Warung Kuliner Kebangsaan Jadi Ajang Silaturahmi Pasca Kerusuhan, Jurnalis dan Tokoh Lintas Organisasi Suarakan Komitmen Persatuan

- Penulis

Senin, 8 September 2025 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Tangsel – Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat pada acara Diskusi Komitmen Kebangsaan yang digelar di depan kantor Kelurahan Cirendeu dan Puskesmas Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Senin (8/9/2025). Kegiatan ini dirangkai dengan peresmian Warung Kuliner Kebangsaan yang digagas oleh DPP GAKORPAN bersama PPWI, dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, akademisi, advokat, dan jurnalis senior.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Jurnalis Senior Dr. Bernard BBBBI Siagian SH., Makp. selaku Ketua DPP GAKORPAN, didampingi oleh Bunda Tiur Simamora Ketua POSBAKUM PPWI Pulogadung, Bunda Cici, Bunda Fitri, serta Dr. Moses Robert Waimuri SH., M.Th Ketua Aliansi Papua Bersatu untuk Suara Rakyat NKRI. Turut hadir pula Rusman Pinem, S.Sos Wakil Ketua LBH Pers Presisi Polri, Agip Supendi SH., MH, dan Dr. Kristanto Manullang SH., MH yang dikenal sebagai dosen, advokat, sekaligus praktisi hukum.

Acara ini diapresiasi sebagai langkah nyata mempererat tali silaturahmi pasca kerusuhan dan demonstrasi massal yang sempat mengguncang nasional. Melalui diskusi terbuka lintas profesi dan organisasi, para tokoh menyampaikan pesan damai sekaligus meneguhkan kembali pentingnya persatuan bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Damai itu indah. Kita ingin membangun jembatan konkret antar media, antar organisasi, dan antar masyarakat agar ke depan kita mampu menghadirkan solusi kebijakan yang benar-benar pro rakyat kecil dan menengah,” ujar Dr. Bernard dalam sambutannya.

Diskusi juga menyoroti pentingnya peran pers sebagai pilar demokrasi. Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 dan UU Keterbukaan Informasi Publik No. 14 Tahun 2008 kembali ditegaskan sebagai landasan untuk menghadirkan independensi, kontrol sosial, sekaligus edukasi publik tentang makna kemerdekaan yang sejati.

READ  Para Serigala Penipu Berkedok Investasi yang Bersembunyi di Balik Korporasi Kini Dapat Dilibas dan Dimintai Pertanggungjawaban Pidana

Dalam kesempatan itu, para tokoh menyuarakan penolakan terhadap berbagai bentuk ancaman bangsa, mulai dari narkotika, korupsi, terorisme, radikalisme, intoleransi, dekadensi moral, tawuran, hingga praktik mafia tanah dan oligarki kapitalisme yang kerap merugikan rakyat kecil. “Say No to Drugs, Say No to Corruption, dan Say No to Mafia Perampas Tanah Rakyat,” tegas para peserta dengan penuh semangat.

Lurah Cirendeu, H. Zulfikar SE., MM, yang turut hadir, menyambut baik inisiatif ini sebagai upaya menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat, khususnya melalui pengembangan UMKM dan kuliner tradisional.

Di sela-sela diskusi, peserta menikmati berbagai hidangan khas nusantara yang disajikan Warung Kuliner Bunda Fitri. Aneka gorengan pisang, ubi, singkong, mie gacoan rebus dengan telur, nasi ulam, nasi goreng, rica-rica ayam, hingga gado-gado dan ketoprak, menambah keakraban suasana.

Acara yang mengusung semangat ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto ini diharapkan menjadi langkah kecil namun berarti menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045, di mana rakyat dapat merasakan kemakmuran dan keadilan sosial yang hakiki.

“Diskusi ini bukan hanya soal politik atau hukum, tapi juga tentang merawat kebudayaan, memperkuat ekonomi rakyat, dan meneguhkan demokrasi Pancasila. Dari sini kita ingin menunjukkan bahwa persatuan adalah kekuatan bangsa,” tutup Dr. Bernard Siagian bersama jajaran tokoh lainnya.

(Dr Bernard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Terduga Pelaku Penganiayaan  Ditangkap Jatanras Polda Metro, Kabid Humas: Jangan Dibawa ke Arah SARA
Jatanras Polres Simalungun Ungkap Detail Pembunuhan Sadis: 13 Tusukan Fatal Gara-gara Giliran Biliar
Seni dan Filosofi Pusaka di Bumi Parahyangan: Desa Mekar Maju Bandung, Kampung Produktif Pengrajin Besi
Dikdik dan Anton Abok Semarakkan Acara Seni dan Budaya Sunda di Ciumbuleuit
Nana Suryana (Kang Suhe) Ajak Ormas Jaga Pusaka Jawa Barat
Melestarikan Warisan Budaya: Kraton Sumedang Larang Gelar Kegiatan Seni Rutin Tiap Minggu
Syair Jalanan, Dari Tatar Sunda: Bapa Aing (KDM)
Negeri Sarang Penyamun:Jerit Sunyi dari Negeri yang Luka,Gurat Nurani Seorang Penyair Jalanan dari Tatar Sunda
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 14:25 WIB

Empat Terduga Pelaku Penganiayaan  Ditangkap Jatanras Polda Metro, Kabid Humas: Jangan Dibawa ke Arah SARA

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:27 WIB

Jatanras Polres Simalungun Ungkap Detail Pembunuhan Sadis: 13 Tusukan Fatal Gara-gara Giliran Biliar

Selasa, 25 November 2025 - 04:25 WIB

Seni dan Filosofi Pusaka di Bumi Parahyangan: Desa Mekar Maju Bandung, Kampung Produktif Pengrajin Besi

Rabu, 12 November 2025 - 10:12 WIB

Dikdik dan Anton Abok Semarakkan Acara Seni dan Budaya Sunda di Ciumbuleuit

Minggu, 26 Oktober 2025 - 09:54 WIB

Nana Suryana (Kang Suhe) Ajak Ormas Jaga Pusaka Jawa Barat

Berita Terbaru