Kota Sorong Papua Barat Daya – Dinas Pangan dan Pertanian Provinsi Papua Barat Daya Menegaskan bahwa pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) Cetak Sawah Rakyat dilakukan dengan mengutamakan lahan milik masyarakat yang telah mendapat persetujuan pemiliknya, serta tidak menyasar kawasan hutan lindung maupun kawasan konservasi.
Kepala Seksi Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Provinsi Papua Barat Daya, Agustina Homer, mengatakan masih banyak masyarakat yang belum memahami tujuan dari PSN Cetak Sawah Rakyat, Karena itu, pemerintah terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai program Itu.
Menurutnya, PSN Cetak Sawah Rakyat merupakan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, Selasa (14/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menyiapkan lahan, alat dan mesin pertanian, benih, pupuk hingga proses pengolahan lahan, sementara hasil panen sepenuhnya menjadi hak masyarakat.
Agustina Mengatakan Program ini murni untuk masyarakat, Pemerintah hanya memfasilitasi agar masyarakat memiliki lahan pertanian produktif, Hasilnya kembali kepada petani dan masyarakat.
Agustina Juga menegaskan, pemerintah memahami batas-batas kawasan yang tidak boleh dimanfaatkan, seperti hutan lindung dan kawasan yang dilindungi, Oleh sebab itu, lahan yang digunakan merupakan lahan produktif milik masyarakat dan pembukaannya dilakukan setelah melalui sosialisasi serta persetujuan pemilik lahan.
“Kalau masyarakat siap, kami laksanakan. Kalau masyarakat tidak bersedia, tentu kami tidak akan membuka lahan tersebut. Semua dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama masyarakat,” katanya.
Agustina menjelaskan, sosialisasi dilakukan secara langsung hingga ke kelompok-kelompok tani, Seperti yang dilakukan di Kabupaten Sorong Selatan, pemerintah memberikan pemahaman mengenai tujuan program, manfaat ekonomi, hingga prospek usaha tani padi bagi peningkatan pendapatan masyarakat.
Ia menilai budidaya padi memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi karena masa panennya relatif singkat, sekitar tiga bulan, serta hasil panennya dapat disimpan dalam waktu yang lama dibandingkan sebagian besar komoditas pangan lokal.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak mengesampingkan pangan lokal,Menurutnya, masyarakat tetap didorong mengembangkan komoditas lokal yang bernilai ekonomi, namun juga perlu memanfaatkan peluang usaha dari budidaya padi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Lebih lanjut, Agustina mengatakan pembangunan sektor pertanian membutuhkan proses yang berkelanjutan. Selain penyediaan sarana dan prasarana, pemerintah juga terus melakukan pendampingan, pelatihan, dan pembinaan kepada petani agar mampu meningkatkan produktivitas dan mengelola usaha tani secara mandiri.
Ia juga menyoroti tingginya kebutuhan beras di Papua Barat Daya yang hingga kini masih dipasok dari luar daerah. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus alasan penting mengapa program cetak sawah perlu didukung bersama.
“Setiap hari kebutuhan beras yang masuk melalui Pelabuhan Sorong jumlahnya sangat besar. Karena itu, pemerintah berupaya meningkatkan produksi beras di daerah agar ketergantungan terhadap pasokan dari luar dapat dikurangi dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” tutupnya.
Penulis : Leonardo Alfredo Kara
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Suara Rakyat Info














