SUARARAKYAT || JAKARTA – Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Bedah Kasus-Kasus Krusial yang diselenggarakan di kawasan Cirendeu pada Jumat (31/7/2026). Dalam kegiatan yang dikemas dalam ajang inspiratif Rumah Doa GAKORPAN Merah Putih Indonesia, Ketua LBH PERS Prima Presisi Polri, Dr. Bernard BBBBI Siagian, menyampaikan pesan-pesan moral dan spiritual yang menitikberatkan pada pentingnya membangun iman, ketakwaan, serta karakter pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Mengusung tema “Kesabaran Hidup dan Pantang Menyerah”, Dr. Bernard mengajak seluruh peserta untuk merenungkan makna kehidupan melalui sebuah contoh sederhana namun sarat pelajaran, yakni proses seorang bayi yang belajar berdiri dan berjalan.
Menurutnya, setiap manusia pernah mengalami fase tersebut. Seorang bayi yang baru belajar berjalan akan berkali-kali terjatuh. Meski menangis, ia tidak pernah berhenti mencoba. Dengan ketekunan, keberanian, dan semangat yang tidak pernah padam, bayi itu kembali bangkit hingga akhirnya mampu berdiri dan berjalan sendiri tanpa bantuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelajaran terbesar justru datang dari seorang bayi. Ia tidak mengenal kata menyerah. Ketika jatuh, ia bangkit lagi. Ketika gagal, ia mencoba lagi. Begitulah seharusnya manusia menjalani kehidupan,” ujar Dr. Bernard dalam penyampaian refleksinya.
Ia menegaskan bahwa kesabaran, keuletan, dan semangat pantang menyerah merupakan anugerah yang telah diberikan Tuhan kepada setiap manusia sejak lahir. Karena itu, setiap individu memiliki potensi untuk bangkit dari kegagalan, selama tetap memiliki keyakinan, harapan, dan kemauan untuk terus berjuang.
Dr. Bernard juga mengingatkan bahwa kehidupan bukan ditentukan oleh seberapa sering seseorang mengalami kegagalan, melainkan oleh seberapa besar keberanian untuk kembali bangkit setelah terjatuh.
“Hidup bukan tentang mengapa kita jatuh, tetapi bagaimana kita bangkit. Yang menentukan masa depan bukan banyaknya persoalan, melainkan kekuatan hati untuk tetap berdiri menghadapi setiap ujian,” tuturnya.
Dalam penyampaian refleksi keagamaannya, Dr. Bernard mengutip makna firman Tuhan yang mengajak setiap orang untuk menjadi seperti bayi yang selalu merindukan susu yang murni sebagai lambang pertumbuhan rohani. Menurutnya, manusia harus terus haus akan nilai-nilai kebaikan, kejujuran, kasih, dan ketulusan agar mampu bertumbuh menjadi pribadi yang beriman dan bermanfaat bagi sesama.
Ia juga mengajak masyarakat untuk senantiasa melakukan introspeksi diri terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai manusia, baik dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, maupun berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai keimanan, katanya, harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui pelayanan, kepedulian sosial, serta semangat menjaga persatuan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Bernard turut mengingatkan pentingnya menjaga semangat nasionalisme yang dilandasi nilai-nilai religius. Semangat juang para pahlawan bangsa hendaknya menjadi inspirasi agar masyarakat tidak mudah putus asa menghadapi berbagai persoalan sosial, ekonomi, maupun kehidupan pribadi.
Acara yang berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif itu diikuti oleh berbagai kalangan yang hadir untuk memperoleh pencerahan rohani sekaligus memperkuat semangat kebangsaan. Diskusi mengenai berbagai persoalan krusial di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran hukum, moral, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Menutup penyampaiannya, Dr. Bernard mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan setiap kegagalan sebagai pelajaran berharga dan setiap cobaan sebagai sarana mendewasakan diri.
“Jangan pernah menyerah terhadap keadaan. Selama Tuhan masih memberikan kehidupan, berarti masih ada harapan. Bangkitlah, teruslah berjuang, tetap sabar, tetap beriman, dan jangan pernah berhenti melakukan kebaikan,” pesannya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur serta harapan agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang
Penulis : Dr.Bernard
Editor : Redaksi
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














