, kejaksaan, serta lembaga pemerintahan terkait lainnya. Mereka akan bertugas melakukan pemantauan, investigasi, hingga tindakan hukum langsung terhadap oknum-oknum yang terbukti melakukan pelanggaran.

Pemerintah juga tengah mempersiapkan sistem pelaporan yang dapat diakses publik secara mudah dan aman. Diharapkan, keterlibatan aktif masyarakat dalam melaporkan tindakan premanisme dapat mempercepat proses penindakan dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih tertib.

Langkah pembentukan Satgas ini mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan pelaku usaha yang selama ini merasa terganggu oleh aktivitas premanisme dan ormas yang menyimpang. Dengan adanya struktur penanganan yang jelas dan terkoordinasi, harapan akan terciptanya ruang publik yang aman dan adil pun semakin menguat.


(*)

READ  Menko Yusril,Dorong Penguatan Pengawasan Cegah Praktik Maladministrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musrenbang Papua Barat Daya Resmi Dibuka, Otsus Jadi Kunci Pembangunan Inklusif
HKG PKK ke-54 Papua Barat Daya Dicanangkan, Fokus Penguatan 10 Program Pokok PKK
Perjuangkan Hak Orang Asli Papua, DPR Kota Sorong Siapkan Regulasi Khusus
Menteri PPPA Minta Maaf, Tegaskan Fokus Penanganan Trauma dan Perlindungan Anak Korban Tragedi Kreta Api Bekasi Timur
Dukung Program Nasional, Pemkot Sorong Gratiskan BPHTB bagi Warga Berpenghasilan Rendah
Pemkot Sorong Resmi Bebaskan PBG dan BPHTB untuk MBR, Dorong Perumahan Rakyat
Ditegur Menteri PKP, WaliKota Sorong Pastikan BPHTB dan PBG Gratis Mulai Besok, Ancam Copot Pejabat
Kolaborasi Jadi Kunci, Kementerian PKP Percepat Rumah Subsidi di Papua
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 07:48 WIB

Musrenbang Papua Barat Daya Resmi Dibuka, Otsus Jadi Kunci Pembangunan Inklusif

Kamis, 30 April 2026 - 04:50 WIB

HKG PKK ke-54 Papua Barat Daya Dicanangkan, Fokus Penguatan 10 Program Pokok PKK

Kamis, 30 April 2026 - 01:05 WIB

Perjuangkan Hak Orang Asli Papua, DPR Kota Sorong Siapkan Regulasi Khusus

Rabu, 29 April 2026 - 16:24 WIB

Menteri PPPA Minta Maaf, Tegaskan Fokus Penanganan Trauma dan Perlindungan Anak Korban Tragedi Kreta Api Bekasi Timur

Selasa, 28 April 2026 - 17:24 WIB

Dukung Program Nasional, Pemkot Sorong Gratiskan BPHTB bagi Warga Berpenghasilan Rendah

Berita Terbaru