Suararakyat info Kabupaten Sukabumi, Dugaan pelanggaran teknis Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada dapur program Makan Bergizi Nasional (MBG) Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi kembali mencuat. Kali ini sorotan tertuju pada dapur MBG Karya Insan Nusantara Sejahtera yang berlokasi di Desa Neglasari RT 02/RW 05, Kecamatan Cibadak, yang diduga bermasalah tidak hanya dalam pengelolaan limbah cair tetapi juga penanganan sampah hasil produksi. 22 Mei 2016
Berdasarkan hasil investigasi pada Jumat (22/5/2026), dapur dengan nomor ID Satuan Pemanfaatan Pangan dan Gizi (SPPG) yang tidak jelas tersebut berada tepat di pinggir sungai, sementara lokasi pembakaran sampah berada di area dapur SPPG itu sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat tim melakukan peninjauan dan konfirmasi, Akuntan Reza serta Security Arif menyampaikan bahwa dapur sudah sesuai standar dan tidak bermasalah. Menurut Arif, pembuangan limbah IPAL setiap hari diangkut atau dibuang menggunakan ember untuk dijadikan pupuk.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda. Sampah ditemukan dibakar di area dapur, dengan sisa pembakaran yang masih menimbulkan kepulan asap beraroma menyengat. Selain itu, dugaan pelanggaran juga terjadi pada sistem IPAL, di mana air limbah sisa aktivitas dapur terlihat tergenang dan mengalir langsung ke sungai.
Kasus ini menambah daftar dugaan persoalan pengelolaan limbah pada dapur MBG di wilayah Kabupaten Sukabumi. Secara teknis, IPAL merupakan komponen vital yang harus mampu mengolah limbah berminyak dan berlemak, sabun deterjen, serta sisa bahan pangan organik yang memiliki kadar polutan tinggi.
Tanpa unit pengolahan yang memadai, air limbah dapur SPPG berpotensi mencemari tanah, menimbulkan bau busuk yang memicu protes warga, dan yang paling parah menjadi sarang bakteri yang dapat menyebabkan kontaminasi silang pada makanan yang disiapkan untuk siswa.
Penulis Dede
Editor lambang indra Setiawan
Publikasi suararakyat info














