Diduga Buang Limbah ke Sungai, Kolam Udang di Sungai Batang Ancam Mata Pencaharian Nelayan

- Penulis

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarakyat.info Sungai Batang – Aktivitas kolam-kolam udang milik pengusaha dari luar daerah yang beroperasi di Jalan Nelayan dan kawasan Wisata Mangrove, Desa Sungai Batang, diduga kuat telah mencemari sungai setempat. Limbah kolam disebut-sebut langsung dibuang ke aliran sungai tanpa pengolahan memadai, sehingga merusak kualitas air dan mengancam kelangsungan hidup masyarakat nelayan.

Masyarakat menyatakan sejak kolam udang tersebut berdiri, kondisi sungai berubah drastis. Air yang sebelumnya jernih kini keruh dan berbau, menyebabkan hasil tangkapan nelayan menurun tajam. Dampak ini dirasakan setiap hari dan secara langsung memukul ekonomi keluarga nelayan.
“Kami hidup dari sungai. Sekarang airnya kotor seperti limbah. Tangkapan menurun, pendapatan berkurang, sementara kolam udang terus beroperasi tanpa memperhatikan dampaknya,” ungkap salah satu warga.
Ironisnya, persoalan ini bukan baru terjadi. Masyarakat menyebut pencemaran tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun, namun hingga kini tidak terlihat langkah tegas dari pihak berwenang. Aktivitas kolam udang tetap berjalan, sementara nelayan terus menanggung kerugian.
Tak hanya merusak lingkungan, masyarakat juga menilai pengelola kolam udang tidak memberikan kontribusi apa pun kepada desa. Berbagai permohonan bantuan sosial maupun dukungan kegiatan masyarakat disebut tidak pernah ditanggapi.


“Hasil usaha diambil dari wilayah kami, tapi masyarakat sama sekali tidak dilibatkan dan tidak merasakan manfaat. Ini sangat melukai rasa keadilan,” tegas warga lainnya.
Atas kondisi tersebut, masyarakat Desa Sungai Batang secara terbuka menuntut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan instansi terkait untuk segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Mereka mendesak agar izin, sistem pengelolaan limbah, serta dampak lingkungan kolam udang tersebut diaudit secara transparan.
Masyarakat menegaskan, jika tidak ada tindakan tegas, pencemaran ini dikhawatirkan akan terus berlanjut dan menyebabkan kerusakan lingkungan permanen serta mematikan mata pencaharian nelayan di Desa Sungai Batang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Meranti Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Desa Insit, Call Center 110 Jadi Pintu Laporan Warga
Ribuan Personel Gabungan diterjunkan Mencari Korban Longsor Gunung Burangrang
Den K9 SAR Siap Perkuat Penanganan Bencana Longsor di Cisarua Bandung Barat
Koarmada III Kerahkan Unsur Guspurla III Salurkan Bantuan untuk Korban akibat Banjir di Halmahera Barat dan Utara
PT NSP Salurkan 158 Paket Sembako dan Lakukan Penanganan Banjir di Teluk Buntal
Kolaborasi TNI AL, Nelayan, Media,Forkopimcam dan Seniman Jabar Bantu Korban Banjir Bandang Sumatra-Aceh
Akses Jalan Utama Kampung Gunung Rompang Desa Loji Kembali Longsor, Warga Gotong Royong Buka Jalur Secara Manual
Presiden Prabowo Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Aceh untuk Kedua Kalinya, serta Pimpin Ratas Percepatan Pemulihan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:55 WIB

Polres Meranti Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Desa Insit, Call Center 110 Jadi Pintu Laporan Warga

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:46 WIB

Diduga Buang Limbah ke Sungai, Kolam Udang di Sungai Batang Ancam Mata Pencaharian Nelayan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:48 WIB

Ribuan Personel Gabungan diterjunkan Mencari Korban Longsor Gunung Burangrang

Senin, 26 Januari 2026 - 01:24 WIB

Den K9 SAR Siap Perkuat Penanganan Bencana Longsor di Cisarua Bandung Barat

Senin, 19 Januari 2026 - 11:16 WIB

Koarmada III Kerahkan Unsur Guspurla III Salurkan Bantuan untuk Korban akibat Banjir di Halmahera Barat dan Utara

Berita Terbaru