Polemik Satgas Anti Premanisme di Jawa Barat.Ketua LGS Pupung Puryanto:Efektif atau Sekadar Alat Represi?

- Penulis

Rabu, 2 April 2025 - 03:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto: Pupung Puryanto. Ketua LGS DPW Jawa Barat

Suararakyat.info.Sukabumi– Program kerja Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam upaya pemberantasan premanisme menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Kebijakan yang diimplementasikan melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti-Premanisme ini menuai kritik, terutama dari Ketua Lembaga Garuda Sakti (LGS) DPW Jawa Barat, Pupung Puryanto. Ia menilai bahwa kebijakan tersebut kurang tepat sasaran dan berpotensi merugikan kelompok masyarakat tertentu.

Menurut Pupung, keberadaan Satgas Anti-Premanisme hanya akan efektif dalam menindak pelaku premanisme kelas bawah. Sementara itu, premanisme dalam bentuk yang lebih kompleks—yang ia sebut sebagai “preman berdasi dan berseragam”—justru masih akan bebas beroperasi tanpa konsekuensi hukum yang setimpal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya melihat Satgas Anti-Premanisme hanya akan efektif bagi orang-orang kecil. Sedangkan preman sejati, yaitu mereka yang menggerogoti uang negara, justru akan tetap aman,” tegas Pupung dalam keterangannya pada Selasa (1/4/25).

Lebih lanjut, Pupung menyoroti bagaimana narasi pemerintah kerap menyudutkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi masyarakat (ormas) sebagai pihak yang diidentifikasi sebagai preman. Menurutnya, tudingan ini hanyalah upaya pengalihan isu dari berbagai permasalahan dalam birokrasi pemerintahan.

“Logika sederhananya, jika pemerintahan bersih dan berjalan sesuai hukum, tidak perlu ada ketakutan terhadap LSM atau ormas. Justru karena ada kebobrokan dalam tata kelola, oknum pejabat berusaha menutupi kecurangan dengan cara-cara tidak terpuji, termasuk transaksi gelap dengan pihak tertentu,” jelasnya.

Ia mencontohkan kasus di Kabupaten Sukabumi, di mana beberapa LSM dan ormas dijadikan kambing hitam oleh oknum pejabat yang ingin menutupi kesalahan mereka. Akibatnya, organisasi yang menjalankan tugasnya sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) turut terdampak oleh kebijakan tersebut.

READ  Jelang Ramadhan, TPU Berlan Cikarang Utara Dipadati Peziarah

Pupung menegaskan bahwa jika pemerintah benar-benar ingin memberantas premanisme, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan birokrasi dari praktik korupsi. Ia menyoroti bahwa kerugian negara yang bernilai triliunan rupiah kerap melibatkan pejabat dan birokrat yang memanfaatkan kekuasaan mereka untuk keuntungan pribadi.

“Preman sejati adalah mereka yang merugikan negara hingga triliunan rupiah—dan itu ada di dalam sistem. Data menunjukkan, kerugian negara yang masif selalu melibatkan orang-orang di dalam pemerintahan,” paparnya.

Sebagai solusi, Pupung menyarankan agar pemerintah lebih fokus pada reformasi internal sebelum mengambil tindakan represif terhadap kelompok di luar sistem. Ia menekankan bahwa tanpa perbaikan tata kelola pemerintahan, kebijakan seperti ini hanya akan menjadi alat untuk menekan rakyat kecil, sementara pelaku korupsi dan premanisme dalam lingkup kekuasaan tetap bebas.

“Tanpa perbaikan internal, kebijakan seperti ini hanya akan jadi alat represif bagi rakyat kecil, sementara koruptor dan premanisme tetap bebas berkeliaran,” pungkasnya.

Polemik ini mencerminkan adanya perbedaan pandangan mengenai efektivitas kebijakan pemberantasan premanisme yang dijalankan oleh pemerintah Jawa Barat. Di satu sisi, ada harapan agar tindakan ini dapat menciptakan ketertiban dan keamanan bagi masyarakat. Namun, di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa kebijakan ini justru dapat menjadi instrumen yang digunakan secara tidak adil terhadap kelompok tertentu. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan kebijakan ini menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan keberhasilannya.

 

(Hil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!
DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati
Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku
Tol Bocimi Melaju, Jalan Kabupaten Terluka: Ayi Permana Desak Tanggung Jawab
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:28 WIB

Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:44 WIB

Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:19 WIB

Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:01 WIB

Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!

Berita Terbaru

Uncategorized

Polres Sumenep Patroli Skala Besar Pastikan Perayaan 1 Suro Kondusif

Selasa, 16 Jun 2026 - 07:44 WIB