SUARARAKYAT.info | Sukabumi — Pemerintah Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, memberikan klarifikasi terkait tudingan yang menyebutkan bahwa warga Desa Cidahu menjadi penyebab menumpuknya sampah di kawasan Jembatan Cikalong. Sekretaris Desa Cidahu, Hendra, dengan tegas membantah anggapan tersebut dan menyatakan bahwa pengelolaan sampah di wilayahnya sudah berjalan secara teratur.
Menurut Hendra, saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (11/3/2026), warga Desa Cidahu saat ini sudah tidak lagi membuang sampah secara sembarangan, termasuk ke sungai maupun ke area jembatan. Ia menegaskan bahwa sampah rumah tangga milik warga telah diatur untuk dikumpulkan terlebih dahulu di satu titik sebelum kemudian diangkut oleh petugas kebersihan.
“Warga Desa Cidahu sudah tidak lagi membuang sampah sembarangan. Setiap minggu sampah rumah tangga mereka diangkut oleh petugas, biasanya setiap hari Senin,” jelas Hendra.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menuturkan, sistem pengelolaan sampah tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara pemerintah desa dan masyarakat setelah sebelumnya dilakukan sosialisasi secara intensif mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Pemerintah Desa Cidahu, kata Hendra, tidak hanya melakukan sosialisasi secara lisan kepada masyarakat, tetapi juga menyebarkan pamflet berisi larangan membuang sampah sembarangan. Pamflet tersebut juga memuat informasi mengenai sanksi atau denda yang dapat dikenakan kepada warga apabila melanggar aturan tersebut.
Pamflet larangan tersebut disampaikan melalui para Ketua RT agar dapat diteruskan kepada seluruh warga di lingkungan masing-masing. Dengan langkah itu, pemerintah desa berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat terus meningkat.
“Selain sosialisasi, kami juga memberikan pamflet larangan membuang sampah sembarangan. Di dalamnya juga dijelaskan adanya denda bagi yang melanggar. Pamflet itu kami sampaikan kepada para Ketua RT untuk disosialisasikan kembali kepada warganya,” ungkapnya.
Hendra menjelaskan bahwa melalui pendekatan tersebut, masyarakat akhirnya sepakat untuk mengumpulkan sampah rumah tangga di satu lokasi yang telah ditentukan. Dari lokasi tersebut, sampah kemudian diangkut oleh petugas secara berkala.
Langkah tersebut, menurutnya, cukup efektif dalam mengurangi kebiasaan warga membuang sampah ke sungai ataupun ke lokasi-lokasi yang tidak semestinya.
Lebih lanjut, Hendra menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah ini juga melibatkan unsur aparat keamanan di wilayah desa, yakni Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Kehadiran aparat tersebut dinilai mampu memperkuat kesadaran serta kedisiplinan masyarakat dalam menaati aturan yang telah disepakati.
“Dalam kegiatan sosialisasi itu kami juga melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Sejak saat itu warga kami sudah tidak lagi membuang sampah sembarangan,” kata Hendra.
Meski demikian, Hendra berharap masyarakat luas tidak serta-merta menyimpulkan bahwa tumpukan sampah yang ditemukan di sejumlah titik, termasuk di kawasan Jembatan Cikalong, berasal dari warga Desa Cidahu. Ia menilai persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditangani secara komprehensif oleh berbagai pihak.
Pemerintah desa, lanjutnya, tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Hal tersebut dilakukan demi mencegah munculnya kembali kebiasaan membuang sampah sembarangan yang dapat merusak lingkungan serta mencemari aliran sungai.
Selain itu, Hendra juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan wilayah masing-masing, mengingat persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh warga.
Dengan adanya sistem pengumpulan dan pengangkutan sampah secara rutin tersebut, Pemerintah Desa Cidahu berharap lingkungan desa tetap bersih, sehat, serta terbebas dari permasalahan sampah yang dapat merugikan masyarakat dalam jangka panjang.
Penulis : Wahid
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














