Prof. Sutan Nasomal: Kasus Ibu dan Anak Gantung Diri Alarm Darurat Nasional, Desa Gagal Jalankan Fungsi Perlindungan Rakyat

- Penulis

Minggu, 11 Januari 2026 - 23:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Jakarta — Tragedi memilukan kembali mengguncang nurani bangsa. Peristiwa seorang ibu rumah tangga yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri bersama anaknya akibat himpitan ekonomi dan kelaparan dinilai sebagai alarm darurat nasional atas kegagalan sistem perlindungan sosial di tingkat desa.

Hal tersebut disampaikan secara tegas oleh Pakar Hukum Internasional Prof. Dr. Sutan Nasomal, SE, SH, MH, saat menjawab pertanyaan para pemimpin redaksi media cetak dan online nasional maupun internasional, dari Kantor Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta, Sabtu (11/1/2025), melalui sambungan telepon seluler.

Menurut Prof. Sutan, rangkaian peristiwa bunuh diri akibat kemiskinan yang terjadi belakangan ini tidak dapat lagi dianggap sebagai kasus individual, melainkan gejala krisis sosial struktural yang telah memasuki zona merah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar tragedi keluarga. Ini adalah bukti nyata kegagalan desa, pemerintah daerah, dan seluruh ekosistem sosial dalam melindungi warganya dari kelaparan dan keputusasaan,” tegasnya.

Prof. Sutan menyebut, tindakan seorang ibu yang selama ini dikenal kuat dan bertahan demi anak-anaknya, namun akhirnya memilih jalan tragis, merupakan tanda bahwa jaring pengaman sosial benar-benar runtuh.

“Seorang ibu tidak akan mengambil keputusan sekejam itu bila masih ada harapan. Ketika seorang ibu sampai menggantung diri bersama anaknya, itu artinya semua pintu bantuan telah tertutup rapat,” ujarnya.

Ia menilai bahwa pemerintah desa sebagai struktur negara terdekat dengan rakyat telah gagal melakukan pendataan dan pengawasan sosial. Padahal, desa seharusnya mengetahui secara detail kondisi setiap warganya.

“Pertanyaan paling mendasar adalah: apakah kantor desa pernah bertanya, siapa hari ini tidak makan? Siapa yang sakit tapi tak mampu berobat? Jika tidak tahu, maka itu kegagalan total,” katanya.

Menurut Prof. Sutan Nasomal, dalam sistem ketatanegaraan NKRI, tidak boleh ada satu pun warga yang kelaparan di bawah pemerintahan yang sah. Jika keluarga dan kerabat tidak mampu menolong, maka desa wajib hadir memberikan solusi nyata, bukan sekadar data administratif.

READ  Jaksa Agung Rotasi 19 Kepala Kejaksaan Negeri, Jaksa Berpengalaman KPK Dipercaya Pimpin Kajari Blitar

“Desa bukan hanya tempat mengurus surat. Desa adalah benteng pertama negara dalam menjaga nyawa rakyat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peristiwa tragis yang terjadi di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang menurutnya harus menjadi peringatan keras bagi pemerintah kabupaten, pemerintah desa, hingga tokoh agama setempat.

“Ini teguran keras. Jangan hanya memikirkan perut sendiri. Perut rakyat harus menjadi prioritas utama,” ujarnya dengan nada geram.

Dalam pernyataannya, Prof. Sutan secara khusus meminta Presiden RI Jenderal H. Prabowo Subianto untuk segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) yang mewajibkan seluruh pemerintah desa:

Mendata warga miskin dan rawan kelaparan

Menjamin bantuan minimal sandang dan pangan

Melakukan intervensi cepat sebelum terjadi keputusasaan ekstrem

Selain itu, ia mendesak Bupati dan Wali Kota di seluruh Indonesia agar segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) dan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai langkah antisipatif atas krisis sosial yang semakin meluas.

“Kalau ini dibiarkan, akan muncul lebih banyak kasus gantung diri karena lapar. Ini bom waktu sosial,” katanya.

Prof. Sutan menepis alasan klasik soal keterbatasan anggaran. Menurutnya, setiap provinsi memiliki dana cadangan puluhan miliar rupiah yang seharusnya bisa digunakan untuk menyelamatkan warga dari kondisi darurat kemanusiaan.

“Bohong besar kalau pemda tidak bisa membantu. Kalau tidak mau menolong rakyat, lebih baik mundur saja,” tegasnya.

Ia juga berharap TNI dan Polri, sebagai institusi yang dicintai rakyat, turut berperan aktif mendeteksi dan mencegah krisis sosial di wilayah masing-masing.

Menutup pernyataannya, Prof. Sutan menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada 2026, yang dikenal memiliki kepedulian terhadap rakyat kecil, seluruh kepala daerah wajib meneladani sikap tersebut.

“Jangan ada lagi ibu dan anak meninggal karena kelaparan dan kemiskinan. Negara harus hadir sebelum terlambat,” pungkasnya.

Narasumber:Prof. Dr. Sutan Nasomal, SE, SH, MH. Pkar Hukum Internasional

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nama Calon Tersangka Sudah Dikantongi Polda Papua Barat Daya, Kasus Korupsi Inspektorat Tinggal Tunggu Audit BPK
Mahasiswa Sorong Desak Evaluasi Kebijakan Pemerintah, Tolak MBG, Soroti Harga BBM dan Pemborosan APBN
UICI dan Dr. Fachrul Razi Bahas Otonomi Daerah dalam Bingkai Wawasan Nusantara
Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Jika Terkendala Sistem
173 Jemaah Haji Asal Inhil Tiba di Tanah Air, Disambut Langsung Wakil Bupati Yuliantini di Embarkasi Batam
Pimpinan Media Pewarta se-Nusantara: Kritik Harus Mengedepankan Adab dan Etika
DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas
Dugaan Aliran BBM Puluhan Ribu Liter ke Perusahaan Ebi Mencuat, Warga Minta Transparansi dan Penegakan Hukum Jangan Tutup Mata
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:34 WIB

Nama Calon Tersangka Sudah Dikantongi Polda Papua Barat Daya, Kasus Korupsi Inspektorat Tinggal Tunggu Audit BPK

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:10 WIB

UICI dan Dr. Fachrul Razi Bahas Otonomi Daerah dalam Bingkai Wawasan Nusantara

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:32 WIB

Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Jika Terkendala Sistem

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:54 WIB

173 Jemaah Haji Asal Inhil Tiba di Tanah Air, Disambut Langsung Wakil Bupati Yuliantini di Embarkasi Batam

Senin, 15 Juni 2026 - 23:33 WIB

Pimpinan Media Pewarta se-Nusantara: Kritik Harus Mengedepankan Adab dan Etika

Berita Terbaru