H. Ujang Fahpulwaton Kritik Polemik MBG SDN Ciherang, Sebut Bukan Masalah Teknis Biasa

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 00:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Suararakyat info kabupaten Sukabumi – Polemik dugaan tidak tersalurkannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 252 siswa SDN Ciherang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi selama lebih dari lima bulan menuai sorotan keras dari H. Ujang Fahpulwaton, SE. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sekadar kendala teknis biasa dan menunjukkan indikasi lemahnya koordinasi serta minimnya tanggung jawab dari pihak wilayah yang seharusnya mengawasi jalannya program di lapangan.

“Kalau benar ada ratusan siswa tidak menerima MBG selama berbulan-bulan, ini bukan lagi soal teknis distribusi. Ini menyangkut hak anak-anak dan bentuk tanggung jawab negara terhadap masyarakat,” tegas H. Ujang Fahpulwaton, SE.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyoroti sikap Korwil Kabupaten Sukabumi yang dinilai menghindari sorotan publik saat persoalan mencuat. Menurutnya, Korwil memiliki mandat langsung untuk memastikan distribusi program berjalan merata dan tepat sasaran.

“Jangan sampai ketika program berjalan lancar semua tampil di depan, tetapi saat muncul masalah justru staf yang disuruh bicara. Masyarakat butuh penjelasan resmi dan solusi konkret dari pihak yang memang bertanggung jawab,” ujarnya.

READ  Percepat Transformasi Digital, BGN Kembangkan Website PPID dan JDIH Agar Lebih Modern dan Terintegrasi

H. Ujang menilai alasan “over kuota” yang disebut-sebut sebagai penyebab terhentinya distribusi MBG di SDN Ciherang justru memunculkan lebih banyak pertanyaan di tengah masyarakat. Ia meminta pihak terkait membuka secara transparan data penerima, dasar penetapan kuota, hingga alasan kenapa hanya sekolah tertentu yang terdampak.

Selain itu, ia mempertanyakan mengapa selama lima bulan tidak ada pemberitahuan resmi kepada pihak sekolah maupun wali murid. “Kalau memang ada kendala kuota, kenapa tidak dijelaskan sejak awal? Kenapa dibiarkan berbulan-bulan tanpa kepastian? Transparansi itu penting agar tidak menimbulkan dugaan kelalaian,” katanya.

Lebih lanjut, H. Ujang Fahpulwaton, SE mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem koordinasi MBG di Kabupaten Sukabumi agar program yang bertujuan membantu pemenuhan gizi anak-anak tidak justru menimbulkan ketidakadilan di lapangan.

“Program negara jangan sampai kehilangan kepercayaan publik hanya karena lemahnya pengawasan dan komunikasi. Anak-anak tidak boleh menjadi korban dari buruknya koordinasi birokrasi,” pungkasnya.

 

Penulis Dede

Editor lambang indra Setiawan

Publikasi suararakyat info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Panglima Koarmada III Gelar Penghijauan Markas Guna Wujudkan Lingkungan ASRI
Program MBG Jadi Instrumen Strategis Membangun Generasi Indonesia Emas 2045
BGN di Unhan RI: Ketahanan Gizi Kini Menjadi Pilar Baru Pertahanan Nasional
Dugaan Pelanggaran Standar  Higienis dan IPAL di Dapur MBG Bojonggenteng Sukabumi Mencuat, Limbah Dibuang ke Kebun dan Ompreng Dicuci di Parkiran
Pemerintah Pastikan Pergantian Pimpinan BGN Tak Ganggu Pelaksanaan Program MBG
BGN Terapkan Efisiensi Distribusi MBG, Sistem Bundling Dihentikan
Dugaan Pelanggaran IPAL Dapur MBG Cibadak Sukabumi Mencuat, Limbah Cair Diduga Alir Langsung ke Sungai
BGN Nilai RUU Pemenuhan Gizi Penting Untuk Keberlanjutan MBG
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 02:05 WIB

Panglima Koarmada III Gelar Penghijauan Markas Guna Wujudkan Lingkungan ASRI

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:55 WIB

Program MBG Jadi Instrumen Strategis Membangun Generasi Indonesia Emas 2045

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:39 WIB

BGN di Unhan RI: Ketahanan Gizi Kini Menjadi Pilar Baru Pertahanan Nasional

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:21 WIB

Dugaan Pelanggaran Standar  Higienis dan IPAL di Dapur MBG Bojonggenteng Sukabumi Mencuat, Limbah Dibuang ke Kebun dan Ompreng Dicuci di Parkiran

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:02 WIB

Pemerintah Pastikan Pergantian Pimpinan BGN Tak Ganggu Pelaksanaan Program MBG

Berita Terbaru