SUARARAKYAT.info||Karawang – Seorang konsumen mengeluhkan dugaan praktik tidak profesional yang dilakukan oleh salah satu bengkel motor di wilayah Tanjungpura, Kabupaten Karawang. Keluhan ini mencuat setelah motor Honda Beat Street warna black silver dengan nomor polisi F 5660 XXX mengalami mogok kembali, hanya dua hari setelah dilakukan perbaikan.
Peristiwa bermula saat motor tersebut dikendarai oleh seorang perempuan berinisial G (18). Saat melintas di sekitar lampu merah Tanjungpur pada senin (2/2/2026).motor tiba-tiba mengalami gangguan dan mogok di jalan. Dalam kondisi panik, G kemudian ditawari bantuan oleh seorang montir yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk melakukan perbaikan.Tanpa banyak pilihan, motor pun dibawa untuk diservis.
Pihak bengkel menyampaikan bahwa terdapat sejumlah komponen yang harus diganti agar motor dapat kembali digunakan. Beberapa onderdil disebut sudah aus dan tidak layak pakai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, persoalan mulai muncul setelah pihak keluarga menerima nota pembayaran. Dalam nota tersebut tercantum berbagai jenis penggantian onderdil dengan total biaya mencapai Rp 935.000, termasuk biaya bongkar pasang sebesar Rp 200.000. Orang tua G menilai, sejumlah harga onderdil yang tertera di nota tersebut tidak masuk akal dan jauh dari harga standar di pasaran.
Lebih mengecewakan lagi, pihak bengkel tidak dapat menunjukkan seluruh onderdil bekas yang diklaim telah diganti. Hanya sebagian kecil komponen yang diperlihatkan kepada konsumen, sementara sisanya tidak jelas keberadaannya.
“Kalau memang diganti, harusnya semua onderdil bekas bisa ditunjukkan. Ini cuma sebagian yang ada, sisanya ke mana?” ujar orang tua G dengan nada kecewa kepada wartawan.
Kecurigaan semakin menguat ketika motor tersebut kembali mengalami kendala pada rabu (4/2/2026) hanya dua hari setelah perbaikan dilakukan. Motor kembali mati dan tidak dapat digunakan, menandakan adanya kemungkinan kesalahan dalam pemasangan atau kualitas pekerjaan yang tidak sesuai standar.
Merasa dirugikan, orang tua G kemudian konfirmasi lewat pesan singkat whatsapp langsung ke montir bengkel tersebut untuk melakukan konfirmasi dan menyampaikan kekecewaan. Dari hasil pengecekan ulang, ditemukan bahwa pemasangan beberapa komponen dinilai tidak rapi dan tidak profesional.
“Iya Pak, motornya mogok dimana sekarang. Biar saya yang datang langsung kelokasi”.katanya Cepi singkat setelah balasan konfirmasi dari orang tua G
Lebih lanjut mempertanyakan soal apa saja yang diganti dan mana bekas onderdilnya, montir yang menangani pekerjaan bongkar pasang tersebut tidak menjawab dan menunjukannya.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi dan tanggung jawab bengkel dalam memberikan layanan kepada konsumen, khususnya di saat konsumen berada dalam kondisi darurat di jalan.
Orang tua G berharap agar kejadian serupa tidak dialami oleh konsumen lain. Ia meminta agar pihak bengkel lebih jujur, transparan, serta profesional dalam bekerja, terutama terkait penggantian onderdil dan penentuan biaya servis.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak bengkel terkait dugaan manipulasi biaya dan keluhan konsumen tersebut. Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak terkait sesuai dengan prinsip kode etik jurnalistik.
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














