SUARARAKYAT.info || SUKABUMI — Upaya memperkuat kualitas kesehatan masyarakat desa terus digalakkan melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif. Hal ini tercermin dalam kegiatan Forum Silaturahmi Desa Sehat (FANS) yang dirangkaikan dengan Sosialisasi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Transformasi Posyandu, yang digelar di Aula Desa Babakanjaya, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (9/2/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana edukasi bagi para kader, perangkat desa, serta elemen masyarakat untuk memahami peran strategis Posyandu dalam mendukung pembangunan Desa Sehat yang berkelanjutan. Acara berlangsung dengan suasana hangat, penuh dialog, dan sarat nilai kebersamaan.
Ketua Forum Silaturahmi Desa Sehat (FSDS), Evie Kusmiaty, S.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa Desa Sehat bukan hanya tentang fasilitas kesehatan, tetapi tentang kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kualitas hidup sejak dari keluarga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Desa sehat lahir dari kepedulian bersama. Posyandu hari ini tidak lagi sekadar tempat timbang bayi, tetapi pusat layanan sosial dasar yang menyentuh seluruh siklus kehidupan masyarakat,” ujar Evie Kusmiaty.
Ia menambahkan bahwa transformasi Posyandu melalui penerapan 6 SPM menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat desa, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pendidikan, hingga kesejahteraan sosial.
Sementara itu, Sekretaris FSDS, Herman, menyampaikan bahwa forum ini dirancang sebagai wadah komunikasi dan koordinasi lintas peran, agar setiap program desa sehat dapat berjalan terarah dan tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan seluruh pihak memahami perannya. Dengan komunikasi yang baik, kader Posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat dapat bergerak seirama,” jelasnya.
Dukungan administratif dan pengelolaan kegiatan turut diperkuat oleh Bendahara FSDS, Lisnawati, yang menekankan pentingnya transparansi dan keberlanjutan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa.
Sosialisasi 6 SPM Transformasi Posyandu menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Enam SPM tersebut mencakup layanan dasar di bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan sosial. Transformasi ini diharapkan mampu menjadikan Posyandu sebagai pusat layanan terpadu yang adaptif terhadap kebutuhan warga desa.
Peserta kegiatan terlihat antusias mengikuti paparan materi dan sesi diskusi. Banyak di antaranya menyampaikan aspirasi dan pengalaman lapangan, khususnya terkait tantangan pelayanan kesehatan ibu dan anak, gizi, serta peran keluarga dalam menciptakan lingkungan sehat.
Kegiatan FANS ini tidak hanya menjadi ajang sosialisasi program, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, empati, dan kepedulian sosial sebagai fondasi utama Desa Sehat. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, transformasi Posyandu diharapkan mampu menjadi motor perubahan kualitas hidup warga desa Babakanjaya.
Menutup kegiatan, seluruh pihak yang hadir menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program Desa Sehat dan mengimplementasikan 6 SPM Transformasi Posyandu secara berkelanjutan, demi terwujudnya masyarakat desa yang sehat, mandiri, dan berdaya.
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














