Jalan Kabupaten Terabaikan, Warga Jampang Tengah Tandu Pasien 10 Km Demi Akses Layanan Kesehatan

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARRAAKYAT.info || SUKABUMI — Potret ketimpangan infrastruktur kembali terlihat nyata di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Kerusakan jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 10 kilometer di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, bukan sekadar persoalan aksesibilitas, melainkan telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga. Kondisi tersebut memaksa masyarakat melakukan evakuasi darurat secara manual terhadap pasien yang membutuhkan penanganan medis.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Rabu (6/5/2026), ketika seorang warga lanjut usia bernama Sadi (60), asal Dusun Cidahu, harus ditandu menggunakan kain sarung oleh warga sekitar. Aksi gotong royong tersebut dilakukan karena tidak adanya kendaraan, termasuk ambulans, yang mampu menjangkau kediaman pasien akibat rusaknya infrastruktur jalan secara parah.

Jalan yang seharusnya menjadi penghubung utama aktivitas warga kini berubah menjadi jalur sulit dilalui. Permukaan jalan dipenuhi bebatuan, berlubang, dan licin saat hujan, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas dengan aman. Dalam kondisi darurat, warga tidak memiliki pilihan selain mengandalkan tenaga manusia untuk membawa pasien menuju titik yang bisa dijangkau kendaraan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang warga, Galih, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut bukan hal baru. Menurutnya, kerusakan jalan telah berlangsung lama tanpa penanganan serius dari pihak berwenang. Ia menjelaskan bahwa Sadi menderita sejumlah penyakit komplikasi, seperti gangguan lambung, asam urat, dan penyakit lainnya, yang membutuhkan penanganan medis segera.

“Ambulans tidak bisa masuk karena jalannya rusak parah. Kami terpaksa menandu sejauh kurang lebih 10 kilometer agar pasien bisa sampai ke titik penjemputan,” ujar Galih.

Ia juga menyoroti kualitas pembangunan infrastruktur yang dinilai tidak maksimal. Menurutnya, jalan tersebut sempat mendapatkan perbaikan berupa pengaspalan, namun hanya sepanjang sekitar 200 meter. Ironisnya, perbaikan tersebut tidak bertahan lama dan kini kembali mengalami kerusakan.

“Memang pernah diaspal, tapi hanya sebagian kecil. Sekarang sudah rusak lagi. Ini menunjukkan bahwa pengerjaannya tidak serius atau tidak sesuai standar,” tambahnya.

READ  [Breaking News] : Aparat Gabungan Gerebek Gudang Berisi Ribuan Oli Diduga Palsu di Kubu Raya

Kondisi ini berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Selain menghambat akses layanan kesehatan, kerusakan jalan juga mempengaruhi sektor pendidikan, ekonomi, hingga mobilitas sehari-hari warga. Anak-anak sekolah harus menempuh perjalanan sulit, distribusi hasil pertanian terhambat, dan biaya transportasi meningkat akibat medan yang tidak layak.

Lebih tragis lagi, kejadian serupa sebelumnya pernah dialami oleh seorang ibu hamil di wilayah tersebut. Karena sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan, proses evakuasi yang lambat berujung pada tidak tertolongnya bayi yang dikandung. Peristiwa itu meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat sekaligus menjadi alarm keras atas lemahnya perhatian terhadap infrastruktur dasar.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengambil langkah konkret dan terukur. Mereka mendesak adanya perbaikan jalan secara menyeluruh dan berkelanjutan, bukan sekadar tambal sulam yang bersifat sementara.

“Jalan ini jalur vital bagi kami. Bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal nyawa. Kami tidak ingin kejadian seperti ini terus berulang,” tegas Galih.

Fenomena ini menjadi cerminan masih adanya kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Ketika infrastruktur dasar seperti jalan tidak terpenuhi, maka akses terhadap hak-hak fundamental warga, seperti kesehatan dan keselamatan, ikut terancam.

Peristiwa di Jampang Tengah bukan hanya sekadar berita lokal, melainkan potret nyata dari tantangan besar pembangunan daerah yang belum merata. Pemerintah dituntut untuk hadir secara nyata, memastikan bahwa setiap warga, tanpa terkecuali, mendapatkan akses yang layak terhadap layanan dasar.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin akan ada lebih banyak korban yang harus “dibayar” akibat keterlambatan penanganan. Infrastruktur bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat yang menentukan kualitas hidup dan masa depan mereka.

Penulis : Tim

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usai Janji Menikahi, Pria Berinisial URI Asal Nyalindung Disebut Menghindar Setelah Kekasihnya Hamil
DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas
Aksi Pencurian Terekam CCTV, SDN 4 Karangtengah Cibadak Dibobol Maling pada Malam Hari
KNPI Kota Sukabumi Tegaskan Keterlibatan dalam Aksi Forum RT/RW, Tantan Sutandi: Logo Dicantumkan Atas Izin Resmi
BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun
Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan
Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi
Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:45 WIB

Usai Janji Menikahi, Pria Berinisial URI Asal Nyalindung Disebut Menghindar Setelah Kekasihnya Hamil

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:58 WIB

DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:18 WIB

Aksi Pencurian Terekam CCTV, SDN 4 Karangtengah Cibadak Dibobol Maling pada Malam Hari

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:22 WIB

KNPI Kota Sukabumi Tegaskan Keterlibatan dalam Aksi Forum RT/RW, Tantan Sutandi: Logo Dicantumkan Atas Izin Resmi

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:56 WIB

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun

Berita Terbaru

Berita Daerah

DPC ASWIN Kepulauan Meranti Resmi Daftarkan Kepengurusan ke Kesbangpol

Selasa, 23 Jun 2026 - 08:17 WIB