Suararakyat.info.Jakarta-Umat muslim dunia tak terkecuali mayoritas masyarakat Indonesia, satu hari kedepan akan merayakan Idul Fitri 1446 H tepatnya, Senen (31 Maret 2025-Pemerintah melalui Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar ) dengan harapan maghfirah dari Allah SWT.Manusia akan lahir kembali tanpa dosa-setelah menjalankan ibadah puasa dibulan ramadhan selama satu bulan penuh dengan iklas, ketaqwaan dan sabar.
Di bulan suci umat muslim menjalankan ritual wajib sebagaimana dianjurkan Alquran Surat Al Baqarah Ayat 183: Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
Kemudian merayakan Idul Fitri dengan suasana gembira bersama keluarga terdekat dengan hidangan ketupat dan opor ayam yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hidangan ketupat disaat lebaran menjadi menu wajib selain kue lebaran dengan kearifan lokal masing-masing daerah.
Menjadi lengkap ketika menyantap menu lebaran bersama handai tolan-kerabat.
Lebaran tak lepas dari masalah klasik/mudik yang hampir puluhan tahun mewarnai hiruk pikuk tradisi idul fitri.Tak pelak perekonomian bergeliat eksodus dari kota ke kampung halaman mencapai ratusan miliar rupiah.
Esensi lebaran dan ketupat amat bertautan didalamnya karena mengandung keberagaman antara tradisi dan nilai agama yang kental.
Diketahui nilai moral dalam berpuasa ada beberapa hal seperti ketaqwaan, kesabaran dan kejujuran.
Nilai kejujuran pada hakekatnya adalah jujur pada diri sendiri dan jujur pada semua aspek kehidupan.Pada kesabaran diperoleh untuk menahan diri dari makan-minum di siang hari sampai magrib dan menahan godaan dalam hidup.Terakhir ketaqwaan dalam berpuasa selalu berprilaku dalam keridaan Allah SWT.
Penulis: S Handoko (Dewan Redaksi Suararakyat.info)













