Rizal Pane Soroti Dugaan Penghilangan Pohon Pelindung di Depan Indogrosir Sukabumi: Ada yang Harus Bertanggung Jawab?? 

- Penulis

Sabtu, 12 April 2025 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi-Hilangnya kesejukan di sepanjang Jl. Lingkar Selatan, tepatnya di depan bangunan pusat perbelanjaan Indogrosir Kota Sukabumi, memantik perhatian sejumlah pihak. Rizal Pane, seorang aktivis lingkungan dan pemerhati tata kota, angkat bicara mengenai kondisi memprihatinkan yang terjadi pada pohon-pohon pelindung di kawasan tersebut.

Beberapa pohon pelindung yang sebelumnya tumbuh subur dan menjadi bagian penting dari estetika serta ekosistem jalan raya, kini terlihat kering dan mati. Pemandangan kontras terlihat jelas pohon-pohon di sisi jalan lain tetap hijau dan rindang, sementara pohon-pohon tepat di depan gedung Indogrosir berubah menjadi batang-batang mati tanpa daun.

“Ini bukan kejadian alamiah. Saya tidak percaya pohon-pohon ini mati secara alami dalam waktu bersamaan dan hanya di satu titik saja,” ujar Rizal Pane saat diwawancarai, Rabu (12/4/2025). Ia menambahkan,Kawasan ini sebelumnya begitu adem dan hijau, sekarang terasa panas dan gersang. Jelas ada indikasi kesengajaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rizal menilai, matinya pohon-pohon tersebut patut diduga sebagai bentuk penghilangan ruang hijau demi kepentingan estetika komersial. Ia mempertanyakan apakah ada izin atau kajian dari instansi terkait sebelum pohon-pohon tersebut ditebang atau diracuni hingga mati.

“Kalau memang ditebang atau dirusak tanpa izin, maka ini masuk dalam pelanggaran terhadap perlindungan lingkungan,” tambahnya.

Pentingnya Pohon Pelindung dalam Tata Kota

Pohon pelindung di sepanjang jalan raya bukan sekadar penghias. Mereka memiliki peran vital dalam mengurangi polusi udara, meredam kebisingan, menurunkan suhu lingkungan, serta mencegah erosi tanah. Dalam konteks tata kota yang berkelanjutan, keberadaan pohon pelindung merupakan bagian tak terpisahkan dari perencanaan yang pro lingkungan.

READ  Respons Kasus Rudapaksa di Rumah Sakit, Gubernur Dedi Tekankan Pentingnya Bangun Kembali Kepercayaan Masyarakat

Rizal mengingatkan bahwa dalam regulasi nasional dan daerah, terdapat aturan ketat mengenai penebangan pohon pelindung.

“Tidak bisa semena-mena. Ada Undang-Undang Lingkungan Hidup dan Peraturan Daerah yang mengatur perlindungan pohon di ruang publik. Jika ada pelanggaran, maka pemerintah daerah harus turun tangan,” tegasnya.

Seruan kepada Pemerintah dan DPRD

Sebagai aktivis yang kerap memantau isu lingkungan di Sukabumi, Rizal mendesak Pemerintah Kota Sukabumi dan DPRD setempat untuk segera melakukan investigasi atas insiden ini.

“Jangan tunggu sampai publik kehilangan kepercayaan. Harus ada kejelasan: siapa yang menebang, apakah ada izin, dan bagaimana tindak lanjutnya.”

Ia juga mengusulkan agar kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat regulasi ruang hijau kota, termasuk pengawasan lebih ketat terhadap bangunan komersial yang berdiri di area strategis.

“Kita tidak anti-investasi. Tapi investasi harus sejalan dengan perlindungan lingkungan. Jangan sampai demi memperluas parkiran atau menonjolkan tampilan bangunan, pohon-pohon ditebang sembarangan,” tutup Rizal.

Kesimpulan

Kisah pohon-pohon yang mati di depan Indogrosir Sukabumi bukan hanya soal estetika lingkungan. Ini adalah cerminan dari bagaimana kebijakan tata kota diuji oleh kepentingan komersial. Suara Rizal Pane menjadi pengingat bahwa ruang hijau bukan hal sepele ia adalah hak publik yang harus dijaga, bukan dikorbankan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak dinas terkait di pemerintah kota sukabumi. Dan pihak manajemen indogrosir belum terkonfirmasi oleh awak media.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!
DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati
Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku
Tol Bocimi Melaju, Jalan Kabupaten Terluka: Ayi Permana Desak Tanggung Jawab
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:28 WIB

Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:44 WIB

Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:19 WIB

Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:01 WIB

Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!

Berita Terbaru