Kawasan Wisata Dihantam PETI di Sekadau,APH dan Pihak Berkompeten Hanya Bungkam

- Penulis

Minggu, 13 April 2025 - 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sekadau, Kalbar-Aktivitas pertambangan emas ilegal (PETI) kembali marak di Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat, hingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.(14/4/2025)

Kegiatan Operasi PETI yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ini, kini terpantau oleh awak media masih beroperasi,malah gilanya lagi di dekat Objek Wisata Ikonik ( Lawang Kuari ) Kabupaten Sekadau

Nampak jelas terlihat di lokasi oleh awak media sekitar 20 unit lanting jek dengan menggunakan mesin mobil fuso , beroperasi secara intensif di aliran Sungai Kapuas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan oprasi yang bersekala besar pertambangan emas tampa izin ini hingga menimbulkan kekhawatiran warga maupun publik dampak akan kerusakan lingkungan yang signifikan.

Keberadaan PETI di lokasi yang dekat dengan destinasi wisata tersebut jelas menunjukkan kurangnya pengawasan instansi terkait dan lemahnya penegakan hukum yang efektif.

Hingga saat berita ini ditayangkan, belum terlihat adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH) maupun instasi terkait.diKabupaten.Sekadau.

Untuk kepentingan data dan sumber awak media mencoba mengkonfirmasi pihak pihak terkait terutama jajaran penegak hukum di polres Sekadau keberadaan aktivitas tersebut

Saat di konfirmasi mengunakan Cet WhatsApp kasat reskrim polres Sekadau Kusiyanto 11 April 2025 pukul 21:22 oleh redaksi kasat reskrim ,memberikan jawaban pada pukul 22:00 mengatakan berterima kasih atas informasinya dan dirinya akan memerintahkan anggota mengecek ke lokasi,sebab ia sendiri sudah dua minggu berada di pontianak cetus kasat reskrim membalas juga mengunakan Cet WhatsApp.

Salah seorang warga masyarakat setempat yang namanya tidak ingin disebutkan menerangkan kepada awak media pada Jumat 11 April 2025 wib mereka sangat khawatir akan dampak lingkungan jangka panjang dari aktivitas PETI ini, termasuk pencemaran air sungai yang dipergunakan sehari hari oleh warga bantaran sungai serta dampak kerusakan ekosistem.

Mereka berharap pemerintah dan APH dapat segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan aktivitas ilegal tersebut dan menindak para pelakunya. Keberadaan PETI di dekat Lawang Kuari juga dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap sektor pariwisata yang ada di wilayah Kabupaten Sekadau pungkasnya.

Perusakan lingkungan adalah ancaman serius bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

READ  Tambang Ilegal Kembali Marak di Jalan Laut dan Nelayan, Dirkrimsus Polda Babel Akan Ambil Tindakan

Perusakan lingkungan dapat disebabkan oleh faktor alam dan ulah manusia.

Penyebab perusakan lingkungan

Ulah manusia diantaranya :

Membuang sampah sembarangan

Membakar hutan

Menebang hutan secara liar

Pertambangan

Pencemaran udara, air, dan tanah

Alih fungsi hutan

Faktor alam: Banjir, Abrasi, Tanah longsor Angin puting beliung, Gempa bumi,Tsunami,

Dampak perusakan lingkungan , Perubahan iklim, Kepunahan keanekaragaman hayati

Fenomena pengasaman laut, Bencana alam yang lebih sering dan parah

Ancaman terhadap pertanian, kesehatan manusia, dan kelangsungan hidup spesies, Kehilangan sumber makanan bagi satwa.

Ditempat yang berbeda awak media meminta tanggapan pengamat lingkungan hidup pada hari Sabtu 12 April 2025, melalui telpon WhatsApp ,Bapak Prof.Dr.Ali Seno Sadikin.,S.H.M.H dijakarta soala.polemik pertambangan emas tampa izin yang merusak kehidupan serta ekosistem, Prof.Dr.Ali Senk Sadikin.,S.H.M.H mengatakan seharunya penegak hukum dan instansi terkait segera melakukan penindakan tegas sebab sudah jelas sangsi bagi para pelaku berdasarkan aturan yang berlaku dan pungsi mereka sebagai pelayan dan pelindung.

Menurut Prof.Dr.Ali Seno Sadikin.,S.H.M.H , Sanksi merusak lingkungan hidup dapat berupa pidana penjara dan denda, serta sanksi administratif.

Sanksi pidana dalam

Pasal 374 KUHP mengatur bahwa pelaku yang merusak lingkungan hidup karena kelalaiannya dapat diancam pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak kategori III.

Pasal 42 UULH mengatur bahwa pelaku yang merusak lingkungan hidup karena kelalaiannya dapat diancam pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Jika tindak pidana tersebut mengakibatkan orang mati atau luka berat, pelaku dapat diancam pidana paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp150 juta.

Sanksi administratif Teguran tertulis, Pembekuan izin lingkungan, Pencabutan izin lingkungan, Paksaan pemerintah.

Adapun pelanggaran lingkungan hidup meliputi: Pencemaran lingkungan hidup

Perusakan lingkungan hidup, Memasukkan limbah ke lingkungan hidup,Membuang limbah ke lingkungan hidup

Melepaskan produk rekayasa genetik ke lingkungan hidup, Membakar lahan

Melakukan perbuatan lain yang melanggar ketentuan perundang – undangan, Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian lingkungan hidup, mencegah, dan menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup tegas Prof.Dr.Ali Seno Sadikin,.S.H.M.H.

 

Sumber : Prof.Dr.Ali Seno Sadikin,.S.H.M.H.

(Jn98)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Koarmada III Gelar Kauseri Agama, Perkuat Mental dan Spiritualitas Prajurit
Pelayanan KP2KP Selatpanjang Tuai Respons Positif di Hari Terakhir Pelaporan SPT
Tahap Akhir Pembangunan Jembatan Garuda Capai 87% wilayah Kodim Sorong
Hampir selesai, Masyarakat Senang Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV TA. 2026 Wilayah Kodim 1802/Sorong Capai 80%
​Cara BRI BO Fatmawati Cetak Insan BRILiaN yang Tanggap Kondisi Darurat
Mama-Mama Papua Turun Tangan, Dapur Umum Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari Makin Solid
SATGAS TMMD KE-128 KODIM 1801/MANOKWARI LAKSANAKAN PEMASANGAN DINDING RUMAH PROGRAM RTLH
Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Rehabilitasi 5 Unit MCK Umum di Kampung Tanah Rubuh
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 09:33 WIB

Koarmada III Gelar Kauseri Agama, Perkuat Mental dan Spiritualitas Prajurit

Kamis, 30 April 2026 - 05:10 WIB

Pelayanan KP2KP Selatpanjang Tuai Respons Positif di Hari Terakhir Pelaporan SPT

Rabu, 29 April 2026 - 14:35 WIB

Tahap Akhir Pembangunan Jembatan Garuda Capai 87% wilayah Kodim Sorong

Rabu, 29 April 2026 - 14:33 WIB

Hampir selesai, Masyarakat Senang Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV TA. 2026 Wilayah Kodim 1802/Sorong Capai 80%

Rabu, 29 April 2026 - 09:55 WIB

​Cara BRI BO Fatmawati Cetak Insan BRILiaN yang Tanggap Kondisi Darurat

Berita Terbaru

Uncategorized

Polres Kediri ungkap 5 Kasus curanmor, dan kembalikan ke pemilik

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:19 WIB

Uncategorized

Kapolres Kediri Resmikan Renovasi Jembatan Merah Putih Presisi

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:09 WIB

Uncategorized

Menyongsong Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kediri Gelar Lomba TPTKP

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:05 WIB