Aktivitas PETI di Kuantan Singingi: Ancaman Lingkungan yang Belum Tersentuh Penegak Hukum

- Penulis

Kamis, 23 Januari 2025 - 06:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suuararakyat.info.Kuansing Riau- Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) kembali menyuarakan keluhan terkait aktivitas tambang ilegal yang semakin marak di wilayah tersebut. Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan galian C terus berlangsung, meninggalkan kerusakan lingkungan yang signifikan, seperti aliran sungai yang keruh, kerusakan hutan, hingga korban jiwa dari para pekerja tambang.

Terbaru, aktivitas PETI ditemukan di sekitar perkebunan kelapa sawit PT Udaya, tepatnya di aliran Sungai Petapahan, Desa Kampung Baru, Kecamatan Gunung Toar. Lokasi ini berjarak sekitar 14 kilometer dari Kota Teluk Kuantan. Informasi ini disampaikan oleh salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya, yang juga menyertakan bukti berupa foto, video, dan titik koordinat lokasi tersebut. Kamis 23/01/2025

Menurut sumber, puluhan rakit PETI terlihat beroperasi di sekitar Sungai Petapahan. “Lokasinya dekat perkebunan kelapa sawit milik PT Udaya. Aktivitas ini terlihat sudah berlangsung lama dan lancar tanpa hambatan,” ungkapnya. Ia juga menjelaskan bahwa selain PETI, terdapat aktivitas galian C yang turut memperparah kerusakan lingkungan di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akses menuju lokasi ini terbilang mudah, yakni melalui Simpang Jake di Indomaret Teluk Kuantan, kemudian melintasi Simpang Empat Serosah dan masuk melalui pos PT Udaya. Namun, hingga kini, aktivitas tersebut terkesan luput dari pantauan pihak berwenang, baik dari dinas terkait maupun aparat penegak hukum.

READ  Dishub Bengkalis Diskusikan Penambahan Armada RoRo dengan PT Jembatan Nusantara untuk Sukseskan MTQ Riau ke-43

Kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang ilegal ini tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga mengancam kehidupan masyarakat setempat. Air sungai yang keruh tidak lagi layak dikonsumsi, sementara hutan yang rusak menghilangkan fungsi ekologisnya. Tak hanya itu, laporan korban jiwa akibat aktivitas PETI juga menjadi perhatian serius.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, TNI, dan Polri segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku, termasuk pemodal yang berada di balik aktivitas ilegal ini. “Selain melanggar hukum, dampaknya sangat merusak lingkungan secara permanen,” tegas narasumber.

Hingga berita ini diturunkan, pihak media masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak berwenang terkait langkah yang akan diambil terhadap aktivitas tambang ilegal di wilayah Kuansing. Masyarakat mendesak agar penegakan hukum tidak hanya dilakukan pada pekerja lapangan, tetapi juga menyasar para pemodal besar yang berperan dalam menjalankan aktivitas PETI ini.

Pelestarian lingkungan di Kuansing harus menjadi prioritas bersama. Langkah tegas dari aparat penegak hukum dan pemerintah sangat dinantikan untuk menghentikan aktivitas ilegal yang merusak bumi Kuansing secara berkelanjutan.

(Athia)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Kasus Dugaan Sodomi Anak di Bawah Umur, Aparat Bergerak Cepat Tangani Korban dan Kejar Pelaku
Catatkan Performa Positif Q1 2026, Laba Bersih HKA Melampaui Target Hingga 184%
Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV
Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah
Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar
Rajut Silaturahmi di Tanah Melayu, Laskar Se-Riau Serukan Persatuan dan Kebangkitan Budaya
Pemkot Sorong Genjot Program Kebersihan Demi Lingkungan Sehat: Langkah Nyata Wujudkan Kota Bersih dan Nyaman
Panglima Armada III Beri Penghargaan kepada Prajurit Berprestasi
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:06 WIB

Viral Kasus Dugaan Sodomi Anak di Bawah Umur, Aparat Bergerak Cepat Tangani Korban dan Kejar Pelaku

Sabtu, 18 April 2026 - 07:53 WIB

Catatkan Performa Positif Q1 2026, Laba Bersih HKA Melampaui Target Hingga 184%

Sabtu, 18 April 2026 - 03:45 WIB

Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV

Jumat, 17 April 2026 - 13:03 WIB

Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 03:22 WIB

Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar

Berita Terbaru