Diduga Gedung Rakyat Tanpa Wakil: DPRD Kota Pasuruan Disegel Mahasiswa, Mosi Tidak Percaya Menggema di Tengah Kekecewaan

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || PASURUAN — Gelombang kekecewaan mahasiswa mencapai titik puncaknya pada Kamis (16/4) sore, ketika Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pasuruan Raya mendeklarasikan Mosi Tidak Percaya terhadap DPRD Kota Pasuruan. Aksi ini menjadi klimaks dari rangkaian demonstrasi yang sebelumnya sempat dihadang aparat, hingga akhirnya berujung pada penyegelan simbolis gedung wakil rakyat yang dinilai “kosong dari keberanian dan tanggung jawab”.

Aksi bermula dari long march yang digelar mahasiswa dari titik kumpul di kawasan timur Markas Kodim 0819 Pasuruan. Massa bergerak dengan membawa tuntutan utama: keadilan bagi aktivis KontraS, Andrie Yunus, serta penolakan terhadap praktik peradilan militer yang dinilai berpotensi melanggengkan impunitas.

Namun, langkah mahasiswa terhenti ketika aparat gabungan TNI dan Polri memblokade jalur yang hendak dilalui massa. Dalih “sterilisasi kawasan militer” menjadi alasan penutupan akses jalan umum tersebut. Situasi sempat memanas, tetapi mahasiswa memilih menahan diri untuk menghindari benturan fisik yang berpotensi memicu eskalasi konflik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan strategi yang terorganisir, massa kemudian mengalihkan rute dan bergerak menuju Gedung DPRD Kota Pasuruan menggunakan kendaraan. Harapannya, para wakil rakyat dapat menjadi corong aspirasi mereka dan menjembatani tuntutan ke tingkat yang lebih tinggi.

Namun harapan itu runtuh sesampainya di lokasi. Gedung yang seharusnya menjadi “Rumah Rakyat” justru tampak lengang tanpa kehadiran satu pun anggota dewan. Padahal, pemberitahuan aksi telah dilayangkan secara resmi jauh hari sebelumnya. Ketidakhadiran tersebut memicu amarah kolektif mahasiswa yang merasa diabaikan.

Dari atas mobil komando, Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya, M. Ubaidillah Abdi, menyampaikan kecaman keras terhadap sikap DPRD yang dinilai tidak memiliki keberpihakan terhadap rakyat.

“Hari ini kita melihat sendiri, gedung ini berdiri megah tapi kosong dari nurani. Ketika rakyat membutuhkan keberanian wakilnya, mereka justru memilih diam dan menghilang. Ini bukan sekadar ketidakhadiran, ini pengkhianatan terhadap mandat rakyat,” tegasnya di hadapan ratusan massa aksi.

READ  Birokrasi Sukabumi Digugat Mahasiswa: AMM Desak Evaluasi Total Sekda dan Bongkar Carut-Marut Tata Kelola

Kekecewaan itu kemudian berubah menjadi aksi simbolik. Jalanan di depan gedung DPRD disulap menjadi “ruang sidang alternatif”. Di hadapan staf sekretariat dan aparat yang berjaga, mahasiswa secara lantang membacakan deklarasi Mosi Tidak Percaya terhadap DPRD Kota Pasuruan.

Tak berhenti di situ, aksi dilanjutkan dengan penyegelan gerbang utama gedung DPRD. Tali dililitkan menyilang sebagai simbol “penguncian” moral terhadap institusi yang dianggap gagal menjalankan fungsi representatifnya. Poster-poster bernada kritik keras ditempelkan di gerbang, di antaranya bertuliskan “Gedung Ini Disita Rakyat!” dan “Wakil Rakyat Cuti Nurani”.

Bagi mahasiswa, tindakan ini bukan sekadar simbol protes, melainkan penegasan bahwa legitimasi moral DPRD dipertanyakan ketika mereka absen dalam momentum krusial. Gedung megah tanpa keberanian politik dinilai hanya menjadi monumen kosong yang kehilangan makna.

Aliansi BEM Pasuruan Raya juga menyampaikan ultimatum. Mereka menuntut agar DPRD segera menyikapi tuntutan mahasiswa, khususnya terkait pengusutan aktor intelektual dalam kasus yang menimpa aktivis KontraS serta penolakan terhadap impunitas militer. Jika tidak ada respons konkret, mahasiswa mengancam akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar dan tekanan yang lebih kuat.

Meski diwarnai ketegangan dan kekecewaan mendalam, aksi ditutup secara tertib. Massa membubarkan diri dalam satu komando setelah memastikan tuntutan mereka diserahkan kepada pihak sekretariat DPRD.

Peristiwa ini menjadi cermin tajam relasi antara rakyat yang dalam hal ini diwakili mahasiswa dengan lembaga legislatif daerah. Ketika ruang formal dianggap tertutup, jalanan kembali menjadi arena utama bagi rakyat untuk menyuarakan keadilan.

Penulis : M Ubaidillah

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Blokade Jalan Depan Kodim Picu Ketegangan, Long March Mahasiswa Pasuruan Dipaksa Putar Arah
Leher Terjerat Kabel Menjuntai, Pengendara Terluka Parah di Kediri: Dugaan Kelalaian Jaringan Internet Menguat
Gus Man GMPI Jatim Serukan Warga Bijak Bermedsos dan Jaga Persatuan di Tengah Maraknya Isu Nasional
PKBM Aji Saka Kediri Disorot,Pemerhati Publik Desak Dinas Pendidikan dan Inspektorat Turun Tangan
BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali Gelar Aksi di DPRD Jatim, Tegaskan Penolakan Impunitas dan Tuntut Keadilan
Mahasiswa Dihadang di Depan PCNU Bangil, BEM Pasuruan Raya Kecam Pembungkaman dan Desak Penegakan Hukum
Tiga Wisatawan Diduga Tenggelam di Ujung Genteng, Satu Meninggal Dunia dan Dua Masih dalam Pencarian
PMII Pasuruan Kepung Kantor Pemkab, Tuntut Keadilan bagi Bocah yang Tewas di Lubang Tambang Jeladri
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 15:18 WIB

Diduga Gedung Rakyat Tanpa Wakil: DPRD Kota Pasuruan Disegel Mahasiswa, Mosi Tidak Percaya Menggema di Tengah Kekecewaan

Kamis, 16 April 2026 - 02:50 WIB

Leher Terjerat Kabel Menjuntai, Pengendara Terluka Parah di Kediri: Dugaan Kelalaian Jaringan Internet Menguat

Rabu, 15 April 2026 - 12:27 WIB

Gus Man GMPI Jatim Serukan Warga Bijak Bermedsos dan Jaga Persatuan di Tengah Maraknya Isu Nasional

Minggu, 12 April 2026 - 07:15 WIB

PKBM Aji Saka Kediri Disorot,Pemerhati Publik Desak Dinas Pendidikan dan Inspektorat Turun Tangan

Jumat, 10 April 2026 - 14:31 WIB

BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali Gelar Aksi di DPRD Jatim, Tegaskan Penolakan Impunitas dan Tuntut Keadilan

Berita Terbaru