Diduga Manipulasi Biaya Onderdil, Konsumen Keluhkan Bengkel Motor Bayangan di Tanjungpura Karawang

- Penulis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 03:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Karawang – Seorang konsumen mengeluhkan dugaan praktik tidak profesional yang dilakukan oleh salah satu bengkel motor di wilayah Tanjungpura, Kabupaten Karawang. Keluhan ini mencuat setelah motor Honda Beat Street warna black silver dengan nomor polisi F 5660 XXX mengalami mogok kembali, hanya dua hari setelah dilakukan perbaikan.

Peristiwa bermula saat motor tersebut dikendarai oleh seorang perempuan berinisial G (18). Saat melintas di sekitar lampu merah Tanjungpur pada senin (2/2/2026).motor tiba-tiba mengalami gangguan dan mogok di jalan. Dalam kondisi panik, G kemudian ditawari bantuan oleh seorang montir yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk melakukan perbaikan.Tanpa banyak pilihan, motor pun dibawa untuk diservis.

Pihak bengkel menyampaikan bahwa terdapat sejumlah komponen yang harus diganti agar motor dapat kembali digunakan. Beberapa onderdil disebut sudah aus dan tidak layak pakai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, persoalan mulai muncul setelah pihak keluarga menerima nota pembayaran. Dalam nota tersebut tercantum berbagai jenis penggantian onderdil dengan total biaya mencapai Rp 935.000, termasuk biaya bongkar pasang sebesar Rp 200.000. Orang tua G menilai, sejumlah harga onderdil yang tertera di nota tersebut tidak masuk akal dan jauh dari harga standar di pasaran.

Lebih mengecewakan lagi, pihak bengkel tidak dapat menunjukkan seluruh onderdil bekas yang diklaim telah diganti. Hanya sebagian kecil komponen yang diperlihatkan kepada konsumen, sementara sisanya tidak jelas keberadaannya.

“Kalau memang diganti, harusnya semua onderdil bekas bisa ditunjukkan. Ini cuma sebagian yang ada, sisanya ke mana?” ujar orang tua G dengan nada kecewa kepada wartawan.

READ  Skandal Dugaan Sunat Bantuan PKH di Garut Mencuat ke Publik: KKS Dikolektif, Uang KPM Tinggal Separuh

Kecurigaan semakin menguat ketika motor tersebut kembali mengalami kendala pada rabu (4/2/2026) hanya dua hari setelah perbaikan dilakukan. Motor kembali mati dan tidak dapat digunakan, menandakan adanya kemungkinan kesalahan dalam pemasangan atau kualitas pekerjaan yang tidak sesuai standar.

Merasa dirugikan, orang tua G kemudian konfirmasi lewat pesan singkat whatsapp langsung ke montir bengkel tersebut untuk melakukan konfirmasi dan menyampaikan kekecewaan. Dari hasil pengecekan ulang, ditemukan bahwa pemasangan beberapa komponen dinilai tidak rapi dan tidak profesional.

“Iya Pak, motornya mogok dimana sekarang. Biar saya yang datang langsung kelokasi”.katanya Cepi singkat setelah balasan konfirmasi dari orang tua G

Lebih lanjut mempertanyakan soal apa saja yang diganti dan mana bekas onderdilnya, montir yang menangani pekerjaan bongkar pasang tersebut tidak menjawab dan menunjukannya.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi dan tanggung jawab bengkel dalam memberikan layanan kepada konsumen, khususnya di saat konsumen berada dalam kondisi darurat di jalan.

Orang tua G berharap agar kejadian serupa tidak dialami oleh konsumen lain. Ia meminta agar pihak bengkel lebih jujur, transparan, serta profesional dalam bekerja, terutama terkait penggantian onderdil dan penentuan biaya servis.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak bengkel terkait dugaan manipulasi biaya dan keluhan konsumen tersebut. Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak terkait sesuai dengan prinsip kode etik jurnalistik.

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG
Ketua DPD Tani Merdeka Sukabumi Tegaskan MBG Penopang Petani, Serukan Aksi Damai Bermartabat
Tolak Moratorium Dapur MBG, Relawan SPPG Mutiara Pelabuhanratu 1 Desak BGN Tinjau Ulang Kebijakan
Dessy Ratnasari Apresiasi PAUDQU Al-Kahfi Kebonpedes, Tekankan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini
Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:02 WIB

Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:13 WIB

Ketua DPD Tani Merdeka Sukabumi Tegaskan MBG Penopang Petani, Serukan Aksi Damai Bermartabat

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:43 WIB

Tolak Moratorium Dapur MBG, Relawan SPPG Mutiara Pelabuhanratu 1 Desak BGN Tinjau Ulang Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:09 WIB

Dessy Ratnasari Apresiasi PAUDQU Al-Kahfi Kebonpedes, Tekankan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi

Berita Terbaru