Empat Terduga Pelaku Penganiayaan  Ditangkap Jatanras Polda Metro, Kabid Humas: Jangan Dibawa ke Arah SARA

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || Jakarta – Polda Metro Jaya menjelaskan perkembangan penanganan perkara dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) dengan tersangka berinisial F. Dalam prosesnya, sempat terjadi keributan saat agenda konfrontasi yang berujung pada dugaan penganiayaan.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, perkara ini berawal dari laporan korban yang merupakan karyawan dari tersangka. “Kasus ini berawal dari dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang dilakukan oleh tersangka F terhadap korban yang merupakan karyawannya, kemudian korban melapor ke Polda Metro Jaya,” tegasnya, Rabu (1/4/2026).

Dalam penanganannya, penyidik telah memeriksa korban, sejumlah saksi, serta meminta keterangan ahli, mulai dari ahli forensik, psikologi klinis hingga ahli tindak pidana kekerasan seksual. Selain itu, dilakukan pula visum et repertum dan pemeriksaan psikologi untuk memperkuat pembuktian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah rangkaian pemeriksaan tersebut, penyidik menetapkan saudara F sebagai tersangka pada 15 Juli 2025. Yang bersangkutan sempat dua kali dipanggil secara patut namun tidak hadir, sehingga diterbitkan DPO pada 20 Agustus 2025,” jelasnya.

Kabidhumas melanjutkan, tersangka akhirnya datang didampingi kuasa hukum dan menjalani pemeriksaan. Berkas perkara pun telah dikirim ke jaksa, namun dinyatakan P-19 sehingga penyidik diminta melengkapi dengan konfrontasi antara tersangka dan korban.

Pada Kamis (26/3), sekitar pukul 14.00 WIB, agenda konfrontasi dilakukan di ruang pemeriksaan Direktorat PPA dan PPO Polda Metro Jaya. Kedua pihak hadir didampingi masing-masing pendamping. “Situasi sempat berkembang menjadi cekcok dan keributan ringan, namun dapat segera dikendalikan oleh penyidik,” ujarnya.

Namun, peristiwa lanjutan terjadi di ruang tunggu. Seorang pria berinisial R yang merupakan rekan dari tersangka didatangi sejumlah orang dan diduga mengalami penganiayaan. “Korban R mengalami luka memar di leher akibat dicekik serta luka di bagian pundak dan tubuh lainnya akibat kekerasan,” ungkapnya.

READ  Seni dan Filosofi Pusaka di Bumi Parahyangan: Desa Mekar Maju Bandung, Kampung Produktif Pengrajin Besi

Polda Metro Jaya langsung melakukan tindakan cepat. Tim Jatanras bergerak dan mengamankan para pelaku. “Sebanyak empat orang telah diamankan, di antaranya HT yang diduga memukul, menanduk, dan menampar korban, serta AT yang diduga mendorong korban. Pelaku lainnya juga diduga turut melakukan kekerasan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kabidhumas menegaskan posisi hukum tersangka F dalam dua perkara berbeda. “Perlu kami tegaskan, dalam perkara penganiayaan ini yang bersangkutan tercatat sebagai korban. Namun dalam perkara dugaan tindak pidana kekerasan seksual, yang bersangkutan berstatus sebagai tersangka,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini seluruh proses hukum masih berjalan dan pihaknya meminta masyarakat menunggu hingga berkas dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke jaksa. Di sisi lain, Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat untuk tidak memelintir isu. “Kami mengimbau agar masyarakat tidak membawa peristiwa ini ke ranah SARA maupun mengaitkannya dengan latar belakang tertentu. Penanganan perkara harus dilihat secara objektif berdasarkan fakta hukum,” kata Kabidhumas.

Selain itu, pihaknya menegaskan bahwa segala bentuk upaya yang menghambat proses hukum tidak dapat dibenarkan. “Kami mengingatkan agar tidak ada pihak yang melakukan tindakan yang dapat menghambat proses penegakan hukum (obstruction of justice). Berikan ruang kepada penyidik dan jaksa untuk bekerja secara profesional dan tuntas,” pungkasnya.

Penulis : Han

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jatanras Polres Simalungun Ungkap Detail Pembunuhan Sadis: 13 Tusukan Fatal Gara-gara Giliran Biliar
Seni dan Filosofi Pusaka di Bumi Parahyangan: Desa Mekar Maju Bandung, Kampung Produktif Pengrajin Besi
Dikdik dan Anton Abok Semarakkan Acara Seni dan Budaya Sunda di Ciumbuleuit
Nana Suryana (Kang Suhe) Ajak Ormas Jaga Pusaka Jawa Barat
Warung Kuliner Kebangsaan Jadi Ajang Silaturahmi Pasca Kerusuhan, Jurnalis dan Tokoh Lintas Organisasi Suarakan Komitmen Persatuan
Melestarikan Warisan Budaya: Kraton Sumedang Larang Gelar Kegiatan Seni Rutin Tiap Minggu
Syair Jalanan, Dari Tatar Sunda: Bapa Aing (KDM)
Negeri Sarang Penyamun:Jerit Sunyi dari Negeri yang Luka,Gurat Nurani Seorang Penyair Jalanan dari Tatar Sunda
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 14:25 WIB

Empat Terduga Pelaku Penganiayaan  Ditangkap Jatanras Polda Metro, Kabid Humas: Jangan Dibawa ke Arah SARA

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:27 WIB

Jatanras Polres Simalungun Ungkap Detail Pembunuhan Sadis: 13 Tusukan Fatal Gara-gara Giliran Biliar

Selasa, 25 November 2025 - 04:25 WIB

Seni dan Filosofi Pusaka di Bumi Parahyangan: Desa Mekar Maju Bandung, Kampung Produktif Pengrajin Besi

Rabu, 12 November 2025 - 10:12 WIB

Dikdik dan Anton Abok Semarakkan Acara Seni dan Budaya Sunda di Ciumbuleuit

Minggu, 26 Oktober 2025 - 09:54 WIB

Nana Suryana (Kang Suhe) Ajak Ormas Jaga Pusaka Jawa Barat

Berita Terbaru