Suararakyat.info.Sukabumi– Dalam upaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, Yayasan Relawan Ruang Peduli mendirikan dapur umum yang secara rutin memasak dan mendistribusikan makanan bergizi gratis ke 20 sekolah dasar di wilayah Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.
Dapur umum ini dipimpin oleh Ismail Shaleh selaku ketua yayasan. Berlokasi di Kampung Babakan Assalafiyah, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, dapur ini telah memenuhi standarisasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Keberadaan dapur ini menjadi yang pertama di wilayah Kecamatan Cicantayan yang memiliki sistem kerja terstruktur dan berbasis gizi nasional.
Dalam keterangan yang diberikan kepada awak media melalui sambungan telepon, Ismail Shaleh mengungkapkan bahwa program distribusi makanan bergizi (MBG) ini telah berjalan selama dua bulan terakhir dan menyasar tiga desa di wilayah tersebut. Makanan disediakan lima hari dalam seminggu, mulai dari hari Senin hingga Jumat. Menu yang disajikan pun telah disusun berdasarkan rekomendasi ahli gizi demi memastikan asupan yang seimbang dan sehat bagi anak-anak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak sekolah mendapatkan makanan yang layak dan bergizi. Ini bukan hanya tentang makanan, tapi juga tentang masa depan mereka,” ujar Ismail.(29/4/2025)

Untuk mengelola operasional dapur, yayasan mempekerjakan sekitar 47 orang tenaga kerja, termasuk tiga di antaranya dari tim Badan Gizi Nasional (BGN). Kolaborasi ini memastikan setiap langkah produksi makanan dilakukan sesuai standar kesehatan dan kebersihan yang ketat.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan logistik dan pendanaan, Ismail bersyukur bahwa kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari pihak sekolah dan masyarakat. Ia juga berharap program serupa dapat dikembangkan di kecamatan-kecamatan lain yang membutuhkan.
Yayasan Relawan Ruang Peduli kini menjadi contoh nyata bahwa kepedulian sosial dan kerja sama komunitas dapat memberikan dampak besar dalam mendukung pendidikan dan kesehatan generasi muda.
(Edi)














