Tiga Bidang Tanah Tidak Ada Kejelasan Senilai Rp 5,87 Milyar di Sukabumi: Pengelolaan Aset Pemda Dipertanyakan

- Penulis

Selasa, 8 April 2025 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi– Permasalahan aset milik pemerintah daerah kembali mencuat. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Barat terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Sukabumi Tahun 2023, ditemukan bahwa tiga bidang tanah dengan total nilai mencapai Rp 5,87 miliar tidak memiliki informasi lokasi yang jelas.

Ketiga bidang tanah ini tercatat dalam Kartu Inventaris Barang (KIB) A Tahun 2023 dan dimiliki oleh tiga instansi berbeda, yaitu Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian, serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR). Dari jumlah tersebut, nilai terbesar berada di Dinas PU, yaitu senilai Rp4.778.118.158.00 (M).untuk tanah seluas 13.616 meter persegi yang diperoleh pada 17 Desember 2021.

Namun, kejelasan mengenai kepemilikan dan pembelian tanah tersebut menimbulkan perdebatan. Sekretaris Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Agus Hermawan, membantah bahwa tanah senilai Rp4,77 miliar itu dibeli oleh instansinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sudah konfirmasi ke Inspektorat, dan berdasarkan informasi dari mereka, tanah itu sebenarnya dibeli oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR), namun diperuntukkan bagi Dinas PU,” kata Agus saat dikonfirmasi pada Senin, 17 Februari 2025. Ia juga meminta agar pihak-pihak terkait, termasuk media, menanyakan langsung ke Inspektorat atau DPTR untuk memperoleh kejelasan lebih lanjut.

Agus Hermawan menyebut bahwa ada kemungkinan kesalahan pencatatan oleh BPK dalam LHP-nya. “Kalau itu memang untuk PU, tapi dibeli oleh DPTR, tentu secara administratif seharusnya tidak dicatat sebagai aset PU,” tambahnya.

Sementara itu, dua bidang tanah lainnya yang tercatat di Dinas Komunikasi dan Dinas Pertanahan juga tidak dilengkapi informasi lokasi, dengan nilai keseluruhan sekitar Rp1,1 miliar. Tidak adanya keterangan lokasi ini menjadi sorotan tajam dari BPK karena berpotensi menimbulkan kerugian negara.

READ  Oknum Kabid DKP3 Majalengka Diduga Hamili Seorang Wanita, Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN Mendesak Bupati Majalengka Segera Memberhentikan Tidak Hormat.

“Tanpa informasi lokasi yang jelas, aset tidak dapat diawasi dan dikendalikan secara optimal. Ini berisiko dialihfungsikan, diklaim pihak lain, atau bahkan hilang dari pengawasan,” Ujar Pengamat Kebijakan Publik Lambang Indra Setiawan S,H. ketika di mintai keterangan pada Selasa 8/4/2025

Lambang Indra Setiawan menyampaikan keprihatinannya atas temuan ini. Menurutnya, kasus ini menjadi bukti bahwa pengelolaan aset daerah di Sukabumi masih jauh dari prinsip akuntabilitas.

“Bagaimana pemerintah bisa merencanakan pembangunan atau menyusun anggaran dengan tepat jika data asetnya sendiri tidak akurat?”

Lambang Indra menambahkan bahwa ketidaklengkapan informasi aset dapat menyebabkan pemborosan keuangan daerah dan menghambat pembangunan.Katanya

Lebih lanjut,Lambang mendorong Pemkab Sukabumi untuk memperbaiki sistem inventarisasi aset dengan memanfaatkan teknologi, seperti sistem informasi geografis (GIS) dan platform digital lainnya yang dapat memastikan data aset selalu terbarui dan akurat.

“Ini adalah alarm serius bagi pemerintah daerah. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan aset daerah. Masyarakat berhak tahu bagaimana aset publik dikelola,” tegasnya.

Persoalan ini tidak hanya menyoroti masalah administrasi, tetapi juga membuka ruang diskusi tentang pentingnya sinergi antarinstansi dan pembenahan menyeluruh dalam sistem pengelolaan barang milik daerah (BMD). Pemerintah Kabupaten Sukabumi kini berada di bawah sorotan publik dan lembaga pengawas untuk segera bertindak.

Pihak APH agar segera bertindak demi mengamankan kerugian uang negara

 

(AV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dapur MBG Cisaat Tanpa Ahli Gizi: Dugaan Kelalaian Sistemik, Pernyataan Mitra Picu Polemik Baru
Curi Start Tanpa Izin, Proyek Tower 50 Meter di Bojonggenteng Sukabumi Diduga Langgar Aturan dan Abaikan Keselamatan Warga
Potret Kemiskinan yang Terlupakan: Jeritan Sunyi dari Rumah Rapuh di Pelosok Sukabumi
Truk Mogok Semalaman, Jalur Vital di Sukabumi Lumpuh Total Saat Jam Sibuk Pagi
Proyek Menara BTS di Parungkuda Disetop Sementara, Perizinan PBG Jadi Sorotan
Jalan Karangtengah Dipenuhi Tanah Berserakan, Pengendara Terancam Tergelincir dan Jarak Pandang Terganggu
Gedung MUI Sukabumi Disegel Kontraktor, Dugaan Tunggakan Pembayaran Pekerjaan Paving Blok Memicu Polemik
Anggaran Rp5,9 Miliar Dipersoalkan,Proyek Lapang Sekarwangi Dinilai Abaikan Krisis Warga dan Potensi Risiko Tata Ruang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 13:47 WIB

Dapur MBG Cisaat Tanpa Ahli Gizi: Dugaan Kelalaian Sistemik, Pernyataan Mitra Picu Polemik Baru

Jumat, 17 April 2026 - 08:41 WIB

Curi Start Tanpa Izin, Proyek Tower 50 Meter di Bojonggenteng Sukabumi Diduga Langgar Aturan dan Abaikan Keselamatan Warga

Kamis, 16 April 2026 - 15:11 WIB

Potret Kemiskinan yang Terlupakan: Jeritan Sunyi dari Rumah Rapuh di Pelosok Sukabumi

Rabu, 15 April 2026 - 04:00 WIB

Truk Mogok Semalaman, Jalur Vital di Sukabumi Lumpuh Total Saat Jam Sibuk Pagi

Rabu, 15 April 2026 - 01:31 WIB

Proyek Menara BTS di Parungkuda Disetop Sementara, Perizinan PBG Jadi Sorotan

Berita Terbaru