Suararakyat.info.Sukabumi-Hilangnya kesejukan di sepanjang Jl. Lingkar Selatan, tepatnya di depan bangunan pusat perbelanjaan Indogrosir Kota Sukabumi, memantik perhatian sejumlah pihak. Rizal Pane, seorang aktivis lingkungan dan pemerhati tata kota, angkat bicara mengenai kondisi memprihatinkan yang terjadi pada pohon-pohon pelindung di kawasan tersebut.
Beberapa pohon pelindung yang sebelumnya tumbuh subur dan menjadi bagian penting dari estetika serta ekosistem jalan raya, kini terlihat kering dan mati. Pemandangan kontras terlihat jelas pohon-pohon di sisi jalan lain tetap hijau dan rindang, sementara pohon-pohon tepat di depan gedung Indogrosir berubah menjadi batang-batang mati tanpa daun.
“Ini bukan kejadian alamiah. Saya tidak percaya pohon-pohon ini mati secara alami dalam waktu bersamaan dan hanya di satu titik saja,” ujar Rizal Pane saat diwawancarai, Rabu (12/4/2025). Ia menambahkan,Kawasan ini sebelumnya begitu adem dan hijau, sekarang terasa panas dan gersang. Jelas ada indikasi kesengajaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rizal menilai, matinya pohon-pohon tersebut patut diduga sebagai bentuk penghilangan ruang hijau demi kepentingan estetika komersial. Ia mempertanyakan apakah ada izin atau kajian dari instansi terkait sebelum pohon-pohon tersebut ditebang atau diracuni hingga mati.
“Kalau memang ditebang atau dirusak tanpa izin, maka ini masuk dalam pelanggaran terhadap perlindungan lingkungan,” tambahnya.
Pentingnya Pohon Pelindung dalam Tata Kota
Pohon pelindung di sepanjang jalan raya bukan sekadar penghias. Mereka memiliki peran vital dalam mengurangi polusi udara, meredam kebisingan, menurunkan suhu lingkungan, serta mencegah erosi tanah. Dalam konteks tata kota yang berkelanjutan, keberadaan pohon pelindung merupakan bagian tak terpisahkan dari perencanaan yang pro lingkungan.
Rizal mengingatkan bahwa dalam regulasi nasional dan daerah, terdapat aturan ketat mengenai penebangan pohon pelindung.
“Tidak bisa semena-mena. Ada Undang-Undang Lingkungan Hidup dan Peraturan Daerah yang mengatur perlindungan pohon di ruang publik. Jika ada pelanggaran, maka pemerintah daerah harus turun tangan,” tegasnya.
Seruan kepada Pemerintah dan DPRD
Sebagai aktivis yang kerap memantau isu lingkungan di Sukabumi, Rizal mendesak Pemerintah Kota Sukabumi dan DPRD setempat untuk segera melakukan investigasi atas insiden ini.
“Jangan tunggu sampai publik kehilangan kepercayaan. Harus ada kejelasan: siapa yang menebang, apakah ada izin, dan bagaimana tindak lanjutnya.”
Ia juga mengusulkan agar kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat regulasi ruang hijau kota, termasuk pengawasan lebih ketat terhadap bangunan komersial yang berdiri di area strategis.
“Kita tidak anti-investasi. Tapi investasi harus sejalan dengan perlindungan lingkungan. Jangan sampai demi memperluas parkiran atau menonjolkan tampilan bangunan, pohon-pohon ditebang sembarangan,” tutup Rizal.
Kesimpulan
Kisah pohon-pohon yang mati di depan Indogrosir Sukabumi bukan hanya soal estetika lingkungan. Ini adalah cerminan dari bagaimana kebijakan tata kota diuji oleh kepentingan komersial. Suara Rizal Pane menjadi pengingat bahwa ruang hijau bukan hal sepele ia adalah hak publik yang harus dijaga, bukan dikorbankan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak dinas terkait di pemerintah kota sukabumi. Dan pihak manajemen indogrosir belum terkonfirmasi oleh awak media.
(*)














