SUARARAKYAT || SURABAYA – Pemerintah terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan daya saing komoditas hortikultura nasional di pasar internasional. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui dorongan ekspor mangga unggulan asal Jawa Timur, yakni mangga alpukat dari Kabupaten Pasuruan dan mangga arumanis dari Kabupaten Probolinggo, agar mampu menembus pasar Jepang yang dikenal memiliki standar kualitas pangan yang sangat tinggi.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa potensi komoditas lokal Indonesia sangat besar untuk bersaing di pasar ekspor. Menurutnya, keberhasilan menembus pasar Jepang tidak hanya akan meningkatkan nilai ekonomi bagi petani, tetapi juga menjadi bukti bahwa produk pertanian Indonesia mampu memenuhi standar internasional.
“Kami ingin memastikan bahwa kawasan transmigrasi dan sentra-sentra pertanian memiliki akses yang lebih luas terhadap pasar global. Mangga unggulan Jawa Timur memiliki kualitas yang sangat baik dan berpotensi menjadi komoditas ekspor andalan Indonesia,” ujar Menteri Iftitah.Senin (13/7/2026)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, Kementerian Transmigrasi tidak bekerja sendiri dalam mewujudkan target tersebut. Sinergi terus dibangun bersama berbagai kementerian dan lembaga terkait, termasuk sektor pertanian, perdagangan, karantina, bea cukai, hingga pemerintah daerah untuk menyelesaikan berbagai kendala teknis yang selama ini menjadi hambatan ekspor.
Berbagai aspek yang menjadi perhatian meliputi pemenuhan standar keamanan pangan, sertifikasi produk, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), sistem karantina, pengemasan (packaging), hingga rantai distribusi dan logistik agar kualitas buah tetap terjaga saat tiba di negara tujuan.
Pasar Jepang sendiri dikenal menerapkan regulasi yang ketat terhadap produk hortikultura impor. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas budidaya, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), serta pengawasan pascapanen menjadi faktor penting agar mangga Indonesia mampu memenuhi persyaratan tersebut.
Mangga alpukat Pasuruan dikenal memiliki tekstur daging buah yang tebal, rasa manis, sedikit serat, serta bentuk buah yang menarik. Sementara mangga arumanis Probolinggo telah lama menjadi salah satu varietas unggulan nasional berkat cita rasa khas, aroma harum, dan kualitas buah yang konsisten.
Selain membuka peluang pasar baru, keberhasilan ekspor juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan nilai tambah sektor pertanian.
Menteri Iftitah menambahkan bahwa pengembangan komoditas unggulan merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam membangun kawasan transmigrasi yang produktif, modern, dan berorientasi ekspor. Dengan demikian, kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi lokasi permukiman, tetapi juga mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Pemerintah optimistis, melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan kelompok tani, berbagai hambatan teknis dapat segera diselesaikan sehingga produk hortikultura Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui peningkatan ekspor produk pertanian bernilai tinggi. Dengan semakin luasnya akses pasar global, Indonesia diharapkan mampu memperkenalkan lebih banyak komoditas unggulan Nusantara ke berbagai negara, sekaligus mengangkat citra produk pertanian Indonesia sebagai komoditas berkualitas yang mampu bersaing di tingkat dunia.
Editor : Redaksi
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














