Suararakyat.info.Jakarta-Pemerintahan Presiden Jenderal (Purn) H. Prabowo Subianto Djoyohadikusumo menyiapkan langkah strategis dalam membangun ketahanan ekonomi nasional dengan mendirikan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di seluruh desa di Indonesia. Program ini bertujuan menciptakan lapangan kerja bagi pemuda dan rakyat Indonesia, mengurangi angka kemiskinan, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong kemandirian ekonomi rakyat kecil dan menengah.(25/3/2025)
Menurut Dr. Bernard, pendirian Kopdes Merah Putih merupakan langkah awal yang penting bagi pemerintahan Prabowo dalam membangun fondasi ekonomi berbasis rakyat. Dengan adanya koperasi di setiap desa, masyarakat mendapatkan akses mudah terhadap kebutuhan pokok, layanan kesehatan, keuangan, serta peluang bisnis yang lebih luas.
Kopdes Merah Putih dan Program Makan Bergizi Gratis
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintahan Presiden Prabowo juga merencanakan integrasi Kopdes Merah Putih dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Riries F. Trey SE dan Bunda Tiur, Sekjen LBH PERS Presisi Gerakan Solidaritas Nasional RPG 08 RBRP, menegaskan bahwa kolaborasi ini akan menciptakan permintaan besar bagi produk dan layanan koperasi, khususnya dalam penyediaan sembilan bahan pokok. Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi penggerak utama peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, tetapi juga menopang ketahanan pangan nasional.
Kopdes Merah Putih akan dikembangkan sebagai koperasi multi-layanan yang mencakup berbagai sektor usaha, seperti:
Toko sembako (menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau)
Apotek desa (menyediakan obat murah)
Klinik desa (akses layanan kesehatan dasar)
Unit simpan pinjam (menyediakan modal usaha bagi anggota koperasi)
Fasilitas cold storage (mendukung ketahanan pangan dan logistik)
Layanan logistik (pengadaan truk distribusi barang kebutuhan desa)
Dengan model terintegrasi ini, unit-unit usaha dalam koperasi dapat bersinergi secara efektif. Misalnya, unit sembako dapat memperoleh pasokan melalui jaringan distribusi internal koperasi, sementara unit simpan pinjam bisa menyediakan modal bagi anggota koperasi yang ingin memulai usaha.
Kopdes Merah Putih Sebagai Penyerap Tenaga Kerja di Desa
Pemerintah menargetkan Kopdes Merah Putih sebagai pencipta lapangan kerja di desa. Menurut data, koperasi di Indonesia telah menyerap sekitar 669.164 tenaga kerja hingga tahun 2023. Dengan adanya program 80.000 Kopdes Merah Putih, diperkirakan bisa tercipta 800.000 hingga 1,2 juta pekerjaan baru secara nasional.
Setiap Kopdes Merah Putih diproyeksikan menyerap 10–15 tenaga kerja langsung di berbagai unit usaha, seperti:
Gerai sembako (pengelola inventaris, penjualan, dan layanan pelanggan)
Apotek dan klinik (apoteker, perawat, dan staf administrasi)
Unit simpan pinjam (teller, petugas keuangan, dan administrasi)
Logistik (pengemudi, petugas gudang, dan distribusi)
Cold storage (operator kontrol suhu dan teknisi pemeliharaan)
Kantor koperasi (manajemen operasional dan administrasi umum)
Selain pekerjaan langsung, Kopdes Merah Putih juga berpotensi menciptakan lapangan kerja tidak langsung di sektor pemasok desa, teknisi pemeliharaan fasilitas, dan penyedia jasa transportasi. Untuk memastikan keberhasilan program ini, pemerintah telah berkomitmen melatih 210.000-240.000 orang sebagai pengelola koperasi yang kompeten.
Dengan penciptaan 1 juta lapangan kerja baru, angka kemiskinan ekstrem di desa dapat berkurang hingga 25–30 persen.
Efek Jaringan Kopdes Merah Putih
Konsep efek jaringan dalam koperasi menjadikan setiap unit saling terkoneksi, menciptakan kekuatan ekonomi kolektif. Prof. Dr. Henry Jayadi Pandiangan, akademisi dan Dekan FH UKI, menegaskan bahwa program ini akan membentuk pasar baru yang terorganisir dengan potensi 40 juta anggota koperasi.
Keunggulan efek jaringan ini meliputi:
1. Distribusi yang lebih efisien – Dengan jaringan koperasi yang luas, distribusi produk dan layanan menjadi lebih cepat dan murah.
2. Harga lebih terjangkau – Dengan skala besar, koperasi bisa mendapatkan barang dengan harga lebih rendah sehingga masyarakat desa menikmati biaya hidup lebih murah.
3. Peningkatan daya saing petani dan produsen desa – Dengan koperasi sebagai perantara, harga jual hasil pertanian dan produk desa bisa lebih stabil dan menguntungkan.
4. Peningkatan edukasi dan pengelolaan bisnis koperasi – Dengan 240.000 pengelola koperasi yang terlatih, akan ada pertukaran pengetahuan yang sistematis untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi usaha.
Efek jaringan koperasi sudah terbukti sukses di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Eropa, Vietnam, dan India. Di AS, koperasi bahkan mampu mengelola layanan berteknologi tinggi seperti kelistrikan di beberapa negara bagian. Dengan pendekatan yang tepat, Indonesia bisa mengadopsi model serupa untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat desa.
Mewujudkan Janji Kampanye Presiden Prabowo
Bunda Tiur menegaskan bahwa program Kopdes Merah Putih adalah bukti nyata janji kampanye Presiden Prabowo dalam membangun ekonomi berbasis Pancasila dan UUD 1945. Dengan koperasi sebagai pilar utama, ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berdaulat bisa diwujudkan, sesuai dengan konsep Trisakti: Berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya.
“Saatnya mewujudkan mimpi-mimpi besar ini. Dengan gotong royong, visi besar ASTA CITA Presiden Prabowo akan menjadi kenyataan. Koperasi adalah soko guru ekonomi rakyat!” pungkas Bunda Tiur.
SALAM PRESISI! PANCASILA! UUD 1945! MERDEKA!
Penulis: Dr Bernard, Riries F. Trey, Bunda Tiur Simamora, Rusman Pinem














