Dugaan Pelanggaran IPAL Dapur MBG Cibadak Sukabumi Mencuat, Limbah Cair Diduga Alir Langsung ke Sungai

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat info Kabupaten Sukabumi,  Dugaan pelanggaran teknis Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada dapur program Makan Bergizi Nasional (MBG) Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi kembali mencuat. Kali ini sorotan tertuju pada dapur MBG Karya Insan Nusantara Sejahtera yang berlokasi di Desa Neglasari RT 02/RW 05, Kecamatan Cibadak, yang diduga bermasalah tidak hanya dalam pengelolaan limbah cair tetapi juga penanganan sampah hasil produksi. 22 Mei 2016

Berdasarkan hasil investigasi pada Jumat (22/5/2026), dapur dengan nomor ID Satuan Pemanfaatan Pangan dan Gizi (SPPG) yang tidak jelas tersebut berada tepat di pinggir sungai, sementara lokasi pembakaran sampah berada di area dapur SPPG itu sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat tim melakukan peninjauan dan konfirmasi, Akuntan Reza serta Security Arif menyampaikan bahwa dapur sudah sesuai standar dan tidak bermasalah. Menurut Arif, pembuangan limbah IPAL setiap hari diangkut atau dibuang menggunakan ember untuk dijadikan pupuk.

READ  SPPG Wongkaditi Barat Terapkan Standar Kesehatan Ketat bagi Relawan

Namun, fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda. Sampah ditemukan dibakar di area dapur, dengan sisa pembakaran yang masih menimbulkan kepulan asap beraroma menyengat. Selain itu, dugaan pelanggaran juga terjadi pada sistem IPAL, di mana air limbah sisa aktivitas dapur terlihat tergenang dan mengalir langsung ke sungai.

Kasus ini menambah daftar dugaan persoalan pengelolaan limbah pada dapur MBG di wilayah Kabupaten Sukabumi. Secara teknis, IPAL merupakan komponen vital yang harus mampu mengolah limbah berminyak dan berlemak, sabun deterjen, serta sisa bahan pangan organik yang memiliki kadar polutan tinggi.

Tanpa unit pengolahan yang memadai, air limbah dapur SPPG berpotensi mencemari tanah, menimbulkan bau busuk yang memicu protes warga, dan yang paling parah menjadi sarang bakteri yang dapat menyebabkan kontaminasi silang pada makanan yang disiapkan untuk siswa.

Penulis Dede

Editor lambang indra Setiawan

Publikasi suararakyat info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Nilai RUU Pemenuhan Gizi Penting Untuk Keberlanjutan MBG
BGN Tegaskan Relawan SPPG Wajib Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
H. Ujang Fahpulwaton Kritik Polemik MBG SDN Ciherang, Sebut Bukan Masalah Teknis Biasa
BGN Tekankan Peran Komunikasi Publik Dalam Keberhasilan Program MBG
252 Siswa SDN Ciherang Sukabumi Tak Terima MBG Lebih Lima Bulan, Disebutkan Alasan Over Kuota
BGN Tegaskan Tidak Ada Batas Usia Maksimum untuk Relawan MBG
Kepala BGN : Kampus Harus Bangun SPPG, Jadi Penggerak Ekosistem Gizi dan Ekonomi Lokal
BGN Pastikan Program MBG Tepat Sasaran Melalui Penetapan Wilayah Prioritas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:02 WIB

Dugaan Pelanggaran IPAL Dapur MBG Cibadak Sukabumi Mencuat, Limbah Cair Diduga Alir Langsung ke Sungai

Senin, 18 Mei 2026 - 23:09 WIB

BGN Nilai RUU Pemenuhan Gizi Penting Untuk Keberlanjutan MBG

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:57 WIB

BGN Tegaskan Relawan SPPG Wajib Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 00:58 WIB

H. Ujang Fahpulwaton Kritik Polemik MBG SDN Ciherang, Sebut Bukan Masalah Teknis Biasa

Senin, 11 Mei 2026 - 12:39 WIB

BGN Tekankan Peran Komunikasi Publik Dalam Keberhasilan Program MBG

Berita Terbaru