Minim Langkah Taktis, Pemimpin Baru Sukabumi Sibuk Seremoni, Lupa Aksi

- Penulis

Jumat, 11 April 2025 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info- Sejak dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, H. Asep Japar dan H. Andreas pada 20 Februari lalu mereka belum menunjukkan arah kepemimpinan yang jelas serta langkah-langkah strategis yang dibutuhkan untuk mendorong perubahan signifikan di Kabupaten sukabumi ini.(11/4/2025)

Banyak pihak mencoba memaklumi kondisi ini dengan alasan bahwa mereka masih dalam tahap awal masa jabatan. Namun, benarkah itu bisa dijadikan alasan yang sah?
Jika kita menengok kepemimpinan di daerah lain, seperti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

perbandingannya sangat mencolok. Tidak butuh waktu lama bagi Dedi untuk menunjukkan sikap tegas dan kepemimpinan yang terarah—mulai dari penanganan banjir di Bekasi hingga pembongkaran bangunan ilegal di kawasan Puncak Bogor. Ini membuktikan bahwa pemimpin yang paham kondisi daerahnya tidak akan menunda untuk mengambil tindakan nyata.
Sayangnya, yang terjadi di Kabupaten Sukabumi justru sebaliknya. Masyarakat lebih sering disuguhkan berbagai kegiatan seremonial yang minim substansi dan tidak berdampak langsung pada perbaikan kualitas hidup masyarakat banyak.
Seolah panggung pemerintahan lebih diwarnai seremoni daripada aksi. Ini sangat disayangkan, apalagi ketika kita mengingat pesan Dedi Mulyadi yang mengingatkan agar pemerintah daerah tidak terlalu larut dalam kegiatan simbolik yang menghabiskan anggaran tanpa hasil nyata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabupaten Sukabumi bukan tanpa tantangan. Isu kemiskinan, rendahnya akses pendidikan, ketimpangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan, serta infrastruktur rusak di berbagai titik adalah masalah yang mendesak. Tak hanya itu, tata kelola ruang yang belum tertata rapi dan pelayanan publik yang masih rendah turut memperparah keadaan. Ini semua membutuhkan kepemimpinan yang sigap, strategis, dan berpihak pada masyarakat secara keseluruhan.
Masyarakat Sukabumi tentu menaruh harapan besar pada H. Asep Japar dan H. Andreas. Harapan itu bukan hanya tentang perubahan wajah pemerintahan, tetapi tentang kebijakan nyata yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat: perbaikan infrastruktur, pelayanan publik yang efisien, peningkatan kualitas hidup, dan keterbukaan informasi. Mengurangi kegiatan seremonial yang tidak berdampak signifikan juga menjadi langkah penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

READ  Kondisi Pemerintahan Desa Parakansalak Disorot, Pemerhati Publik Desak Peran Aktif Kecamatan, DPMD,Inspektorat dan APH

Lebih dari itu, saat ini juga muncul kekhawatiran bahwa Bupati terlalu disibukkan dengan urusan internal politik, khususnya dalam mengakomodir kepentingan tim sukses yang memenangkan dirinya pada Pilkada lalu. Jika hal ini benar terjadi, maka itu merupakan sinyal awal yang mengkhawatirkan.
Perlu diingat, jabatan Bupati bukanlah milik segelintir kelompok atau elite politik, melainkan amanah besar untuk memimpin seluruh masyarakat Sukabumi tanpa terkecuali. Kepentingan publik harus selalu berada di atas kepentingan politik. Loyalitas kepala daerah tidak boleh hanya diberikan kepada para pendukungnya, tetapi kepada seluruh rakyat yang telah mempercayakan nasib daerah ini di tangan mereka.
Kecenderungan untuk membalas jasa politik dengan jabatan, proyek, atau akses kekuasaan hanya akan melahirkan tata kelola yang tidak sehat, memperburuk kualitas pelayanan, dan menghambat kemajuan daerah. Jika pola seperti ini terus berlanjut, maka yang dirugikan bukan hanya masyarakat hari ini, tetapi juga masa depan Kabupaten Sukabumi secara keseluruhan.

Kini, semua mata tertuju pada langkah-langkah yang akan diambil. Apakah H. Asep Japar dan H. Andreas akan terus terjebak dalam rutinitas simbolik dan agenda politik internal, atau mulai bergerak untuk menghadirkan perubahan nyata yang diharapkan masyarakat? Waktu akan menjawabnya. Namun yang pasti, waktu tidak pernah menunggu siapa pun

Penulis Opini: Lambang Indra,SH. Pemerhati kebijkan publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ivoni Munir Ketua DPRD Kabupaten Solok Ucapkan Selamat kepada Medison yang Dilantik Jadi Sekda Dharmasraya
Kartini dan “Si Tou Timou Tumou Tou”: Seruan Bersama Menyalakan Terang Kemanusiaan
Ketika Hormuz Bergetar, Indo-Pasifik Berguncang: Bayang Bayang Perang Iran-AS/Israel dan Ujian Nyata Bagi ASEAN Serta Indonesia
Dukungan Menguat, H. Cecep Noor Dinilai Figur Kunci Jelang Muscab PPP Kabupaten Bekasi 2026
Yakub F Ismail : Tekanan Ganda Ekonomi Indonesia
Kepala Unit Lalu Lintas Polsek Cikarang Utara AKP Carmin, S.H Imbau Warga Tertib Berlalu Lintas, Hindari U-Turn Paksa dan Lompat Trotoar
Hadir Buka Puasa Bersama Penggiat medsos Influencer Polda Metro Jaya seluruh Jabodetabek Mitra Polres Metro Bekasi
Nostalgia Alumni SD Negeri Karang Baru Angkatan 1998–2004 Gelar Buka Puasa Bersama di Jababeka
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:18 WIB

Ivoni Munir Ketua DPRD Kabupaten Solok Ucapkan Selamat kepada Medison yang Dilantik Jadi Sekda Dharmasraya

Kamis, 30 April 2026 - 02:46 WIB

Kartini dan “Si Tou Timou Tumou Tou”: Seruan Bersama Menyalakan Terang Kemanusiaan

Senin, 27 April 2026 - 08:50 WIB

Ketika Hormuz Bergetar, Indo-Pasifik Berguncang: Bayang Bayang Perang Iran-AS/Israel dan Ujian Nyata Bagi ASEAN Serta Indonesia

Sabtu, 25 April 2026 - 01:16 WIB

Dukungan Menguat, H. Cecep Noor Dinilai Figur Kunci Jelang Muscab PPP Kabupaten Bekasi 2026

Jumat, 3 April 2026 - 14:54 WIB

Yakub F Ismail : Tekanan Ganda Ekonomi Indonesia

Berita Terbaru