Negeri Sarang Penyamun: Jeritan Nurani Penyair Jalanan dari Tatar Sunda

- Penulis

Selasa, 15 April 2025 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jabar-Pagi yang mana katamu punya gairah?

kita hidup di negeri sarang penyamun.

Kau bilang merdeka

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

kemerdekaan sudah terampas

oleh sekelompok kecil yang berkuasa

Sedikit bicara kebebasan

kau dijerat pasal-pasal karet yang siap melilit tanganmu.

Keadilan hanya ada pada lakon wayang

Sebab hukum sudah terobek

di laci para hakim dan jaksa

Undang-undang menjadi alat tawar

para polisi dan pengacara

Kekuasaan ditafsirkan atas kedunguan

Konstitusi sudah diperkosa oleh penguasa.

Kemakmuran hanya ada

pada dongeng anak menjelang tidur

Sebab rakyat telah terusir dan tergusur

dari tanah nenek moyangnya

Sumber daya alam telah terkuras

mulai dari tambang, timah, nikel, batubara

dan minyak bumi sudah dioplos

sampai pantai lautpun

sudah dipagar dan dikavling-kavling.

Pagi yang mana katamu punya gairah?

READ  Seni dan Filosofi Pusaka di Bumi Parahyangan: Desa Mekar Maju Bandung, Kampung Produktif Pengrajin Besi

kita hidup di negeri sarang penyamun.

Lembaga pendidikan telah

tercakar tercabik-cabik

dan tercampak di comberan

Ketika gelar doktor dan profesor dijual belikan

Ijazah berseliweran dipalsukan

Para sarjana murni antri menjadi pengangguran.

Dekadensi moral anak-anak kian rusak

kenakalan orangtua kian menjadi-jadi

Judi online dan narkoba

merebak membius

sendi sendi kehidupan.

Korupsi manipulasi nepotisme

semakin dipertontonkan

Intimidasi persekusi dan kriminalisasi

kian semarak dimana-mana

Supremasi hukum

tidak lagi tegak dan tebang pilih

politisi dan penguasa

sibuk saling sandra menyandra

Sedang rakyat jelata

terus menjerit kelaparan.

Pagi yang mana katamu punya gairah?

kita hidup di negeri sarang penyamun.

 

*Celoteh

Penyair Jalanan

dari Tatar Sunda.

 

Puisi: Kang Aceng Tea

15/4/2025)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Terduga Pelaku Penganiayaan  Ditangkap Jatanras Polda Metro, Kabid Humas: Jangan Dibawa ke Arah SARA
Jatanras Polres Simalungun Ungkap Detail Pembunuhan Sadis: 13 Tusukan Fatal Gara-gara Giliran Biliar
Seni dan Filosofi Pusaka di Bumi Parahyangan: Desa Mekar Maju Bandung, Kampung Produktif Pengrajin Besi
Dikdik dan Anton Abok Semarakkan Acara Seni dan Budaya Sunda di Ciumbuleuit
Nana Suryana (Kang Suhe) Ajak Ormas Jaga Pusaka Jawa Barat
Warung Kuliner Kebangsaan Jadi Ajang Silaturahmi Pasca Kerusuhan, Jurnalis dan Tokoh Lintas Organisasi Suarakan Komitmen Persatuan
Melestarikan Warisan Budaya: Kraton Sumedang Larang Gelar Kegiatan Seni Rutin Tiap Minggu
Syair Jalanan, Dari Tatar Sunda: Bapa Aing (KDM)
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 14:25 WIB

Empat Terduga Pelaku Penganiayaan  Ditangkap Jatanras Polda Metro, Kabid Humas: Jangan Dibawa ke Arah SARA

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:27 WIB

Jatanras Polres Simalungun Ungkap Detail Pembunuhan Sadis: 13 Tusukan Fatal Gara-gara Giliran Biliar

Selasa, 25 November 2025 - 04:25 WIB

Seni dan Filosofi Pusaka di Bumi Parahyangan: Desa Mekar Maju Bandung, Kampung Produktif Pengrajin Besi

Rabu, 12 November 2025 - 10:12 WIB

Dikdik dan Anton Abok Semarakkan Acara Seni dan Budaya Sunda di Ciumbuleuit

Minggu, 26 Oktober 2025 - 09:54 WIB

Nana Suryana (Kang Suhe) Ajak Ormas Jaga Pusaka Jawa Barat

Berita Terbaru