Herman Hofi : Sekolah Rakyat Berisiko Tinggi Dan Akan Terjadi Ketimpangan Serta Stigma Kemiskinan

- Penulis

Jumat, 11 April 2025 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarakyat.info.Pontianak Kalbar-Rencana Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang menyatakan kesiapan Pemerintah Kota untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat di Pontianak Utara mendapat sorotan tajam dari pengamat hukum dan kebijakan publik Kalimantan Barat, Dr. Herman Hofi Munawar.

Pemkot Pontianak diketahui telah menyiapkan lahan seluas 4,5 hektare guna mendukung program yang digagas pemerintah pusat ini. Sekolah Rakyat disebut-sebut sebagai solusi pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, Dr. Herman mempertanyakan urgensi, konsep dasar, dan implikasi kebijakan tersebut.

Kalau konsep dasarnya memang ditujukan bagi masyarakat miskin, ini justru sangat berisiko memperdalam jurang ketimpangan sosial. Kita sedang bicara soal pendidikan, bukan soal bantuan sosial. Apalagi anehnya, program ini justru berada di bawah Kementerian Sosial, bukan Kementerian Pendidikan,” ujar Dr. Herman. Kamis, 10/4/2024

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, apabila sekolah ini tidak dirancang dengan kehati-hatian dan tanpa kesiapan sumber daya pendidik maupun fasilitas penunjang, maka bisa melahirkan masalah baru di dunia pendidikan lokal. Ia bahkan menyebut saat ini saja banyak sekolah di Pontianak mengalami kekurangan guru dan tenaga non kependidikan.

Pemerintah daerah masih disibukkan dengan pembenahan institusi pendidikan yang ada. Lalu kenapa justru dibebani lagi dengan program baru yang belum tentu mampu dikelola optimal? Ini kebijakan yang bisa menjadi beban tambahan, bukan solusi,” tegasnya.

Dr. Herman juga menyoroti risiko sosial yang timbul akibat pemisahan institusi pendidikan berdasarkan latar belakang ekonomi. Menurutnya, hal ini menciptakan segregasi sosial sejak usia dini, yang akan berdampak panjang pada kemampuan dan daya saing anak-anak di masa depan.

READ  Menko AHY Apresiasi Polri dalam Mengawal Arus Mudik Lebaran

“Kalau anak-anak miskin hanya berkumpul di satu sekolah dengan fasilitas seadanya, lalu anak-anak kaya di sekolah lain yang lebih baik, ini bukan pemerataan. Ini diskriminasi struktural. Bahaya jangka panjangnya besar,” kata dia.

Lebih jauh, ia mengingatkan tentang potensi munculnya stigma sosial yang melekat pada Sekolah Rakyat. Label sebagai “sekolah kelas dua” bisa berdampak pada psikologis siswa dan memperkuat stereotip negatif tentang kemiskinan.

“Sistem seperti ini bisa memperkuat lingkaran setan kemiskinan. Kita harus ingat, pendidikan bukan hanya soal akses, tapi juga kualitas. Jangan sampai kebijakan ini justru menjadi bentuk ketidakadilan yang dilembagakan.”

Dr. Herman menegaskan, jika pemerintah pusat serius dengan gagasan Sekolah Rakyat, maka harus ada jaminan kesetaraan kualitas pendidikan, fasilitas, dan tenaga pengajar. Ia juga mengingatkan agar program ini tidak menjadi beban fiskal tambahan bagi pemerintah daerah.

Kita tentu semua ingin pendidikan merata, tapi bukan dengan cara memisahkan anak-anak miskin dalam sistem tersendiri. Yang kita perlukan adalah integrasi, bukan segregasi. Dan yang terpenting, mutu pendidikan harus setara, apa pun latar belakang ekonominya.” pungkaanya.

 

Sumber : Dr Herman Hofi Munawar

 

(Jn//98)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SENGKARUT MBG: INVESTOR DESAK BGN TEGAKKAN PKS ATAU KEMBALIKAN DANA RP 218 MILIAR
Prajurit Marinir Buktikan Kelasnya, Praka Erwin Simangunsong Juara Kickstriking Byon Madness Volume 4
Kepala Unit BRI Jalan Mesjid Selatpanjang Belum Tanggapi Konfirmasi Media, Transparansi Prosedur Penagihan dan Penjualan Agunan Jadi Sorotan
Jelang Operasi Patuh Dofior 2026, Polda Papua Barat Daya Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas
Dukung Mobilitas dan Ekonomi, Pertamina Turunkan Harga BBM Diesel Nonsubsidi
Perkuat Integritas ASN, Kemenkum Papua Barat Ambil Sumpah PNS dan Angkat 10 Pejabat Fungsional
Semangat Hari Lahir Pancasila 2026, Forkopimda Kota Bandung Teguhkan Persatuan dan Nilai Kebangsaan
Dugaan Kriminalisasi Profesi Advokat, Putusan PN Denpasar terhadap Togar Situmorang Picu Kekhawatiran Dunia Hukum
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:54 WIB

SENGKARUT MBG: INVESTOR DESAK BGN TEGAKKAN PKS ATAU KEMBALIKAN DANA RP 218 MILIAR

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:48 WIB

Prajurit Marinir Buktikan Kelasnya, Praka Erwin Simangunsong Juara Kickstriking Byon Madness Volume 4

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:38 WIB

Kepala Unit BRI Jalan Mesjid Selatpanjang Belum Tanggapi Konfirmasi Media, Transparansi Prosedur Penagihan dan Penjualan Agunan Jadi Sorotan

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:37 WIB

Jelang Operasi Patuh Dofior 2026, Polda Papua Barat Daya Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Rabu, 3 Juni 2026 - 02:11 WIB

Dukung Mobilitas dan Ekonomi, Pertamina Turunkan Harga BBM Diesel Nonsubsidi

Berita Terbaru

Uncategorized

Polres Gresik Gaungkan “Ayo Jogo Gresik” Jelang Sura Agung

Minggu, 7 Jun 2026 - 13:33 WIB